Satu Malam Untuk Selamanya
Segaris senyum tipis melengkung di bibirnya.
"Jadi sekarang kamu sudah mengakui kalau kita saling kenal?" ucapnya mendengarku menyebut namanya. "Berpura-pura itu memang melelahkan, Vio." Dia tersenyum lagi, kali ini seperti sedang meledekku.
Aku memalingkan wajah, nggak sanggup membalas tatapannya yang dalam.
"Sudah kubilang aku ini unforgotten, Vio. Jangan lupa, Kenzio Mahanta, your forever crush. Kamu mencintainya sampai ke tulang." Kenzio menyimpul senyum menggodaku.