Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam
Kini tubuhnya dibalut jubah hitam panjang dengan sulaman emas yang membentuk pola rumit, naga dan kelelawar yang meliuk di sepanjang tepi jubah, seolah hidup dan bergerak dalam keremangan.
Topeng giok hitam menutupi separuh wajahnya, hanya menyisakan mata dan bibirnya yang terlihat.
Matanya berkilau dengan cahaya keunguan yang tidak manusiawi, memancarkan kekuatan dan kekejaman yang tak terbendung. Bibirnya melengkung dalam senyum tipis yang lebih menakutkan daripada ancaman terang-terangan.
Aura iblis yang memancar dari tubuhnya begitu kental hingga terasa seperti tekanan fisik. Udara di sekitarnya bergetar dan terdistorsi, seolah realitas itu sendiri menolak kehadirannya.