5/B เมืองร้างต้องคำสาปที่หายสาปสูญ

5/B เมืองร้างต้องคำสาปที่หายสาปสูญ

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-07-01
Bahasa: Thai
goodnovel12goodnovel
Belum ada penilaian
15Bab
1.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

เมื่อฮารุและอิจินักเรียนอีกคนของห้องม.5/B ถูกให้รับมอบหมายไปกำจัดเงาปีศาลที่เมืองร้างที่หายสาปสูญไปนับร้อยปี...พวกเขาจะเอาชีวิตรอดกลับมาได้หรือไม่

Lihat lebih banyak

Bab 1

ก้าวสู่เมืองที่สาปสูญ

Serena Williams menatap pantulan cermin. Menunjukkan wajah cantiknya yang dibalut make up cantik hasil dari penata rias terkenal. Juga rambut hitamnya yang dicepol sederhana dengan tambahan mahkota mewah membuatnya tampak anggun. Jangan lupakan betapa cantik gaun yang ia pakai. Gaun putih dengan payet berpotongan rendah pada dadanya itu sengaja dibuat agar leher jenjangnya terekspos dengan baik. Payet yang mengelilingi bagian pinggangnya terbentuk sempurna. Serena terlihat begitu menawan saat menuruni tangga yang menghubungkan tempat acara dengan kamar yang ia pesan.

Dadanya berdesir ketika melihat ballroom yang ditata dengan berbagai bunga-bunga yang cantik. Ada satu kue bertingkat berukuran besar yang dihias dengan namanya berdampingan dengan nama seseorang yang hari ini akan resmi menjadi suaminya, Aarav Dominic.

Ya! Hari ini ia akan menikah. Dengan sosok pria yang hanya ditemuinya beberapa hari sebelum pernikahan ini dimulai. Pernikahan yang akan ia jalani tidaklah didasarkan pada cinta. Namun kesalahpahaman yang nyatanya membuat mereka terikat dalam sebuah hubungan yang Serena sendiri tidak inginkan.

Aarav... Pria itu bahkan tidak terlihat di manapun. Bahkan saat Serena dirias tadi. Pria itu tidak menunjukkan wajahnya sedikitpun. Entah di mana pria itu berada. Hanya Tuhan yang tahu.

Masih lekang dalam ingatan Serena ketika kesalahpahaman itu terjadi, Aarav marah besar. Pria yang kabarnya irit bicara dan miskin senyum itu semakin menunjukkan kebengisannya. Ia bahkan sempat mengancam Serena.

"Kupastikan pernikahan ini tidak akan mudah bagimu!" katanya kala itu.

Dan kini, ia yakin pernikahannya memang tidak mudah. Banyak hal yang akan terjadi. Terlebih ketika ia tahu Aarav akan membencinya setelah pernikahan mereka resmi dilaksanakan.

"Nyonya?!" kata pelayan yang membantunya memasang gaun tadi.

Serena menoleh. "Ya?"

"Saya menemukan catatan ini di atas meja rias... Mungkin Tuan meninggalkannya untuk anda..."

Serena meraih catatan tersebut lalu membukanya. Dalam catatan yang dibungkus amplop berwarna biru terang itu terselip sebuah foto. Serena terbelalak ketika melihat Aarav sedang berpose memeluk seorang wanita seksi dengan pemandangan langit kota London yang indah. Wajah Serena memerah. Bagaimana bisa ia menemukan foto calon suaminya bersama wanita lain dihari pernikahannya?

Serena lantas membuka lipatan kertas yang juga berada dalam amplop tersebut. Ada catatan kecil dari kertas dan tinta yang sengaja ditulis oleh Aarav.

"Kau pasti berpikir jika aku akan menjadikanmu ratu, kan? Jangan bermimpi, Gundik. Kau hanya pelayan!!!"

Aarav

Kalimat yang ditulis dengan sangat jelas itu mau tidak mau membuat kaki Serena mendadak selemah agar-agar. Ia nyaris jatuh ke belakang, seolah kakinya tidak mampu menopang berat tubuhnya. Serena pias. Keringat dingin mengucur deras dari dahinya.

Gundik? Pelayan?

Jadi selama ini itukah anggapan Aarav terhadapnya?

"Nyonya?! Kau tidak apa?!" tanya pelayan tadi. Ia tampak khawatir melihat tubuh Serena yang berubah sekering keripik.

Serena menggeleng. "Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja..." serunya dengan tubuh yang gemetar. Ia benar-benar ketakutan.

Pintu ballroom terbuka. Menampakkan sesosok tubuh jangkung dengan mata setajam elang dan sedalam batu onyx sedang berjalan masuk.

