Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hoffen

Hoffen

jelas Vanda panjang lebar. Trisha menghela napas panjang sambil menarik bibirnya membentuk senyuman paksa. Dia berjalan mendekati Vanda dengan mengambil koper, lalu memasukkan tiga sweater, dua celana panjang, satu celana panjang, dan dalaman. Itu saja. Wanita gemuk itu tidak memasukkan camilan yang sudah disiapkan oleh sahabatnya. Trisha langsung menutup koper itu dan menguncinya. Vanda yang mau memasukkan camilan itu pun langsung menatap wanita gemuk itu. “Kok udah lo kunci? Ini camilannya belum masuk, bodoh!”
1012.5K viewsCompletedAdded to Library 249 Times as walden
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.4K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as walden
Read
+Library
DINAR

DINAR

mereka pergi ketepi pantai, disebuah penginapan seperti villa ditepi pantai itu, bangunannya sederhana terbuat dari kayu, tetapi sangat indah dan cantik namanya villa the forest, dinar baru sekali itu kesana sangat kagum dengan tempat itu, bahkan disana ada kolam pemandian air panas, semuanya terasa sangat alami disana. salah satu pengurus pulau yang tentunya pemilik villa itu menghampiri kakek, "selamat datang tuan harsaw, sepertinya anda datang dengan cucu laki-laki anda hari ini" ucapnya sambil melihat dinar sambil mengulurkan tangannya pada kakek dan dinar, dan tentu saja membungkuk pada nona muda Raccel, "ah..ya ini cucuku, dia jarang mau keluar seperti ini, kali ini dia sangat penurut"
105.8K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as walden
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

30 ________________ Krrriiinggg krrriiinggg Bunyi berisik alarm menggangu tidur nyenyak Ara. Ia melihat ke arah handphone nya lalu mematikan alarm. Ia segera mengambil handuk dan membersihkan diri sebelum berangkat ke rumah sakit. Winda juga belum mengabarkan Evan sudah sadar atau tidak.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as walden
Read
+Library
PAWANA

PAWANA

Aku membuka handphone saat tiba-tiba sebuah notifikasi pesan w******p muncul. Alin : [Kay, gimana keadaanmu?] Kayra : [Aku udah rebahan Lin, semoga nanti enakan.] Alin : [send a photo] Alin : [Aku pengen beli jam tangan. Pilih satu diantara dua yang ku kirim!] Aku mengunduh foto yang dikirim Alin. Dua jam tangan warna putih dan biru. Aku dominan menyukai warna putih.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as walden
Read
+Library
Old Colony

Old Colony

Mereka tidak berpikir untuk menjarah barang-barang saat masuk ke dalam minimarket yang tidak dijaga? Mungkin, cerita tentang Wendy Orsey dan Amelia Borden yang dikisahkan Benjamin memang omong kosong. Gadis itu benar-benar menjaga toko Watson sampai akhir. Ia menyerah setelah Watson tidak kunjung datang. Sepanjang pengetahuanku, minimarket ini biasanya ramai. Tidak mungkin Watson bisa mempertahankan toko ini bertahun-tahun bila kondisinya sesunyi saat ini.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as walden
Read
+Library
Venturas

Venturas

Vote . ......... ................... ................................. [Erza 02] Setelah menjadi bulan-bulanan mereka dan kembali ke jalan utama, akhirnya... kami tiba di desa Gadang Jaya Desa. Tentu saja dengan bantuan g****e map, karena Ambar masih tak ingat jalan menuju ke kampung neneknya. Gadang Jaya merupakan desa yang sangat asri, belum ada listrik di sini, jalanannya pun masih jalan tanah. Jangan tanyakan jaringan internet di sini, jaringan telepon saja sangat sulit.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as walden
Read
+Library
Eleanor

Eleanor

Baru kali ini ia menemukan ranjang yang nyaman selain ranjang miliknya. Satu jam berlalu Elena Pun naik ke lantai atas. Menghempaskan tubuhnya dan menyelimutinya dengan nyaman. *** Alva memasuki mobilnya, sungguh kepalanya berat sekali padahal ia sudah meminum obat yang resepnya diberikan oleh dokter yang ia sengaja datangkan ke tempat ia bekerja kali ini yaitu sebuah perusahaan salah satu produk pakaian olahraga yang sedang menjadikannya model produk baru mereka.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as walden
Read
+Library
ALASKA

ALASKA

|Alaska Namun centang abu tak bertanda dua, melainkan satu. Sementara Alaska tau, Yesaya tak pernah mematikan ponselnya. Dan itu membuat Alaska semakin khawatir, ingin rasanya menghampiri Yesaya, tapi ini sudah terlalu larut untuk dirinya menghampiri gadis itu ke rumahnya. Namun Alaska berharap agar pagi segera datang, ia ingin menemui cintanya. ***
104.3K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as walden
Read
+Library
Halcyon

Halcyon

pintanya memasang wajah memelas pada Aletta yang langsung mengangguk dan tersenyum. "Let's go!" Keempatnya masuk ke dalam mobil, langsung melaju meninggalkan perusahaan. "Key, kita main bentar ya." "Main ke mana?" "Arena skateboard. Lo pasti belum pernah main skateboard, 'kan?" Keysa mengangguk semangat sedetik kemudian ia lesu. "Aku langsung pulang aja, deh." "Yaelah Key, main bentar doang. Nanti gue telpon Kayvi biar datang."
1.9K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as walden
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status