Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Winter's Tale

Winter's Tale

Sudah bisa dipastikan pasti akan meninggalkan bekas. Badan Shinta makin melemas. Nafasnya sudah habis. Matanya memburam. Paru-parunya terasa terbakar karena tak ada pasokan oksigen yang mengisinya. Tubuh Shinta kelonjotan untuk terakhir kalinya sebelum semua rontaannya melemas.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
CINTA YANG HILANG

CINTA YANG HILANG

ucap Mamah Adelia pada suaminya, setalah itu berlalu dari sana. Papah Wijaya hanya bisa menghelai napas beratnya sambil menatap kepergian istrinya. “Lihatlah Davin. Minta maaf sama Mamahmu, Papah dan Mamahmu itu bukan tidak mengerti posisi kamu, kita paham. Tapi, apa yang kami lakukan ini demi kebaikan kamu, Davin,” Sejenak Papah Wijaya menjeda ucapannya, pria paruh baya itu kembali menghelai napas beratnya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Sebuah cincin berukiran nama seseorang, cincin malang yang pasti juga merindukan pemiliknya. Sudah lama sekali sosok itu berdiam di hatinya, sosok yang meskipun sudah tidak lagi berada di dekatnya, tapi tetap menguasai hati dan pikiran si pria tampan sepanjang waktu. Dia adalah sang bulan, rembulan dingin yang membeku diam, menunggu kejora kecil yang hilang ditelan pekatnya malam. Di sana pria itu tertunduk diam, menyaksikan setelah sekian lama, tidak ada yang berubah dari dirinya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Entah sampai kapan harus menunggu. Mawar menengadahkan wajahnya ke atas memandangi langit yang sudah lama berubah warna. Matanya berkaca-kaca, dia mengigit bibirnya lalu tangannya bergerak mengusap perutnya, merasakan lapar yang tak kunjung hilang sejak tadi. Dengan badan lemah, Mawar perlahan bangkit dari posisi duduknya, berjalan menyusuri hutan dengan di temani sinar bulan sebagai penerang setiap langkahnya.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Bunda enggak sabar ingin segara memberitahukan soal lamaran kemarin pada suaminya. *** Senja telah menunjukkan keberadaannya pertanda malam akan datang menggantikan waktu sore. Begitu juga dengan hati seseorang akan ada yang pergi dalam kehidupan tapi akan ada yang datang menggantikan seseorang. Mungkin ini saatnya Layinah harus melupakan bang Lutfi mencoba menerima hati dari bang Dito. Enggak adil memang bila bang Dito hanya Layinah jadikan pelampiasan ini bukan pelampiasan tapi mencoba mencari hati yang tulus.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

jelas Faiz. Keduanya terdiam lagi. Iskha memang sungguh tak ingin membahas masalah keluarga Wijaya. Baginya persoalan ini urusan pribadi mereka yang tak seharusnya dibahas. Mereka sudah berjalan keluar komplek menapaki jalanan trotoar dengan paving berwarna kemerahan. Matahari sudah mulai condong ke barat dengan warna jingga memudar. Awan-awan yang ad adi dekatnya pun membiaskan warna keemasan sehingga lapisan-lapisan uap airnya memantulkan warna yang serupa namun agak sedikit kemerahan.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Usai mengucapkan itu, Nayara mundur dua langkah, lalu berbalik pergi meninggalkan Manggala yang terus menatap ke arah menghilangnya Nayara. Kata-kata perpisahan Nayara terulang di kepalanya. You're not the owner of your life. Sesuatu terasa sangat benar, tapi kebenaran itu menyakitinya sangat. Manggala menoleh ke arah luar, terpaku menatap malam. Pandangannya kosong. Sekosong langit malam yang gelap tanpa bintang dan bulan. Semua keindahan malam tertutup awan. Angin malam bertiup menjanjikan hujan.
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 764 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
A Wish

A Wish

Tanya Vina dengan suara yang sudah mulai melunak. Violet menggeleng, "Enggak ada, Ma." Jawaban Violet membuat Vina mengangguk sesaat, "Mama enggak akan lama." Lalu pergi meninggalkan Violet yang kembali melamun. Otak gadis itu berpikir keras. Beberapa saat setelah dia sadar dari pingsannya dan memastikan tidak ada orang yang menjaga dirinya, gadis itu kembali pergi ke taman atap mencari El yang semalam terlihat sangat lemah. Violet yakin sekali kalau El seperti mau pingsan semalam, bahkan dia juga sangat yakin kalau El tidak mampu untuk berjalan menuruni tangga. Saat Violet bertanya pada suster apakah ada pasien laki-laki dan juga menyebut ciri-ciri El, suster itu hanya menggeleng.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai waning
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status