"Di sana Tuan Dominic sudah datang. Sebentar lagi upacara pernikahan akan dilaksanakan!" bisik pelayan tadi dengan penuh arti. "Selamat ya, Nyonya. Saya yakin, kau adalah wanita yang sangat beruntung di dunia ini karena sudah menaklukkan pria sedingin Tuan Dominic!" tambahnya girang.

Pelayan ini pasti tidak tahu jika dalam surat yang ia berikan pada Serena tadi, Aarav mengancamnya. Pria itu bahkan terang-terangan menunjukkan fotonya dengan seorang gadis cantik dan seksi yang dipeluknya. Dan apa katanya? Wanita paling beruntung? Serena yakin setelah ini hidupnya pasti akan seperti di neraka.

"Ayo, Nyonya! Upacara pernikahan akan segera berlangsung!" pelayan tadi membantu mengangkat gaun besar Serena. Di atas sana sudah ada Aarav yang berdiri untuk melakukan janji suci pernikahan. Serena disambut oleh sang ayah, Adam Williams.

"Selamat, putriku... Ayah senang kau menemukan cinta sejatimu!" seru Adam. Ia lantas meraih tangan Serena dan membawanya melangkah menuju Aarav yang sudah menunggunya.

Saat berjalan beriringan bersama sang ayah, Serena bisa melihat Aarav sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Tidak ada pandangan lembut dan penuh cinta seperti yang biasa ditunjukkan pasangan-pasangan lain. Yang dilihat Serena hanyalah tatapan penuh kebencian yang nyata dari sosok pria di hadapannya.

"Kuberikan putriku padamu, Nak Aarav. Kuharap kau akan menjaganya, mencintainya, dan akan selalu bersamanya dalam suka maupun duka..." seru Adam Williams, lalu menyerahkan tangan Serena dalam genggaman Aarav.

Pria itu tersenyum. "Tentu, Sir. Saya akan menjaga putri anda dengan sepenuh hati dan tidak akan pernah melepaskannya sedetikpun!"

Tidak akan melapaskannya sedikitpun...

Apakah itu artinya Aarav tidak akan melepaskannya dari penderitaan walaupun hanya untuk sedetik?

Ketika Aarav mengatakan hal tersebut, Serena merasakan tangan pria itu meremas tangannya dengan begitu keras hingga Serena nyaris terpekik. Namun ia menahan diri untuk tidak bersuara. Sebagai gantinya, Serena hanya bisa tersenyum.

Sepeninggal ayahnya, ia dan Aarav berada dalam mimbar pernikahan. Aarav menatapnya sedetik, lalu menggumamkan kalimat yang hanya mampu didengar oleh Serena.

"Gaun itu sangat mahal, kau tahu? Tapi sayangnya, tubuh kotormu tidak pantas mengenakan gaun rancangan desainer terkenal!"

Kalimat itu menusuk Serena. Ada air mata yang mendadak ingin keluar dari matanya. Namun sekuat tenaga Serena berusaha menahannya dan menggantinya dengan senyum. "Aku senang kau memilihkan gaun cantik ini, Tuan Dominic. Aku sangat terkesan..." jawabnya lembut. Sejak awal ia sama sekali tidak ingin menjadikan Aarav sebagai rivalnya. Karena percuma saja. Pria itu pasti akan dengan mudah menghancurkannya. Jadi alih-alih membuatnya sebagai saingan, ia lebih memilih tunduk dalam perintah Aarav. Mungkin dengan begitu, hidupnya tidak akan terlalu sulit.

Aarav berdecih. "Maaf saja kalau kau berpikiran begitu, Tuan Puteri. Sayangnya, aku sama sekali tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Kalau bukan karena ibuku yang memilihkan gaun itu, aku pasti sudah menyobeknya dari beberapa jam yang lalu!"

Seperti ditampar, wajah Serena berubah semerah tomat. Sejujurnya ia ingin sekali menampar pria dihadapannya ini. Namun ia tidak bisa, bagaimanapun juga ia memiliki banyak hutang budi pada keluarga pria itu. "Kalau begitu, aku akan berterima kasih pada ibu sesudah acara ini selesai..." jawabnya.

Geram karena kalimat menyakitkannya tetap tidak membuat Serena jengah, Aarav lantas melemparkan bom molotovnya di depan Serena. "Omong-omong, apa kau sudah baca dan lihat suratku tadi?"

Serena kembali pias.

