KEMBALINYA SANG RATU
pikirnya.
“Ini adalah keunikan dari adatku, ini bukan pembunuhan, tetapi ini adalah salah satu jalur pengadilan di Buton. Pengka loe-loe masih memiliki cara untuk mengadili masyarakat yang bersalah dan bisa dilakukan dengan menyiramkan timah panas ke telapak tangan untuk menguji kebenaran. Jika Anda benar, timah itu akan tingin di telapak tanganmu, tetapi jika Anda bersalah, maka Insya Allah timah itu akan menembus tanganmu, meleleh. Tetapi kita mengambil langkah diuji di laut, karena itu cara kita sebagaimana Ramayana menguji kesucian Sinta dengan berjalan di atas bara api”, ungkap Sultan Buton.