Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Evanescent

Evanescent

sebuah motor berhenti tepat di depan mata ku. "Tidak,"ucapku tetap melanjutkan langkah yang terjeda. "Daripada siang siang jalan kaki. Nanti skincare mu luntur loh,"ajak Revan ku abaikan. Skin care? Benda apa itu? Aku saja bahkan tidak pernah mengusap wajahku dengan apapun. Kecuali saat lebaran dan Bundanya Nacita memoleskan bedak di permukaan wajahku.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Revian memutus sambungan video callnya. ***
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Gagal Menjadi Bulanmu

Gagal Menjadi Bulanmu

"Nona Nadine, Anda yakin ingin memproses perceraian? Setelah resmi, ini nggak bisa dibatalkan lagi." "Aku sangat yakin." Tepat saat stempel resmi dicapkan, hatinya justru diliputi ketenangan yang aneh. Ternyata begini rasanya ketika hati benar-benar mati rasa. Tidak sakit, tidak perih, bagaikan mencabut gigi yang sudah membusuk. Di tengah ramainya terminal bandara, Nadine menggenggam tiket pesawat sekali jalan, lalu melirik ponselnya untuk terakhir kali.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
The Time Replayers

The Time Replayers

aku menunjuk langit senja. “Hmmm,” pandangan mata Starla mengikuti tanganku. “Senja hari sehabis hujan, pemandangan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Orang barat menyebutnya ‘vanilla sky’.” “Kenapa vanilla?” “Entahlah, istilah itu kupikir karena langit senja usai hujan nampak seperti vanilla. Langit berawan yang ditingkahi sinar matahari senja yang menyebar. Pemandangan yang seperti mimpi, aku bisa berlama-lama menikmatinya.”
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Dipertemukan Oleh Pengkhianatan, Berakhir di Pelaminan

Dipertemukan Oleh Pengkhianatan, Berakhir di Pelaminan

Venus menimpali dengan bibir cemberut. Lalu hening, mereka memutuskan fokus mengawasi pintu utama untuk memantau kedatangan Wulan dan Altezza. Matahari begitu cantik dengan sinar jingganya seolah ingin mengucapkan salam perpisahan karena akan digantikan oleh sang rembulan. Namun tunggu punya tunggu, hingga langit berubah gelap—mereka tidak melihat Altezza dan Wulan melewati pintu utama.
10135.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai waning
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
lullaby dreamy
utk kisah svarga n' zaviya ada di app lain ga thor ? ato emg baru prtama ada di GN ? soalnya novel² karya author kan rata² udh tamat di app lain, tp on going di app ini . penasaran n' ga sabaran bgt sumpah kalo nunggu cm 1 ato 2 bab perhari .
Shaka Shakuntala
bacaan yg bagus, emosi ikut naik turun dengan cerita main character berikut antagonisnya, yah meskipun hrs nabung poin berhari2 utk bisa baca bbrp bab sekaligus, tp rasanya gak prnh bs cukup.. .........
Baca Semua Ulasan
Ethernal Hopes Of The Moon

Ethernal Hopes Of The Moon

"Kamu belum tidur?" Sapaanya menarikku untuk beringsut duduk di sebelahnya. Mata kami bersitatap sesaat sebelum aku beralih pada lautan yang kini tampak bergejolak dengan ombak yang agak meninggi. Pantulan lunar yang mengambang terdistorsi dan menyebar, menampakkan fase wanning yang semakin naik, menandakan sebentar lagi purnama. "Lagi istirahat, habis ngebut kejar deadline."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Purnama

Purnama

"Wan, bisa pinjem uang ke kantor lu? Gue butuh modal nih. Kantor lu kan perusahaan bonavid." "Lu lupa Bang, gue baru tiga bulan di situ. Songong banget gue udah berani pinjem-pinjem." "Ah, payah lu gak mau bantuin kakak sendiri." Awan berlalu begitu saja menuju ke kamarnya. Sementara Bintang masih dengan kekesalannya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
The Wind

The Wind

Katanya masih menatap sunset yang semakin tenggelam. "Kita itu mirip sunset... sunset yang di lihat di waktu yang tepat... tapi, kayaknya ada sedikit kesalahan saat kita melihat sunset... entah itu waktunya yang sedikit kurang tepat, atau kita salah dalam cara melihat sunset itu sendiri?" Evan mengatakan itu sambil matanya terus mengamati sunset yang semakin tenggelam menyisakan semburat jingga di langit. "Evan, lo kenapa, sih? Gue nggak ngerti apa yang lo omongin..." aku menatapnya penuh tanya, kata-kata puitisnya itu semakin membuatku curiga.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

jawab salah satu dari mereka, membalas candaan April. April tertawa kecil, berjalan menuju bangku. Aku juga mengikuti gerak April, menanggapi dengan tawa, dari pada suasana canggung. “Kalau biji wijennya genap. Itu biasanya pertanda kalau keuangan negara sedang kritis. Jadi, kalian harus membayar sendiri jika ada acara makan-makan dengan papahku lain kali.” April mendekati bangku empat anak itu setelah meraih tas ranselnya, sok memasang wajah serius dan misterius.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status