Antara Ambisi dan Cinta
Aroma telur orak-arik, roti panggang, dan kopi hitam menguar dari dapur, menyebar ke seluruh lantai bawah rumah yang terlalu rapi—terlalu sepi.
Cantika duduk di ujung meja makan, tubuhnya tegak sempurna dalam balutan setelan jas krem muda, blus satin gading, dan celana cutbray yang serasi. Wajahnya sudah dipoles riasan natural dengan seulas lipstik nude dan alis yang disisir rapi. Rambutnya dikuncir rendah, elegan tapi fungsional. Ia tampak seperti perempuan paling siap di ruangan mana pun, kecuali di ruangan ini.