Rayuan Maut Para Tetanggaku
Suasananya sepi, eksklusif, dan membuatku bisa fokus melatih kekuatan batin sekaligus fisik tanpa gangguan.
Satu jam berlalu, tubuhku sudah bersimbah peluh. Aku meraih ponsel yang semalam mati total karena kehabisan baterai. Begitu menyala, rentetan notifikasi meledak bagaikan senapan mesin. Pesan dari Ardi, Clarissa, Eliana, dan yang paling mengejutkan adalah notifikasi dari Tok-tok.
"Gila!" aku terbelalak melihat layar.