Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rain

Rain

Rain kembali menyendiri lagi di kamarnya melihat daun-daun itu yang selalu menunggu sang fajar tiba, Rain selalu melihat dan memperhatikan daun-daun tersebut sampai sang fajar benar-benar tenggelam dan tidak meninggalkan warna jingganya yang indah. Hingga sang fajar berganti dengan bintang-bintang dan purnama yang sangat indah dan lagi-lagi Rain melihat kalau purnama itu tersenyum padanya sama seperti daun-daun saat menunggu sang fajar tiba , purnama itu seolah-olah bilang kalau ini takdir yang harus kamu jalani dan seoalh purnama itu bilang
9.129.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Rain Sound

Rain Sound

Rain Sound Jam yang Menunjukkan sudah waktunya tidur tak bisa membuat gadis itu terlelap pasalnya, ia terus kepikiran sama pernyataan— lebih tepatnya pengungkapan rasa tertarik Badra terhadap dirinya. Oza mengusak rambut kasar, karena jujur ajh dia belum mau move on dari first love nya.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Diary Rain

Diary Rain

Aku menguatkan diriku dan hatiku bahwa semua ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera berlalu. 'Tuhan, aku tidak mau kembali ke neraka itu lagi. Aku harus menyelamatkan mamaku dari wanita-wanita durjana itu!' 'Mama, tunggulah aku! Aku akan menjemput mama dan membalaskan dendam kita. Ma, aku adalah Rain. Aku adalah hujan yang tegar dan kuat seperti yang mama maksud. Mungkin aku sempat kalah dan terbuang, tetapi mereka belum melihat badaiku, ma. Rain, anak mama ini, akan menjadi badai yang menghancurkan seluruh keangkuhan mereka. Tunggu aku, ma!'
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Olivia juga tidak membalas pelukannya erat-erat. Olivia justru mendorongnya pelan. Juan terpaku sesaat, lalu menatapnya dengan bingung. Olivia mendongak. Air hujan mengalir di sepanjang pipinya. "Juan?" panggilnya, "Terima kasih. Tapi aku sedang menunggu mobil." Menunggu mobil? Ekspresi penuh sukacita di wajah Juan berubah menjadi kebingungan.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Matanya berkilauan terang, seolah-olah seluruh cahaya bintang di langit tumpah ke sana. "Aku tahu di dalam hatimu masih ada luka yang tersisa. Aku tahu kamu mungkin belum sepenuhnya siap. Nggak apa-apa, aku bisa menunggu." "Berapa lama pun itu, aku akan menunggu." Dia mengulurkan tangannya, dengan lembut menyeka tetesan air hujan yang membasahi bahuku. "Aku cuma ingin kamu tahu satu hal." "Hujanmu, biarkan aku yang menemanimu menikmatinya."
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

Dia hanya pasrah dan menunggu saja waktu itu tiba. Perlahan-lahan hujan mulai mereda, semua tumbuh-tumbuhan tampak kembali segar dan berdiri dengan kuat. Burung-burung bernyanyi riang memuji kemurahan hati Dewa memberikan mereka hujan. “Tolong…,” gumam Kafka dengan tubuh yang semakin melemah bersamaan dengan berhentinya hujan itu. ****
9.888.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

Masih kosong. Rain tersenyum tipis—bukan lega, melainkan siaga. Ia mematikan lampu ruang monitoring, membiarkan ruangan tenggelam dalam gelap. Hanya cahaya monitor yang menyinari wajahnya. Rain berdiri diam beberapa detik, mendengarkan. Menghitung. Menunggu. Kemudian Rain bergerak tanpa suara. Langkahnya ringan, nyaris tak terdengar, meninggalkan ruang monitor dengan kewaspadaan penuh.
10488.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.2K kali sebagai waiting for rain
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Baca Semua Ulasan
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

Ia duduk, membuka ponsel—pesan dari Elvano: sampai jumpa, sebentar lagi. Raina menatap langit. Kini masa depan terasa tidak menuntut, dan tidak mengancam. Ia menunggu—dengan keyakinan yang tenang. Dan itu cukup.
10982 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

] Di tengah kegelapan malam, tiga baris pesan yang berderetan di layar itu tampak makin lucu saat terus dipandangi. Tiba-tiba, aku merasa semua ini begitu tidak berarti. Seakan-akan, obsesi yang kupendam di lubuk hati selama lima tahun ini, mendadak luruh begitu saja hanya karena tiga kalimat ini. Aku menyeka air mataku. Jemariku mengetik beberapa kata di layar, lalu mengirimkannya. [Oke, aku akan melakukannya.] Setelah berpikir sejenak, aku menelepon ibuku.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status