Pria Sampah Tak Terduga
" Gentala, janganlah marah. Aku kan hanya bercanda. kenapa. . .
Ucapan nya terpotong, ketika menyadari bahwa mereka telah sampai di gerbang Kota Tanah Merah, Kota yang menyediakan berbagai alat dan benda unik yang terbuat dari tanah liat yang berwarna merah. Dulu, kota ini sangat maju dan juga makmur. Namun, sekarang, kota ini tak jauh berbeda dengan kota -kota lainnya yang tentunya sudah porak poranda.
Sebagian besar, bangunan di sana telah rubuh, ada banyak jasad yang tergelak di mana-mana, bahkan ada beberapa dari mereka yang sudah membusuk.
" Apa anda Raden Brama Wijaya? " tanya seorang pria yang berusia berkisar tiga puluh tahunan, tubuhnya tinggi kurus kerontang dengan kantung hitam d
Hot Chapters