Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!
Hanya suara angin malam yang menyapa dari pegunungan di kejauhan, menemani keheningan di antara mereka.
Meski begitu, hati Suri tak bisa sepenuhnya tenang. Setiap gerakan Romeo, setiap tatapannya yang dalam, membuat Suri semakin yakin bahwa pria ini adalah satu-satunya yang mampu mengisi relung hatinya dengan cinta.
Setelah selesai makan, Romeo mengangkat gelasnya, menawarkan toast. “Untuk bersatunya cinta kita."
Suri mengangguk, mengangkat gelasnya juga. “Untuk kita,” balasnya, suaranya sedikit bergetar karena emosi yang meluap.
Bab Populer