Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menyerah

Menyerah

Bab 3 *Agresif Tak terasa seminggu sudah eyang meninggalkan kami, acara tahlilan tujuh hari pun usai digelar. Tenda, kursi, karpet dan semua peralatan acara sudah dibereskan. Rumah jadi kembali bersih dan terlihat lega.
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 549 Times as waning
Read
+Library
The Time Replayers

The Time Replayers

aku menunjuk langit senja. “Hmmm,” pandangan mata Starla mengikuti tanganku. “Senja hari sehabis hujan, pemandangan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Orang barat menyebutnya ‘vanilla sky’.” “Kenapa vanilla?” “Entahlah, istilah itu kupikir karena langit senja usai hujan nampak seperti vanilla. Langit berawan yang ditingkahi sinar matahari senja yang menyebar. Pemandangan yang seperti mimpi, aku bisa berlama-lama menikmatinya.”
106.4K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as waning
Read
+Library
Dipertemukan Oleh Pengkhianatan, Berakhir di Pelaminan

Dipertemukan Oleh Pengkhianatan, Berakhir di Pelaminan

Venus menimpali dengan bibir cemberut. Lalu hening, mereka memutuskan fokus mengawasi pintu utama untuk memantau kedatangan Wulan dan Altezza. Matahari begitu cantik dengan sinar jingganya seolah ingin mengucapkan salam perpisahan karena akan digantikan oleh sang rembulan. Namun tunggu punya tunggu, hingga langit berubah gelap—mereka tidak melihat Altezza dan Wulan melewati pintu utama.
10136.3K viewsCompletedAdded to Library 4.1K Times as waning
Show Reviews (10)
Read
+Library
lullaby dreamy
utk kisah svarga n' zaviya ada di app lain ga thor ? ato emg baru prtama ada di GN ? soalnya novel² karya author kan rata² udh tamat di app lain, tp on going di app ini . penasaran n' ga sabaran bgt sumpah kalo nunggu cm 1 ato 2 bab perhari .
Shaka Shakuntala
bacaan yg bagus, emosi ikut naik turun dengan cerita main character berikut antagonisnya, yah meskipun hrs nabung poin berhari2 utk bisa baca bbrp bab sekaligus, tp rasanya gak prnh bs cukup.. .........
Read All Reviews
Ethernal Hopes Of The Moon

Ethernal Hopes Of The Moon

"Kamu belum tidur?" Sapaanya menarikku untuk beringsut duduk di sebelahnya. Mata kami bersitatap sesaat sebelum aku beralih pada lautan yang kini tampak bergejolak dengan ombak yang agak meninggi. Pantulan lunar yang mengambang terdistorsi dan menyebar, menampakkan fase wanning yang semakin naik, menandakan sebentar lagi purnama. "Lagi istirahat, habis ngebut kejar deadline."
103.0K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as waning
Read
+Library
Purnama

Purnama

"Wan, bisa pinjem uang ke kantor lu? Gue butuh modal nih. Kantor lu kan perusahaan bonavid." "Lu lupa Bang, gue baru tiga bulan di situ. Songong banget gue udah berani pinjem-pinjem." "Ah, payah lu gak mau bantuin kakak sendiri." Awan berlalu begitu saja menuju ke kamarnya. Sementara Bintang masih dengan kekesalannya.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as waning
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia menunjuk halaman itu. “Namun untuk tetap punya tempat di mana kamu bisa kembali, bahkan saat kamu tidak tahu.” Kursor berkedip. Sekali. Pelan. Tidak mendesak. Tidak meminta. Hanya hadir. Musim yang Mengizinkan Diam Di langit Omni-Nuranipura, matahari kecil tidak lagi naik dengan cepat. Ia berhenti di satu titik. Cahaya menyebar,
965 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as waning
Read
+Library
The Wind

The Wind

Katanya masih menatap sunset yang semakin tenggelam. "Kita itu mirip sunset... sunset yang di lihat di waktu yang tepat... tapi, kayaknya ada sedikit kesalahan saat kita melihat sunset... entah itu waktunya yang sedikit kurang tepat, atau kita salah dalam cara melihat sunset itu sendiri?" Evan mengatakan itu sambil matanya terus mengamati sunset yang semakin tenggelam menyisakan semburat jingga di langit. "Evan, lo kenapa, sih? Gue nggak ngerti apa yang lo omongin..." aku menatapnya penuh tanya, kata-kata puitisnya itu semakin membuatku curiga.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as waning
Read
+Library
Exit

Exit

jawab salah satu dari mereka, membalas candaan April. April tertawa kecil, berjalan menuju bangku. Aku juga mengikuti gerak April, menanggapi dengan tawa, dari pada suasana canggung. “Kalau biji wijennya genap. Itu biasanya pertanda kalau keuangan negara sedang kritis. Jadi, kalian harus membayar sendiri jika ada acara makan-makan dengan papahku lain kali.” April mendekati bangku empat anak itu setelah meraih tas ranselnya, sok memasang wajah serius dan misterius.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as waning
Read
+Library
Ethereal

Ethereal

Suara yang familiar, namun tetap asing di telinganya. “Kau…. siapa?” Wendy menyipitkan matanya yang sekiranya sudah bengkak. Di mata Wendy, yang ada hanya seorang pria yang sedang berdiri menjulang di depannya, wajahnya buram, punt tidak terlihat jelas karena tertimpa cahaya bulan yang membuatnya membayang. “Kau tidak bisa melihatku?”
103.0K viewsOn holdAdded to Library 82 Times as waning
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

Ucap mama. “Ya, Ma, An juga mau pulang ke rumah, tapi nanti di bulan 12 ini.” Jawab ku. “Ya, kamu pulang di bulan Desember saja! Bantu mama buat kue, karena kakak-kakak mu juga belum tahu pulang/enggak. Gara-gara si Corona lah ini, semua jadi sulit.” Ucap mama. “Ya, doakan mama saja biar aku dan kakak-kakak semua bisa pulang, natal juga tahun baru bisa merayakan bersama. Mama jangan khawatir, An pasti pulang.”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as waning
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status