Cinta Yang Salah
Aku bangkit dan duduk di tepi ranjang sambil menyilang kaki.
"Aku, sedang menunggu seseorang,"
"Kalau boleh tahu, siapakah orang yang sedang kau tunggu?"
"Em, ya kamu lah Mas, siapa lagi? Sejak tadi aku menunggu telepon dari kamu, aku kangen," ucapku dengan suara manja di buat-buat, untuk menarik keinginan Mas Arkan.
"Ah, yang bener, memangnya kamu masih single. Dan hatimu belum ada yang memiliki, sampai saat ini?"