Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rasa Tanpa Tatap

Rasa Tanpa Tatap

"Terima kasih." "Sama-sama ... em, Ayers." "Hm?" "Kau baik-baik saja? Kau seperti orang yang sedang sakit." Ayers tertawa kecil. "Aku baik. Hanya saja aku kurang tidur semalam. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Jadi, ya ... aku harus bergadang," dusta pria itu. Antara tidak ingin membuat Isabelle khawatir, atau gengsi mengakui bahwa ia seperti ini karena takut pada sosok tidak jelas di rumah Isabelle.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as ไร้เดียงสา
Read
+Library
PERMINTAAN GILA KAKAKKU

PERMINTAAN GILA KAKAKKU

Eh! ***
10148.7K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as ไร้เดียงสา
Show Reviews (43)
Read
+Library
dhee_n@
ini statusx msih bersambung thor, apa ad kemungkinan masih ad lnjutanx thor? stdakx bonchap msh mw lht daffa menmbal sobekan2 RTx, membahagiakan kel kclx aplg risa msh trauma smpe ad adekx cila thor... berkali2 ulang bc ttp sj nyesek... yok bs thor...
Eni Rahayu
seru banget ceritanya,,,, tambahin lagi hall babnya, kuarng puas bacanya kalau cuman 4 bab tiap harinya,,, soalnya bagus banget ini cerita, selalu aku update trs tiap jam, sangking nggak sabaranya aku dengan cerita selanjutnya......
Read All Reviews
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Kemarin stres.” “Stres apa?! Kerja bagus, hidup nyaman, pacar nggak ada — itu pilihan kamu sendiri,” Mama ngomel sambil menepuk kasur. “Kalau kamu tuh nggak terlalu bar-bar dan nggak ngegas mulu sama cowok, mungkin sudah ada yang naksir!” Selin membalik badan dan menutupi kepala dengan bantal. “Ma. . . please. Aku baru bangun.”
10727 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as ไร้เดียงสา
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Tanpa berkata apa pun, Aru berlari keluar menuju dispenser terdekat. Tubuh Ria tergeletak tak berdaya. Satu hal yang ingin dia lakukan hanya satu. Ia ingin memejamkan mata lalu menghilang di satu titik. Tapi otak sepertinya tak lagi mampu berkoordinasi dengan organ tubuhnya. Sementara itu Baskara terus melihat ke arahnya. Sorot mata yang ia akui memang tidak pernah berubah. Tatapan yang selalu ia hindari demi dapat berlari pergi.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as ไร้เดียงสา
Read
+Library
Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir

Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir

"Kenapa?" Ia tersenyum miris. "Karena tidak ada cinta hanya ada hutang budi dan rasa bersalah yang menahun. Pernikahan kami seperti dua orang asing yang dipaksa tinggal di rumah yang sama. Tidak ada pertengkaran besar, tapi juga tidak ada kehangatan. Semua terasa hampa." Aku menelan ludah, mencoba mengatur napas. "Jadi kamu masih bersamanya karena?"
107.1K viewsCompletedAdded to Library 247 Times as ไร้เดียงสา
Read
+Library
MALAM TANPA WAJAH

MALAM TANPA WAJAH

Sosok itu tidak bergerak, hanya berdiri diam seperti bayangan yang menunggu sesuatu. Alia mencoba untuk memfokuskan pandangannya, tetapi semakin ia melihat, semakin ia merasa bahwa ada yang salah. Sosok itu tidak memiliki wajah. Wajahnya datar, kosong tidak ada mata, hidung, atau mulut yang bisa dikenali. Hanya sebuah permukaan halus dan datar yang tampak seperti kulit manusia, tanpa ekspresi atau identitas. Sosok itu hanya berdiri di sana, diam, dan menatap Alia dengan cara yang menakutkan meski tak ada wajah yang bisa dilihat.
535 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as ไร้เดียงสา
Read
+Library
Bersama Tanpa Terpaksa

Bersama Tanpa Terpaksa

Eleanora Dei Gratia Dia mencintai seseorang apa adanya. Dengan bodoh, dengan tergesa. Melakukan apapun agar seseorang yang dia cintai itu menjadi miliknya. Bahkan ... Ia sampai melakukan sedikit hal-hal licik. Seperti mematikan mcb listrik agar lelakinya tak bisa memasak mi instan dan berakhir menerima makanannya. Selicik itu Eleanora. Dan kalau mau lebih licik lagi, Eleanora bisa, selagi itu bisa membuat Devan, yang dia cintai, menjadi miliknya.
4.0K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as ไร้เดียงสา
Read
+Library
Tidak Semudah itu Melupakanmu

Tidak Semudah itu Melupakanmu

Mendengar kata suami, Wanita cantik itu menatap Damian dengan marah. “Kalau bukan karena ulah kamu aku tidak akan mengalami semua penderitaan ini, aku tidak akan direndahkan, Damian!” teriak Vanesa. Damian kaget mendengar suara teriakan kemarahan Vanesa, “Aku minta maaf, aku ingin memperbaiki semuanya.” “Terlambat, aku sudah menjual tubuhku demi mendapatkan uang untuk membayar hutang dan pengobatan papiku. Apa kamu puas?’
1.3K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as ไร้เดียงสา
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status