Kami Tanpa Kamu
"Syukurlah kalau nggak papa, aku cuma khawatir."
"Nggak kok, tenang aja, Mbak."
Ramaniya anteng berada di gendonganku, matanya terbuka dan beberapa kali berkedip. Pipinya gembul dan sebentar lagi bisa miring. Rambutnya mirip Mas Malik yang sedikit ikal, matanya mirip denganku yang sedikit sipit. Ramaniya berdarah Lampung yang khas berkulit putih.
"Waktu di rumahmu, ternyata kamu punya banyak nenek ya? Akur semua."