Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menyingkirkan Pelakor Tak Tahu Diri

Menyingkirkan Pelakor Tak Tahu Diri

Mereka lebih alami dalam berperan. "Aku dipanggil, Mrs.Vampir, kau tahu kenapa? Karna aku penggila warna merah ...." "Jika kita punya anak, aku akan menamainya, red 1, red 2, red 3 dan seterusnya." "I hate this colour!" "Aku penggila merah!" Arrggh!!! Vano memukul setir mobil, kemudian meremas rambutnya frustasi.
108.3K viewsOngoingAdded to Library 231 Times as venom merah
Read
+Library
Legenda Kultivator Naga

Legenda Kultivator Naga

Saat kain tersebut dibuka, terlihat sangkar emas dengan burung berbulu merah di dalamnya, membuat mereka semua yang melihatnya tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Pasalnya burung berbulu merah bercorak kuning layaknya kobaran api itu adalah Vermilion Bird, salah satu Spirit Heaven langka. Para peserta lelang penasaran bagaimana Keluarga Mu mendapatkannya dan apa alasan mereka menjualnya dari pada merawatnya sendiri, mengingat Vermilion Bird berpotensi menjadi Spirit Emperor Heaven berkekuatan Martial Emperor.
9.8161.3K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as venom merah
Show Reviews (46)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Read All Reviews
Mati Kembar

Mati Kembar

Cairan berwarna merah itu mengucur deras dari kedua leher mereka yang telah tergorok begitu dalam dan menampakkan luka lebar yang menganga. Lepas itu semua ada yang lebih menyakitkan lagi ... bahkan ke dua tangan putri kecil ku telah terpotong dengan kejam. Tuhan? Dosa apa yang telah kuperbuat sehingga Engkau menghukumku seperti ini. Kenapa bisa ada mahluk yang bisa membunuh anak kecil sebegitu kejamnya. Masihkan ia punya hati, Tuhan? Kenapa Engkau tak mencabut saja nyawaku? Dari pada harus menerima kenyataan dunia yang sungguh kejam.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 200 Times as venom merah
Read
+Library
Series Hutan Larangan

Series Hutan Larangan

Mereka harus segera pulang daripada mati. Ular yang berwarna merah melihat dengan matanya kepergian Weni. Gadis itu tadi bicara sembarangan. Dia suka pegang ular katanya. Lidah ular itu terus terjulur ke luar. Salah satu saudarinya yang berwarna kuning berhasil membawa seorang lelaki yang telah mati terkena semburan racun mematikan.
1050.5K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as venom merah
Read
+Library
Terowongan Berdarah

Terowongan Berdarah

Manik matanya menatap waspada ke arah sekitar, sontak gadis itu terkejut ketika melihat sesosok makhluk besar muncul dari balik dinding terowongan yang baru setengah jadi. Tubuh sosok arwah jahat itu semakin membesar dengan bulu-bulu kasar berwarna hitam. Separuh wajahnya hancur, bahkan Arfan tak bisa menyebut itu sebagai wajah lagi. Tetesan darah mengalir bercampur dengan belatung busuk, sedangkan mata merahnya menyiratkan sebuah kebencian yang teramat dalam. Perlahan, langkah sosok arwah jahat itu semakin mendekat. Suara geraman terdengar, sepanjang kakinya melangkah, darah terus mengikuti jejak kakinya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as venom merah
Read
+Library
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

tambah Taja dengan tegas mengatakan hal itu agar Lorr En semakin percaya. Lorr En menggeleng tanda tak paham. "Maksudnya?" "Sekar Wening, Jayasinggih, telaga penawar, Racun Merah, Setan Merah dan Gadis Merah, semua itu nyata terjadi!" Taja menjelaskan lebih banyak lagi. Lorr En menyentuh bibir, leher, dan menelan ludah sendiri ketika mengingat sesuatu. "Racun Merah. Aku juga bermimpi itu," kata Lorr En. Kedua mata menerawang, teringat kejadian yang menimpa dirinya.
109.8K viewsOngoingAdded to Library 265 Times as venom merah
Read
+Library
Kerah Baju Bernoda Merah

Kerah Baju Bernoda Merah

Tidak sabar menikmati masakan istri tercinta. Rani tersenyum geli melihat tingkah suami lalu menunduk. Pandangan Rani teralihkan ke noda merah di kerah kemeja Adi. "Apa ini?" Rani meraba bekas merah yang menempel di kerah pakaian Adi. "Ini 'kan? Astagfirullah, tidak mungkin!" Rani tidak berhenti menggosok bekas merah itu dengan kasar. Rani terduduk lemas di atas lantai. Tangan dan bibir Rani bergetar dengan wajah mendadak pucat. Memejamkan mata diiringi keringat dingin membasahi seluruh tubuh.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as venom merah
Read
+Library
Payung Merah

Payung Merah

Tika tertawa, dia tahu Axel sedang cemburu. "Aku sedang kalut dan ketakutan." "Oh," jawab Axel singkat. Tika terkekeh. Wanita itu mengoleskan parfum pada lehernya lalu berjalan perlahan mendekati Axel. Lelaki itu awalnya sedang serius melihat-lihat kotak yang berisi pesan ancaman untuk Tika. Namun, aroma parfum Tika menarik perhatiannya. Saat mengangkat kepala, melihat Tika sedang berdiri memakai lingerie berwarna merah maroon yang sangat cocok untuk kulitnya yang kuning langsat.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as venom merah
Read
+Library
Gaun Merah Yang Ternoda

Gaun Merah Yang Ternoda

Gaun merah yang terlihat panas dan seksi. “Iya sayang, ini tuan Bara, dia sudah tidak tahan lagi menunggumu satu jam.” Mama Chan tanpa aba-aba langsung bicara to the poin. Aluna sekilas melirik ke arah tuan Bara. Wajahnya yang oriental dan tegas dengan penampilan yang rapi membuat kesan penampilan pria tersebut terlihat berwibawa, sayang dengan kelakuannya masuk dunia gelap tanpa mempedulikan perasaan istrinya. “Mama Chan, bisa saya bicara sebentar.”
101.3K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as venom merah
Read
+Library
Keris Darah Candramaya

Keris Darah Candramaya

Whooooosh! Keris kecil itu terbang dan melesat menembus dada Barja. "Akkhhhh!" teriak Barja, dia bahkan sampai memuntahkan darah. Darah itu berwarna merah pekat kehijau-hijauan. "Racun!" Barja menatap arah keris itu berasal. Matanya menangkap satu sosok yang berdiri. Tampak tidak asing. Dia menyeringai seiring luka di dadanya yang menghilang.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as venom merah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status