Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Itu kan cuma seratus ribu, Vira.”
“Buat aku waktu itu, itu penyelamatku,” jawab Savira, matanya berbinar. Sebelum pergi, dia menoleh. “Oh iya, kalau ada yang nelpon atau dateng, jangan buka pintu dulu sebelum ngecek. Sekarang kamu lagi lemah banget ‘kan? Harus ekstra hati-hati.”
Rendra tertawa pelan. “Aku ngerti. Aku bukan anak remaja lagi.”