Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Go Away

Go Away

My Heart Will Go On, Celine Dion. Every night in my dreams. I see you. I feel you. That is how I know you go on. Dengan melodi itu yang terus mengalun apik memenuhi ruang rumah hanok, seseorang baru saja membuka pintu rumah berangka hanji, menapakkan kedua kaki telanjangnya yang sudah terlepas dari sepatu boots, masuk menyentuh lantai kayu, melangkah ringan.
103.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
BROKEN HOME

BROKEN HOME

“Kenapa nggak naik motor atau mobil? Apa nggak jauh kalau jalan kaki?” Vino melontarkan pertanyaan yang sulit dijawab Viola, wajar jika Vino bertanya, karena dia heran padahal ada mobil, ada motor dirumah Viola namun kenapa Viola jalan kaki. “Emm, gak papa kak aku lebih suka jalan kaki heheh” ucap Viola, dirinya mencoba agar tersenyum. Viola segera bergegas keluar mobil Vino karena takut ditanya-tanya lagi.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
Pay Me With Your Body

Pay Me With Your Body

Tak ada senyum, hanya langkah tegas penuh tujuan yang menggetarkan setiap kali sepatu mahalnya menyentuh tanah. Pintu rumah dibuka oleh seorang pria muda berpakaian serba hitam dengan mikrofon kecil di kerahnya. Ia menunduk untuk memberi hormat. “Selamat siang, Tuan Wolfe.” Dominic tidak menjawab. Ia hanya mengangguk tipis, lalu melangkah masuk melewati lorong panjang dengan lampu-lampu gantung berwarna temaram yang menggantung rendah.
1048.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
Wake Up!

Wake Up!

"Karena Ibu tidak setiap waktu bisa mengawasi kamu, jadi kau harus bisa berhati-hati sendiri. Paham?" "Paham, Bu." Willy mengucapkan itu dengan setengah niat dan setengahnya lagi malas. "Sudah itu, Bu!" ucap laki-laki itu lagi sebelum akhirnya berdiri, mengeluarkan handphone dari saku celananya, dan keluar sambil menelepon seseorang. .
9.72.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
WITH YOU

WITH YOU

Mahendra tersenyum tipis mendengar keluhan Alexa karena sikapnya. Mahendra tersenyum tipis mendengar keluhan Alexa. dia tetap fokus melajukan mobilnya hingga masuk ke dalam basement apartemen mereka. Dia memilih mengantar Alexa sekaligus pulang ke unit apartemennya sendiri. "Keluarlah. Kita sudah sampai", ucap Mahendra begitu mobilnya terparkir sempurna. Alexa menurut. Dia keluar dari range rover milik Mahendra diikuti Mahendra dibelakangnya. Mereka memilih berjalan terpisah. Seseorang tiba-tiba menghampiri Alexa.
4.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

Dia langsung dibelikan rumah gedong oleh suaminya, tepat di sebelah rumah panggungku. “Ya sudah, ayo masuk dulu, biar Kakak ajarkan caranya ngupas salak.” Citra memasuki rumahku sambil berjinjit, seperti jijik menginjakkan kaki di rumahku. “Kenapa kok jalannya begitu?” tanyaku. “Aneh rasanya nginjak rumah kayu, takut roboh,” jawabnya.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
MY WAY

MY WAY

Kini waktu menunjukkan pukul sebelas malam lewat dan tentu saja di sepanjang jalanan tampak sunyi bagai tanpa kehidupan. Ia tak habis pikir, kenapa Michelle nekad sekali pergi seorang diri berjalan kaki pulang kembali ke villa yang jaraknya cukup jauh dari mansion miliknya. Ini adalah jalan terakhir menuju villa yang jaraknya hanya tinggal satu kilometer tempat villa Johnson. Dengan langkahnya yang mantap dan tergesa Ted berlari menyelusuri jalanan di depannya kini, dan berteriak memanggil nama Michelle dengan perasaan cemas.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Aku kira … aku sudah kuat.” Aira terdiam, membiarkan kata-kata itu meresap perlahan ke dalam dirinya. Napasnya mulai lebih tenang, seiring detik-detik hening yang perlahan melingkupi mereka. Hanya suara napas mereka terdengar, saling menyeimbangkan satu sama lain. Arsen berdiri lebih dulu, mengulurkan tangan dengan lembut tanpa memaksa. “Kita pulang ke rumah,” ucapnya tenang.
10781 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
Into You

Into You

Aku mengambil tas dan memasukkan barang-barangku yang harus dibawa hari ini, tanpa terkecuali, surat cinta dan coklat. Sejujurnya hari ini benar-benar membuatku gelisah. Bayangan tentang bagaimana reaksi Brian saat menerima suratku bertengger di pikiranku sejak semalam. Entah dari mana kepercayaan diriku muncul dan memutuskan untuk menulis lirik lagu Coldplay yang berjudul Sparks. Perjalanan ke kampus sungguh berbeda hari ini. Cuaca pagi yang cerah dan udara pagi yang segar, seolah mendukung dan menenangkanku. Aku menggunakan earphone dan mulai memutar musik. Salah satu lirik dari Everglow yang dibawakan oleh Coldplay menyadarkanku, meyakinkanku, dan secara tidak langsung memberiku kekuatan.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

Aku yang masih baru memang sengaja diminta untuk berlatih sendirian. “Yaaaa, Kak,” jawabku tersendat. Berbicara sambil menahan paha dan bokong yang pegal luar biasa bukanlah hal yang mudah. “Ayo semangat. Supaya kakak kelasmu takut.” Kak Roni menyeringai. *** Aku tiba di rumah dengan keadaan tubuh tak bisa bergerak dengan semestinya. Untuk berjalan ke teras rumah yang posisinya lebih tinggi dari garasi saja kaki sakitnya bukan main.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai walk you home
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status