Fragile Heart
pintanya pada Xavier yang masih berdiri di ambang pintu untuk duduk di sampingnya.
Xavier sedikit mengembuskan napas panjang. Pria itu melangkah mendekat pada Jelena, menuruti keinginan wanita itu. Meski tatapannya masih mencuri-curi melihat wajah Jasmine, tapi pria itu segera duduk di samping Jelena.
“Apa kau tadi sibuk, Xavier?” tanya Johan seraya menatap Xavier.
“Tadi asistenku melaporkan beberapa project kerja sama perusahaanku di New York, Paman,” jawab Xavier dengan nada datar, tapi tetap terdengar sopan.