SELALU SALAH
"Lha tadi kan, Mak ke warung Ratih, kenapa gak sekalian beli minyak?"
"Tadi itu lupa, gara-gara kamu sih nyebelin tadi."
"Kok aku yang disalahin. Harusnya aku yang marah, karena Mak sesuka hati fitnah Reina," emosiku mulai tersulut.
"Fitnah apanya, wong kenyataannya kamu hamil," Mak Ida gak mau ngalah.
"Emang orang ngeyel itu gak ada obatnya," ucapku melirik Mak Ida.
Hot Chapters