"Ah, kau pasti belum tahu siapa dia, kan? Dia Evelyn Gultom. Kau pasti pernah mendengar namanya. Dia model papan atas, kalau boleh kutambahkan. Dia tidak berasal dari kelas rendahan yang bersedia memberikan tubuhnya untuk membayar hutang sepertimu. Dan kau tahu, seharusnya dia adalah wanita yang berdiri di sampingku saat ini untuk kunikahi. Bukan kau!"

Evelyn Gultom... Serena terhenyak. Pantas saja, ia seolah pernah melihat wanita itu dalam foto tadi. Tidak! Serena tidak boleh terlihat lemah di hadapan Aarav. Jika tidak, pria itu akan dengan mudah menghajar hatinya hingga babak belur. "Dia wanita yang cantik..." gumam Serena.

"Benar sekali! Dan nanti malam aku akan menghabiskan malam pertamaku dengannya."

Serena menoleh.

"Bagiku, dia adalah istriku. Bukan kau, jadi harus bagaimana?"

***

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
15 Bab
ก้าวสู่เมืองที่สาปสูญ
ประตูมิติที่เรืองแสงสีม่วงหม่นอยู่เบื้องหน้าบิดเบี้ยวคล้ายภาพสะท้อนในกระจกที่แตกละเอียด ฮารุในชุดนักเรียนที่ดูคล่องตัวไม่ต่างจากชุดผจญภัย จ้องมองช่องว่างแห่งมิติด้วยดวงตาที่เต็มไปด้วยความมุ่งมั่น มือข้างหนึ่งกระชับกล้องถ่ายรูปที่ห้อยอยู่ข้างตัว อีกข้างหนึ่งพร้อมที่จะหยิบขวดกักเก็บวิญญาณที่เหน็บไว้กับเข็มขัดข้างๆ กัน อิจิเองก็มีสีหน้าเคร่งขรึมไม่แพ้กัน ดวงตาสีเข้มของเขาจับจ้องไปยังความว่างเปล่าเบื้องหลังประตู พลางกำด้ามมีดอาคมที่ซ่อนอยู่ในแขนเสื้ออย่างมั่นคง แม้ความกลัวจะเกาะกุมอยู่ในใจ แต่ในฐานะเพื่อนและผู้ร่วมภารกิจ เขาจะไม่ยอมถอยเด็ดขาด"พร้อมนะฮารุ" อิจิเอ่ยเสียงเรียบ พยายามระงับความประหม่าฮารุพยักหน้าเล็กน้อย "กว่าจะมาถึงที่นี่ได้ ไม่พร้อมก็บ้าแล้วล่ะ" เธอกล่าวพร้อมกับฉีกยิ้มบางๆ ที่มุมปากเพื่อคลายความตึงเครียด "ไปกันเลย!"ไม่รอช้า ฮารุก็ออกก้าวแรก ทะลวงผ่านผืนอากาศที่บิดเบี้ยวของประตูมิติ ตามมาด้วยอิจิที่ก้าวตามหลังทันที ราวกับมีแรงดูดมหาศาลดึงพวกเขาเข้าไปทันทีที่ก้าวพ้นจากประตู มิติแห่งกาลเวลาก็ดูเหมือนจะหยุดนิ่ง ทุกสิ่งรอบกายเปลี่ยนไปอย่างสิ้นเชิงพวกเขายืนอยู่ท่ามกลาง เมือง
Baca selengkapnya
ผู้คนที่ยังหลงเหลือ
