Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Garis Tangan Sang Putra Mahkota

Garis Tangan Sang Putra Mahkota

Warung tersebut tak begitu besar, hanya ada dua meja panjang dengan empat bangku yang panjangnya senada dan beratapkan terpal. Warseno masih berdiri tapi matanya terbelalak, badannya gemetar, hatinya dag-dig-dug. Ia sudah lelah mencari Wandari kemana-mana. Ternyata yang ia cari muncul sendiri dihadapannya saat ia sudah berhenti mencari.
290 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Karma pahit seorang pelakor

Karma pahit seorang pelakor

Warung ini berada tepat dikaki gunung Agung, sehingga udaranya begitu sejuk dan pemandangan hijau yang memanjakan mata pengunjung, sehingga pengunjung begitu betah berlama-lama berada diwarung ini. Pak Jarno dan Mursiyem memilih tempat yang pojok, Sumini pun sudah bangun. Anak itu benar-benar sama sekali tak merepotkan, sejak perjalanan berangkat, dia tidak rewel sama sekali, bahkan kini dia makan disuapin ibunya dengan sangat lahap tanpa banyak memilih lauk seperti anak seusianya pada umumnya. "Heh wes denger kabar tentang pak Lurah ta rek?"
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Pendekar Tangan Dewa

Pendekar Tangan Dewa

ucap Li Bing setelah duduk di bangku yang kosong. Pemilik warung merasa senang karena kedatangan tamu seperti Li Bing. Buru-buru dia membuatkan menu terbaik yang menjadi ciri khasnya. "Ini Sup Iga Kambing Gunung, Tuan Muda. Ini adalah makanan khas di tempatku sekaligus juga makanan terenak di sini," kata pemilik warung sambil menyuguhkan hidangan yang dimaksud. Pemilik warung tersebut terus menyediakan berbagai menu makanan sampai meja di sana penuh oleh makanan dan minuman.
73.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
MAS FAIMO BAKUL TEMPE

MAS FAIMO BAKUL TEMPE

"Beli tempe di warung bu Mariyah, Tempe di bungkus daun talas. Janganlah suka menyerah, karena sukses bukan milik si pemalas." ****** Fangying juga Wong Li Yue memutuskan untuk menginap di rumah Buntario untuk sementara waktu. Kehidupan yang sangat berbeda dari apa yang dia terima selama ini. Rumah sederhana milik orangtua Buntario memang sangat jauh dengan Rumah besar bak istana milik kakek Wei Jun yang lengkap dan mewah fasilitasnya. Mau mandi tinggal menyalakankran air maka air hangat pun bisa langsung sampai ke kulit. Suhu udara panas tinggal menekan tanda minus pada remote AC maka ruangan seketika menjadi sejuk, makanan berbagai jenis sudah tersedia tanpa harus ikut berkotor-kotor kepas
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

kataku, disambut tawa mereka. Kami memutuskan untuk sarapan di *Warung Makan Sari* lagi, warung kecil yang kami kunjungi kemarin. Meja-meja kayu di bawah atap daun kelapa masih terasa nyaman, dengan pemandangan sawah hijau yang menyejukkan mata. Kami memesan nasi jinggo dengan ayam suwir dan sambal matah, ditambah soto Bali untuk Nayla dan Mama Siska, serta kopi tubruk untukku dan Tom. Jack, Liam, dan Ethan memilih jus mangga, masih trauma dengan sambal kemarin.
10367.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.0K kali sebagai warung bi eem
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Terpaksa Menikahi Om-Om

Terpaksa Menikahi Om-Om

Amschel menunjukkan buku menunya pada Karin. "Aku gak bawel ya. Ya makan rawon aja. Kok baru tau ya?" "Katanya sih pemilik warungnya dari Indonesia." "Serius?" Karin tak percaya, dari namanya saja unik 'warung?'. Amachel mengangguk. "Bentar ya, aku mau kesana dulu." Terlihat pemilik warung yang memakai kebaya dan berkonde itu masih menggoreng. "Saya ingin memesan dua rawon. Dan minumannya teh hangat saja."
8.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

” (Warung saya tutup jam sepuluh malam. Bimo yang sudah ada di rumah, segera memacu motornya menuju kawasan Dago, tapi di bagian pemukiman padat kelas menengah ke bawah. Bimo memarkir motor di depan warung sembako yang tadi siang disambanginya. Ternyata di dalam sudah ada seorang wanita usia separuh abad. “Ini Bi Inah.” ucap pemilik warung.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

-o0o- "Aku mendengar Pak Tua Kusumo, pemilik warung di pusat kadipaten, mengatakan kalau kau sedang sakit, Bik. Apa benar begitu?" Angon Luwak bertanya pada Nyai Cemarawangi. Ketika itu mereka bermalam di hutan. Desa terdekat masih cukup jauh. Sementara malam sudah terlalu larut untuk menempuh perjalanan. Karenanya mereka membuat api unggun.
98.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai warung bi eem
Baca
+Pustaka
Warisan Artefak Kuno

Warisan Artefak Kuno

Bau bawang putih yang meresap dalam kuah kaldu daging, membuat dua belas anggota ekspedisi itu tak sanggup menahan air liur yang menetes. Harumnya arak baijiu yang dihangatkan di perapian, tercium aromanya hingga jarak sepuluh meter, membuat Meng Jiang tak dapat menahan diri. Dengan lompatan gesit, ia memasuki warung makan sederhana yang papan namanya tertulis besar-besar, "Kedai Jin Hua Nainai." (Jin Hua artinya Bunga Emas, sedangkan Nainai artinya nenek)
9.8227.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai warung bi eem
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
LINDA GUNAWAN
awalnya keren. warna silatnya kental. di kisaran 75-80% alurnya malah bukan cerita silat, sepertinya sdh kehabisan cerita, malah cerita ala pokemon/pokemon go/cerita ala games muncul. please deh...mending gak usah maksain konflik sikat menjadi konflik games.
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
Oleh-oleh dari Mertua

Oleh-oleh dari Mertua

"Paman tidur. Fatma ke rumah Min, masak." Aku mengangguk paham. Keluarga Bibi jualan warung tenda pada malam hari. Jadi Paman tidur pada siang. Kak Fatma--anak Bibi dan beberapa saudara menyiapkan beberapa bahan untuk jualan seperti memasak nasi, membuat bumbu nasi goreng, ayam ungkep, bumbu kuning untuk lele, potongan sayur, dan sambal. "Ada Radith, Emyr main sama Radith." Lalu wanita yang parasnya sedikit mirip Ibu itu meminta Radith mengajak Emyr bermain.
9.9370.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.7K kali sebagai warung bi eem
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
Anies
baca cerita ini 2th lalu tapi pas bab terakhir aku gak berani baca waktu itu takut sad ending tapi hari ini aku baca lg beberapa bab terakhir dan beraniin buka bab Tamat'nya dan aku menyesal sudah parno duluan ternyata semua gak seperti yg aku bayangkan.. cerita author memang selalu luar biasa
dewi partuna_
Keren alurnya tidak tertebak. Typo nya sedikit. Karakter nya real bgt,tidak dipaksa paksa. Sukses menbuat aku kesal,marah,berdesir,puas,merinding,menangis,tersipu,dan tertipu oleh alur. Ada edukasi tipis2 juga mengenai Budaya. Kata kata nya pun indah setengah puitis. Ah baru kali ini beri rating .
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status