Jangan Baca Novel Ini!
Kelopak mataku terasa sangat berat untuk tetap terbuka, dan pandanganku mulai sedikit mengabur menatap wajah Argan.
Argan menyadari perubahanku, lalu dia segera memperbaiki letak bantal di belakang punggungku agar posisiku lebih rendah dan nyaman untuk tidur. Ditariknya selimut tebal beraroma maskulin itu sampai menutupi dada dan bahuku, memastikan tidak ada celah udara dingin yang masuk.
"Tidurlah. Obatnya akan bekerja lebih efektif kalau kamu istirahat total," bisiknya sambil mengusap puncak kepalaku sekilas.