Wanita Penjaja Cinta
Mas Rahman berkata usai menikmati kue bagiannya, dia mengeluarkan amplop coklat besar dari balik jaketnya, dan mengulurkannya padaku.
"Apa ini?" Dahiku mengernyit menerima amplop tipis itu, mungkin isinya hanya selembar kertas.
Selembar kertas apa yang berharga, yang pantas di berikan sebagai kado? Pertanyaan itulah memenuhi benakku.
"Lihat saja sendiri!" Aku membuka amplop itu penuh tanya, tak sabar melihat isinya.
Mataku membulat sempurna, demi melihat isi amplop itu. Hasil foto USG, meski hanya terlihat seperti kabut, aku tahu itu foto calon anakku.
ตอนยอดนิยม