Di Ujung Senja
Redita mencebik lalu menerobos masuk ke dalam.
Adnan hanya terkekeh, lalu menutup pintu dan menyusul gadisnya itu ke kamar. Tampak gadis itu terkejut luar biasa ketika mendapati kamarnya sudah ada beberapa bunga segar di vas, sebuah bucket mawar dan sekotak coklat yang Redita tahu itu bukanlah cokelat merek sembarangan, itu cokelat mahal.
"Astaga, ada acara apa emangnya hari ini, Mas? Valentine?" Redita terperanjat lalu menoleh dan menatap Adnan yang tersenyum begitu manis itu.