Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perjanjian Nikah dengan Sang CEO

Perjanjian Nikah dengan Sang CEO

Dikeluarkannya amplop coklat pemberian Azzalea dari dalam tas. Dia hirup amplop tersebut "Hhmmm...." Wanita itu beranjak ke dalam kamar mengambil saputangan yang dia simpan. Lalu kembali ke sofa tampat dia duduk tadi. Dia endus kedua barang yang ada dalam genggamannya. "Harum yang sama, pikirnya. Perlahan dia buka amplop tersebut lalu mengeluarkan isinya dan betapa terkejutnya dengan apa yang ada di dalam amplop coklat itu.
1010.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 280 Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
Terjebak Pernikahan Palsu

Terjebak Pernikahan Palsu

"Setelah menunggu 15 menit, akhirnya paket itu datang. Seorang kurir memberikan sebuah amplop coklat, segera kubayar dan kulihat pengirimnya pun tidak ada nama tercamtum. "Sudah datang Rum?" "Sudah Bu, ini barusan Arum terima." "Ya udah mumpung Raina sedang main sama mba Diah, kita buka apa yang dikirim oleh anak buah Ibu." Aku pun membuka sebuah amplop yang ternyata berisikan compact disk dan beberapa lembar kertas.
1021.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 642 Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
Pengantin Pengganti Revano

Pengantin Pengganti Revano

Namun yang terlihat hanya bayangan gelap dan hujan yang jatuh. Tangan Alya bergetar saat memutar kenop. Pintu terbuka sedikit. Tak ada siapa-siapa. Hanya lorong kecil yang basah dan sepi. Alya menghela napas lega—namun lega itu langsung runtuh ketika matanya menangkap sesuatu di lantai. Sebuah amplop cokelat. Tepat di depan keset. Alya membungkuk, mengambilnya dengan jari gemetar. Di bagian depan amplop, tertulis namanya dengan tinta hitam:
101.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 51 Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ketika lampu ruang kerja padam dan layar laptop menutup, kesunyian kembali jadi teman setia. --- Suatu sore, ketika hujan turun deras dan udara beraroma tanah basah, Arga menerima sebuah amplop coklat tanpa nama pengirim. Tidak ada perangko, tidak ada stempel pos — seolah seseorang sengaja menaruhnya langsung di depan pintu rumah. Tulisan di sampulnya halus, dengan tinta biru: Untuk Arga. Ia membuka perlahan. Di dalamnya, hanya ada selembar surat dan secarik foto kecil.
1.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
ISTRI RASA SIMPANAN

ISTRI RASA SIMPANAN

“Mengapa ukurannya begitu kecil!” Amplop coklat pun ada di tangan, Tuan Zhan membuka pelan-pelan sisi atas amplop tersebut. Satu alisnya menaik, ketika dia merogoh amplop tapi tidak ada satupun kertas. Jari-jari tangannya pun mulai mengambil isi dari ampolop itu. “Rong Zhan!” gumam pelan Tuan Zhan ketika melihat sebuah foto yang baru saja terambil dari amplop itu.
1033.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Jadi, kalung ini bisa untuk menambah-nambah kekurangan tersebut. “Ini amplop apa?” tanya Ario sambil menarik amplop cokelat dari dalam paper bag. Amplop tersebut seperti tempat untuk menyimpan dokumen. Karena paper bagnya tidak terlalu besar, oleh Papi bagian ujung amplop tersebut beberapa senti ditekuk.
1065.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

tanyanya, memastikan kembali harga yang ditawarkan. Bayu menarik napas dalam. “Betul,” jawabnya. Namun ia belum selesai. “Sebentar.” Tangannya masuk ke dalam saku. Sebuah amplop cokelat kusut ia keluarkan. Di bawah sorot lampu, amplop itu tampak sederhana namun kini menjadi pusat perhatian seluruh ruangan. Bayu membuka lipatannya perlahan. Suara kertas bergesekan terdengar jelas dalam keheningan yang tegang.
1049.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 995 Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
CEO Tampan Mencari Istri Salihah

CEO Tampan Mencari Istri Salihah

Dari dalam, ia mengeluarkan sebuah amplop cokelat yang tadi diserahkan Wildan. Dengan ragu namun pasti, ia kembali membuka amplop itu. Foto dan lembaran informasi di dalamnya kini kembali tergelar di pangkuannya. Matanya memelototi satu per satu detail. Nama. Lokasi. Waktu. Catatan.
106.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 251 Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Lalu dia mengubah topik, "Kalau begitu, bisakah kamu memberikan hadiah yang sudah kamu persiapkan?" Lirea segera berlari ke sofa untuk mengambil kotak itu dan memberikannya padanya, "Aku sudah membungkusnya sendiri." "Oh." Sembari menjawabnya, Shaka mengambil benda itu dengan senyuman tersungging di bibirnya, dan kemudian mulai membongkarnya. Di dalamnya, ada ukiran indah dari emerald hijau yang cantik. Dengan cepat Lirea menundukkan kepalanya, "Aku melihat mobilmu kosong dan tidak ada apa pun di dalamnya, jadi kupikir akan bagus jika ada liontin ukiran Allah yang menggantung di sana. Allah akan menjagamu. Kamu harus mengemudi dengan aman."
107.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 240 Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
Si Tampan yang Posesif

Si Tampan yang Posesif

Ospek pun sudah memasuki hari terakhir, jadi jadwal Diandra sudah tidak terlalu padat hari ini. “Ada apa, ya?” tanyanya. “Aku cuma mau ngasih ini ke kamu,” ucapnya sembari menyerahkan sebuah amplop berwarna cokelat tua dengan stempel mawar berwarna merah. Alis Diandra mengernyit melihat amplop cokelat itu. “Ini… apa?” “Buat kamu, tapi nanti dibukanya pas aku udah pergi aja, ya. Soalnya aku malu,” ujarnya.
105.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 205 Beses bilang uang dalam amplop coklat
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status