Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

Pokoknya dilarang baper sama cowok satu ini. Dan, hmm, cokelatnya enak banget, ya, ampun! "Dia titip pesen apa di amplop?" tanya Mama lagi. Oh, ya. Baru inget. Kubuka amplop merah tadi. Di dalamnya ada satu kartu berisi tulisan tangannya, tapi bukan dengan tinta basah. Kayanya dicetak dari foto atau mungkin file p*f. "Apa katanya?" tanya Mama ngga sabar.
1015.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 605 kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Dari Pengkhianatan jadi Nikah Dadakan

Dari Pengkhianatan jadi Nikah Dadakan

Dia kembali sebelum jam makan siang berakhir. Saat berjalan mendekat ke mejanya. Emily melihat sebuah amplop coklat besar di mejanya. “Apa ini?” Emily bertanya-tanya karena amplop coklat beras itu tak memiliki nama pengirim atau penerima. Emily penasaran dengan isinya. Dia pun membuka amplop yang berisi beberapa kertas juga sebuah flashdisk. Emily melihat kertas yang ada di sana, hingga sangat syok dengan apa yang dilihatnya.
1020.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi

Tak Disayang Suami, Sopir Pun Jadi

Cepat-cepat dia mengangkat tumpukan baju itu dan mendapati sebuah amplop coklat. Keningnya mengerut penuh curiga. “Apa ini?” “Pak Wira, ngapain jongkok di depan lemarinya Ardi?” Suara Ujang yang muncul dari balik punggungnya membuat Wira terhenyak. Secepat kilat, dia menyembunyikan amplop coklat itu ke balik jaketnya. Dia pun bangkit dan memutar tubuhnya, menatap Ujang yang nampak curiga melihatnya.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Perjanjian Nikah dengan Sang CEO

Perjanjian Nikah dengan Sang CEO

Dikeluarkannya amplop coklat pemberian Azzalea dari dalam tas. Dia hirup amplop tersebut "Hhmmm...." Wanita itu beranjak ke dalam kamar mengambil saputangan yang dia simpan. Lalu kembali ke sofa tampat dia duduk tadi. Dia endus kedua barang yang ada dalam genggamannya. "Harum yang sama, pikirnya. Perlahan dia buka amplop tersebut lalu mengeluarkan isinya dan betapa terkejutnya dengan apa yang ada di dalam amplop coklat itu.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Terjebak Pernikahan Palsu

Terjebak Pernikahan Palsu

"Setelah menunggu 15 menit, akhirnya paket itu datang. Seorang kurir memberikan sebuah amplop coklat, segera kubayar dan kulihat pengirimnya pun tidak ada nama tercamtum. "Sudah datang Rum?" "Sudah Bu, ini barusan Arum terima." "Ya udah mumpung Raina sedang main sama mba Diah, kita buka apa yang dikirim oleh anak buah Ibu." Aku pun membuka sebuah amplop yang ternyata berisikan compact disk dan beberapa lembar kertas.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti Revano

Pengantin Pengganti Revano

Namun yang terlihat hanya bayangan gelap dan hujan yang jatuh. Tangan Alya bergetar saat memutar kenop. Pintu terbuka sedikit. Tak ada siapa-siapa. Hanya lorong kecil yang basah dan sepi. Alya menghela napas lega—namun lega itu langsung runtuh ketika matanya menangkap sesuatu di lantai. Sebuah amplop cokelat. Tepat di depan keset. Alya membungkuk, mengambilnya dengan jari gemetar. Di bagian depan amplop, tertulis namanya dengan tinta hitam:
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ketika lampu ruang kerja padam dan layar laptop menutup, kesunyian kembali jadi teman setia. --- Suatu sore, ketika hujan turun deras dan udara beraroma tanah basah, Arga menerima sebuah amplop coklat tanpa nama pengirim. Tidak ada perangko, tidak ada stempel pos — seolah seseorang sengaja menaruhnya langsung di depan pintu rumah. Tulisan di sampulnya halus, dengan tinta biru: Untuk Arga. Ia membuka perlahan. Di dalamnya, hanya ada selembar surat dan secarik foto kecil.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
ISTRI RASA SIMPANAN

ISTRI RASA SIMPANAN

“Mengapa ukurannya begitu kecil!” Amplop coklat pun ada di tangan, Tuan Zhan membuka pelan-pelan sisi atas amplop tersebut. Satu alisnya menaik, ketika dia merogoh amplop tapi tidak ada satupun kertas. Jari-jari tangannya pun mulai mengambil isi dari ampolop itu. “Rong Zhan!” gumam pelan Tuan Zhan ketika melihat sebuah foto yang baru saja terambil dari amplop itu.
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Jadi, kalung ini bisa untuk menambah-nambah kekurangan tersebut. “Ini amplop apa?” tanya Ario sambil menarik amplop cokelat dari dalam paper bag. Amplop tersebut seperti tempat untuk menyimpan dokumen. Karena paper bagnya tidak terlalu besar, oleh Papi bagian ujung amplop tersebut beberapa senti ditekuk.
1065.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

tanyanya, memastikan kembali harga yang ditawarkan. Bayu menarik napas dalam. “Betul,” jawabnya. Namun ia belum selesai. “Sebentar.” Tangannya masuk ke dalam saku. Sebuah amplop cokelat kusut ia keluarkan. Di bawah sorot lampu, amplop itu tampak sederhana namun kini menjadi pusat perhatian seluruh ruangan. Bayu membuka lipatannya perlahan. Suara kertas bergesekan terdengar jelas dalam keheningan yang tegang.
1047.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 954 kali sebagai uang dalam amplop coklat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status