Katakan Saja Ini Takdir
Rose membalik badan, netranya bergetar, aroma sabun yang digunakan Vee pun menyeruak hidungnya, wangi.
"Jawab aku!"
"Harus natap mata aku kalau tanya, jangan lihat bawah, lantai nggak lebih tampan daripada aku."
Sumpah demi kolor Vee yang berwarna hitam, Rose ingin sekali menggantinya dengan warna pink. Vee banyak maunya, persis seperti putrinya.
Rose mengalah, ia mendongak, menatap Vee yang saat ini menampilkan senyuman yang entah Rose sendiri tidak tahu apa yang membuat Vee terlihat begitu bahagia. "Jawab aku, Vee."
Chapitres populaires