Bujang Lapuk ( Malam Pertama dengan Om Perkasa )
"Iya, masak datang dari jauh nggak niat menegur atau menyapa. Nanti saja ceritanya, kamu sholatlah dulu."
Delapan tahun yang lalu.
Wajah tenang dan gagah, kulit sawo matang dengan tubuh kekar, serta tatapan tajam yang mengisyaratkan tak ada rasa gentar.
Dia tengah berhadapan dengan dara berambut panjang dan berkulit hitam manis, bertubuh agak kurus dan memakai dress bewarna kuning gading.
Mereka tengah berada di sebuah warung tenda yang terletak di tepi jalan. Warung tempat isturahat yang hanya menyediakan jus dan minuman dingin.