Tukar Pasangan (Jodoh)?
Dia menunjukan senyum ramah, lalu memberi kode agar aku segera makan.
"Eh, enggak Mas," tolakku salah tingkah. Bisa bahaya kalau dia menyuapi aku.
Tanganku refleks mengambil nasi goreng, ayam, sayur dan sambal. Dipikir-pikir kokinya pengertian juga karena memasakan ini untuk kami. Dia seperti tahu kalau lidahku adalah lidah sunda, beda sama Tsabit yang terbiasa memakan hidangan Perancis, Italia sampai china.