Mayat-Mayat Hidup
Gugun terkekeh lagi.
“Itu sih kayak gunung wisata, dong.”
“Iya, Mbak, sekadar nemenin si Anja, Kiman, dan si Candra aja saya, mah.” Gugun tersenyum. “Hitung-hitung saya liburan akhir pekan aja.”
“Iya, deh, mumpung masih muda, banyakin jalan-jalan dulu.”
“Nah, itu maksud saya, Mbak. Mumpung masih muda, ada ongkos, dan ada waktu.” Gugun tertawa lebih keras.
Hot Chapters