เสียงกรีดร้องแหบพร่าเมื่อครู่ยังคงก้องอยู่ในโสตประสาทของฮารุและอิจิ ทั้งคู่ยืนนิ่ง สายตาจับจ้องไปยังซอกตึกมืดมิดที่มาของเสียง ความเงียบที่กลับคืนมาดูเหมือนจะหนักอึ้งกว่าเดิม บรรยากาศกดดันจนสัมผัสได้ถึงหยาดเหงื่อเย็นๆ ที่ผุดขึ้นบนแผ่นหลังของอิจิ"เมื่อกี้...มันอะไรกัน" ฮารุถามเสียงกระซิบ มือยังคงกำขวดกักเก็บวิญญาณแน่นอิจิส่ายหน้าช้าๆ "ไม่รู้สิ...แต่นาฬิกาของเธอก็ยังไม่เตือนเลยนะฮารุ"ทันใดนั้นเอง...ฟิ้ว!เสียงบางอย่างเคลื่อนผ่านด้านหลังพวกเขาไปอย่างรวดเร็วราวกับสายลม กระแสลมเย็นวาบที่ปะทะกับแผ่นหลังของทั้งคู่ทำให้พวกเขาถึงกับสะดุ้งเฮือก มันไม่ใช่เสียงลมพัด แต่เป็นเสียงของการเคลื่อนไหวที่คล่องแคล่วว่องไวเกินมนุษย์"อะไรน่ะ?!" ฮารุอุทานด้วยความตกใจ หันขวับไปมองด้านหลังทันทีแต่ก่อนที่ฮารุจะทันได้เห็นสิ่งใด อิจิก็ตอบสนองเร็วกว่าสัญชาตญาณ เขาไม่ได้หันไปมองด้านหลัง แต่ใช้เท้าทั้งสองข้างถีบพื้นออกตัวพุ่งทะยานไปข้างหน้าทันทีราวกับจรวด ด้วยความเร็วของนักกีฬาที่ผ่านการฝึกฝนมาอย่างหนัก ร่างของเขาพุ่งเข้าไปในซอกตึกที่มืดมิดซึ่งเป็นทิศทางที่เสียงนั้นเคลื่อนผ่านไป"อิจิ! เดี๋ยว!" ฮารุร้องเรียกด้ว
Baca selengkapnya
เราจะผ่านมันไปด้วยกัน
ท้องฟ้ายามค่ำคืนที่ประดับประดาด้วยดวงดาวนับล้านกลับถูกฉีกกระชากด้วยเงาที่ดำมืดกว่ารัตติกาล เงาร่างนั้นพุ่งทะยานลงมาจากเบื้องบนด้วยความเร็วที่เหนือการมองเห็นของมนุษย์ปกติ เป้าหมายชัดเจน… ฮารุฮารุกำลังเดินเคียงข้างอิจิ สายตาเหม่อมองดวงจันทร์สีนวลอย่างเพลินเพลิน ทันใดนั้น ความรู้สึกผิดปกติก็แผ่ซ่านเข้ามาในประสาทสัมผัสของเธอ อากาศรอบกายเย็นเยียบลงอย่างกะทันหัน ราวกับมีบางสิ่งดึงเอาความร้อนทั้งหมดออกไปจากชั้นบรรยากาศ“อิจิ…” ฮารุพึมพำ น้ำเสียงเต็มไปด้วยความรู้สึกไม่ชอบมาพากลยังไม่ทันที่เธอจะพูดจบ เสียงคำรามต่ำลึกก็ฉีกผ่านความเงียบสงัด คลื่นเสียงนั้นไม่ใช่เสียงจากสัตว์ป่าบนโลก แต่เป็นเสียงที่มาจากห้วงลึกของความมืดมิด… เสียงของบางสิ่งที่ไม่ควรมีอยู่จริงอิจิไม่รอช้า สัญชาตญาณนักรบของเขาพลุ่งพล่าน เขาเห็นเงาขนาดมหึมาที่กำลังทิ้งตัวลงมา รูปร่างคล้ายสัตว์ร้าย แต่บิดเบี้ยวและเต็มไปด้วยหนามแหลมคม มันไม่ใช่สิ่งมีชีวิตที่เขารู้จัก ไม่ใช่ภูตผีธรรมดาที่เคยเผชิญหน้า“หลบ!” อิจิตะโกนลั่น พร้อมกับตวัดแขนออกไปคว้าเอวของฮารุ กระชากร่างบอบบางให้พุ่งหลบออกไปจากจุดที่เงาปีศาจกำลังจะพุ่งลงมาอย่างเฉียดฉิว พื
Baca selengkapnya
เงามรณะ
ท้องฟ้ายามรุ่งสางที่ควรจะนำพาความหวังมาให้ กลับถูกบดบังด้วยเมฆดำทะมึนที่ก่อตัวอย่างรวดเร็วเหนือยอดเขา ความเงียบสงัดที่เคยปกคลุมผืนป่าถูกแทนที่ด้วยเสียงลมกระโชกแรง และกลิ่นอายเย็นเยียบที่แฝงไปด้วยพลังงานมืดมิดอิจิและฮารุกำลังเดินทางผ่านเส้นทางป่าที่คดเคี้ยว มุ่งหน้าสู่หมู่บ้านเล็กๆ ที่ตั้งอยู่เชิงเขา เพื่อค้นหาเบาะแสเกี่ยวกับนิมิตของฮารุและเงาปีศาจที่จู่โจมพวกเขาเมื่อคืน ฮารุสวมเสื้อคลุมกันหนาวตัวหนา