Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SUSAN... OOH SUSAN

SUSAN... OOH SUSAN

Susan memberengut, saat merasakan panas dan dahaga di tubuhnya karena berdiri konyol di depan gerbang utama kampus itu , menunggu Lucky yang katanya tunggu lima belas menit, tapi hampir tiga puluh menit sejak Susan menerima pesan itu, dan berdiri di depan gerbang lebih dari dua puluh menit, tak ada bayangan Lucky akan datang. "Ooh maaf Susan, tadi ada kendala sedikit. Tunggu aku. Ini udah di jalan!" ucap Lucky, dan tiba-tiba panggil itu sudah terputus dari dari sebrang sana. "Tapi Lucky.... Plot plot plot....!"
106.0K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as waited
Read
+Library
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Orang bilang, hal paling menyiksa di dunia ini adalah menunggu. Dulu Ewan tidak percaya, tapi hari ini, dia percaya. Neva sedang mandi di kamar tidur, sementara Ewan menunggu di ruang tamu dengan gelisah. Waktu berlalu begitu saja. Lima menit ... sepuluh menit ... lima belas menit ... Neva masih belum keluar.
9.51.1M viewsOngoingAdded to Library 23.9K Times as waited
Read
+Library
Pernikahan Kontrak Dokter Muda

Pernikahan Kontrak Dokter Muda

“Ya udah tahu nunggu orang lain ngapain masih ditungguin, aneh.” Arial melirik Keyla, “Jadi kalo kamu tahu Qairo lagi nunggu cewek lain, kamu juga bakal nyerah?” “Iya lah, pakek nanya. Ngapain nunggu orang yang gak mau sama kita.” “Daya juang kamu rendah banget sih.” ledek Arial. Keyla tertawa, “Kakak mau adu daya juang? Dua puluh dua tahun aku nunggu dijemput sama orang tua tapi mereka gak kunjung dateng ke panti, itu yang namanya daya juang rendah?”
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as waited
Read
+Library
Takdir Yang Tertunda

Takdir Yang Tertunda

Sudah ada 10 menit aku menunggu, tapi sosok itu belum keliatan juga. Masih terlalu pagi memang. Waktu belum juga menunjukkan pukul tujuh. Beberapa kali pandanganku kuliarkan kearah pelataran kantor itu, berharap dia datang lebih cepat. Namun harapanku sia-sia. "Harus lebih sabar." gumamku lirih.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 416 Times as waited
Read
+Library
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Seseorang yang ia tunggu bertahun-tahun, akhirnya tiba. "Mae ... lo Mae?" Sasya mengangguk setelah mengurai pelukannya. "Sahabat gue yang paling bawel?" Tisa masih tak percaya dengan penampilan Sasya. Sasya mengangguk. Tisa kembali memeluk erat tubuh Sasya yang sedikit lebih pendek darinya. Mereka saling menyalurkan rasa rindu yang amat mendalam. Rindu yang selama ini terpendam dan hampir terkubur dengan keadaan.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 282 Times as waited
Read
+Library
Still with you

Still with you

Namun tak ada hasil yang begitu memuaskan lelaki itu, bahkan Jerome sampai balikan dengan Hilda hanya untuk menghapus nama yang tertera di dalam lubuk hatinya saat ini. Hilda mengobrol santai dengan teman sekelasnya lalu melangkah mendekat menuju kantin yang masih terbuka, kantin fakultasnya terlihat masih sangat ramai di saat seperti ini seharusnya pemuda itu sudah menjemputnya bukan? Tapi kenapa lama sekali. Temannya berpamitan untuk pulang duluan dan tinggallah ia sendiri hingga senja menghampiri sang pemuda masih tetap tak datang. Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya membuat raut kecewa tercetak di pahatan wajahnya, ... Perempuan itu tersenyum miris, siapa yang bisa dirinya andalka
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as waited
Read
+Library
100 Hari Bersamamu

100 Hari Bersamamu

Detik demi detik, Menit demi menit, hingga akhirnya dua jam sudah Aruna menunggu. Kelopak matanya sudah mulai terasa berat, namun Anggasta masih belum juga menunjukkan batang hidungnya. Aruna mengecek kontak Anggasta di aplikasi chat hijau, Anggasta aktif lima belas menit yang lalu tapi hanya membaca pesannya dan tidak membalasnya. "Satu jam lagi, iya aku bakal nunggu satu jam lagi. Kalau dalam satu jam mas Anggasta gak datang, liat aja!" gumamnya.
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 380 Times as waited
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Kini, ketiganya hanya bisa pasrah. Rayi, Mbok Yati, dan Pak Kusno terlihat sudah sangat kelelahan. Mereka sudah seharian menunggu, tetapi belum juga ada tanda-tanda Anjani akan segera sadar. Rayi hanya bisa mondar-mandir di koridor karena dokter tak mengizinkan masuk sampai sang ibu siuman. Ketiganya hanya dapat memandangi Anjani dari kaca jendela yang buram.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as waited
Read
+Library
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Ivy menariknya, mengerutkan kening tanda tidak setuju. "Kak, istirahatlah satu hari dulu baru berangkat. Kamu sudah beberapa hari nggak istirahat, 'kan? Karena Teresa sudah bilang mau bertemu, dia pasti nggak akan ingkar janji." Alex melepaskan tangannya. "Aku sudah nggak bisa menunggu lagi. Selama Teresa meninggalkanku, aku selalu memikirkannya siang dan malam. Sekarang aku hanya ingin segera bertemu dengannya."
9121.2K viewsCompletedAdded to Library 4.6K Times as waited
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status