Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
You And Me

You And Me

"Lana, kamu belum tau kehidupanku yang sesungguhnya. Setelah mengetahui semuanya apa kamu masih akan mau bersamaku?" "Tentu saja aku mau, setelah semua yang aku lakukan denganmu, bagiku kamu satu-satunya, Noah. Aku mencintaimu." "Lana, sebelum kamu mengenalkan aku kepada kedua orang tua kamu, apa besok kamu mau ikut denganku ke suatu tempat?" "Besok? Tapi aku besok sekolah." "Besok kamu tidak perlu masuk sekolah, aku akan mengajak kamu ke suatu tempat, di mana kamu akan tau siapa aku yang sesungguhnya."
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai your tomorrow my yesterday
Baca
+Pustaka
You Are My Moon

You Are My Moon

Tak lama Anton langsung mengangkat telponnya. “Hallo, Anton? sorry tadi aku masih ada shift. Ada apa?” tanyaku. “Besok masih ada kerja gak?” “Besok sabtu ya… nggak ada.” “Bisa nemenin aku besok gak? Sampe orang tuaku pulang nanti. Besok orang tuaku mau ke luar kota, katanya sih hari minggu juga pulang.” “Baiklah-baiklah…”
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai your tomorrow my yesterday
Baca
+Pustaka
ARE YOU DONE, MY DEAR?

ARE YOU DONE, MY DEAR?

Dia teringat dengan Kenzi. --------- Sarah membuka mata sekali lagi lalu melihat sekeliling kamarnya yang kosong. Aku bermimpi melihat ayah untuk melupakan masa lalu yang menyakitkan dan mulai menjalani hari? Sarah tertawa kecil, menertawakan hal yang tidak dia ketahui lalu turun dari tempat tidur.
634.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai your tomorrow my yesterday
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

Alarm sudah berkali-kali bunyi sejak tadi namun, belum juga dimatikan oleh pemiliknya. “Eemmm,” eram seseorang bergerak untuk mematikan alarm dan melihat jam dengan wajah yang masih berat. “Astaghfirullah udah subuh,” ucap Ica saat mengetahui jika dirinya telat bangun tahajjut. Sebegitu lelahkah ia semalam sampai tidur sepulas itu.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai your tomorrow my yesterday
Baca
+Pustaka
Someone Before You

Someone Before You

Talitha menunjuk ke deretan rumah toko yang berjajar sepanjang jalan. "Enak. Manisnya pas." "Yang matcha atau vanilla juga enak." "Masih buka, nggak? Aku pengen beli." "Kayaknya udah tutup." "Hmm." "Besok kubeliin, deh. Entar dikirim lewat kurir." "Enggak usah. Aku beli sendiri. Kebetulan besok sore mau ada meeting sama teman adikku itu. Kantornya nggak jauh dari sini."
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai your tomorrow my yesterday
Baca
+Pustaka
ALTER MY FATE

ALTER MY FATE

Dia bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk berbicara lagi dengan sahabat terbaiknya. Setelah berbicara cukup lama, Yono baru menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Havi. Dia menatap sahabatnya itu dengan teliti, lalu berkata, "Havi, aku baru sadar kalau hari ini kamu kelihatan jauh lebih tampan! Padahal, hari Sabtu kemarin kita juga ngobrol, tapi kamu tidak terlihat setampan sekarang!" ujarnya.
259 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai your tomorrow my yesterday
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Tidak biasanya, karena ini terlalu siang untuk dia pulang dari tempat kerjanya. "Assalamualaikum," terdengar suara orang mengucap salam. Benar saja yang kudengar adalah suara dari mas Guntur. "Waalaikumsalam," aku bergegas membukakan pintu yang sebelumnya aku berada didalam kamar untuk membaringkan dan meluruskan otot, setelah berkutat dengan olahan pesanan customer ketring kecil milikku yang baru kurintis, tepatnya satu tahun yang lalu.
9.4123.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai your tomorrow my yesterday
Baca
+Pustaka
Towards You

Towards You

Beberapa kali ia menghembuskan napas untuk meyakinkan diri sedniri, bahwa hari ini semuanya pasti akan berjalan dengan lancar. Saat jarak beberapa meter lagi sampai di kantornya, ia melihat food truck penjual sandwich yang sedari kemarin sangat ingin ia beli. Baru saat ini lah ia bisa mengabulkan keinginannya tersebut. Dan lagi, Lidia memang pagi ini belum sarapan. Sepertinya keputusan yang sangat tepat ia membeli sandwich tersebut.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai your tomorrow my yesterday
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status