Kinari dan Benang Waktu
“Ruang bernegosiasi. Ia menawar, ia mengulur, ia melipat. Kalian memaksa dirimu hadir, maka ruang menuntut ganti.
Ia mengambil sedikit dari lautmu, sedikit dari napas kota melayang itu, sedikit dari ketahanan armor sahabat barumu—dan menambalnya di sini, agar semuanya tetap seimbang.”
Kinari merasakan kata-kata itu jatuh di dada seperti kerikil dingin. “Bagaimana dengan waktu?” tanyanya. “Apakah waktu pun menawar seperti ruang?”
Syrakhal memalingkan wajah yang tak punya sisi—pemandangan yang membuat kepala pening jika terlalu lama ditatap.
“Waktu adalah arus. Ia tak pandai menawar, tetapi ia bisa menenggelamkan. Karena itu Tharumen menyulamnya, dan Astrelyn menandainya.
Hot Chapters