แม้จะออกเดินทางมาได้ไม่นาน เธอก็รู้สึกได้ถึงความผิดปกติของบรรยากาศรอบตัว“อิจิ… นายรู้สึกเหมือนกันไหม?” ฮารุพึมพำ น้ำเสียงของเธอเจือความกังวล “เหมือนมีบางอย่างกำลังจับจ้องเราอยู่”อิจิชะงักฝีเท้า เขาพยักหน้าช้าๆ ดวงตาคมกริบสแกนไปทั่วบริเวณป่าทึบเบื้องหน้า “รู้สึก… แรงกดดันมันชัดเจนกว่าเมื่อคืนนี้ด้วยซ้ำ” เขากระชับดาบที่เหน็บอยู่ข้างเอวแน่นขึ้น “มันไม่ได้อยากให้เราไปถึงหมู่บ้านนั่น”ทันใดนั้น เสียงกรีดร้องโหยหวนก็ดังขึ้นจากความมืดมิดเบื้องหน้า ไม่ใช่เสียงคำรามแบบสัตว์ร้าย แต่เป็นเสียงที่บาดลึกเข้าไปในโสตประสาท ราวกับวิญญาณที่ถูกทรมาน มันเป็นสัญญาณของการมาเยือนของบางสิ่งที่เหนือธรรมชาติ… แล
Baca selengkapnya
การตามล่า
แสงจันทร์สีนวลสาดส่องลงมาต้องพื้นป่าที่มืดมิด ต้นไม้ใหญ่แผ่กิ่งก้านสาขาบดบังท้องฟ้าที่เต็มไปด้วยดวงดาว ทว่าแสงสว่างริบหรี่นั้นก็เพียงพอที่จะเผยให้เห็นเงาร่างสองร่างที่กำลังก้าวเดินอย่างเชื่องช้า อิจิพยุงร่างที่อ่อนล้าของเขาไปตามทาง ส่วน ฮารุ เดินเคียงข้างด้วยสีหน้าเคร่งเครียด การต่อสู้ครั้งก่อนทิ้งร่องรอยบาดแผลไว้บนแขนของอิจิ แม้ฮารุจะทำแผลให้เขาแล้ว แต่บาดแผลลึกนั้นก็ยังคงส่งผลให้การเคลื่อนไหวของเขาไม่คล่องตัวนักหลังจากที่ได้เห็นภาพนิมิตอันน่าสะพรึงกลัวในศาลเจ้า และได้พบผ้ายันต์โบราณผืนแรก พวกเขาก็ตัดสินใจเดินทางต่อไปยังอีกหมู่บ้านหนึ่งที่อิจิจำได้ว่าเคยมีบันทึกเก่าแก่กล่าวถึงตำนานของผ้ายันต์คล้ายคลึงกัน ผ้ายันต์ที่อาจเป็นกุญแจสำคัญในการหยุดยั้งหายนะที่จะเกิดขึ้น“นายยังไหวแน่นะอิจิ?” ฮารุถามด้วยน้ำเสียงกังวล เมื่อสังเกตเห็นอิจิสะดุดก้อนหินเล็กๆ“ไหวสิ… แค่นี้ไม่เป็นอะไรหรอก” อิจิฝืนยิ้ม พยายามแสดงความแข็งแกร่งออกมา “ที่สำคัญคือเราต้องไปให้ถึงหมู่บ้านนั้นให้เร็วที่สุด ก่อนที่มันจะสายเกินไป”ความเงียบเข้าปกคลุมอีกครั้ง มีเพียงเสียงฝีเท้าที่ย่ำไปบนใบไม้แห้ง และเสียงลมพัดกระทบยอดไม้เท่
Baca selengkapnya
บททดสอบ
ท้องฟ้าเหนือป่าทึบยังคงมืดมิดด้วยเงามืดของเมฆฝนที่รวมตัวกันหนาแน่น แต่ไม่มีฝนตกปรอยลงมา มีเพียงกระแสลมหนาวที่พัดเอาความเงียบงันและความกดดันอันหนักอึ้งมาปกคลุมผืนป่า อิจิและฮารุก้าวเดินอย่างเชื่องช้า ร่างกายของอิจิยังคงเจ็บปวดจากบาดแผลฉกรรจ์ที่สีข้าง แม้ฮารุจะใช้มนตราแห่งชีวิตเยียวยาไปแล้ว แต่พลังงานที่ร่อยหรอของเธอก็ไม่อาจฟื้นฟูเขาได้เต็มที่ ฮารุเองก็ดูซีดเซียวจากการใช้พลังที่เพิ่งตื่นขึ้นมานั้นอย่างหนักหน่วง“นายไหวแน่นะอิจิ?” ฮารุเอ่ยถามด้วยความเป็นห่วง น้ำเสียงของเธอแผ่วเบาจนแทบไม่ได้ยิน“ไหวสิ… แค่นี้ไม่เป็นอะไรหรอก” อิจิฝืนยิ้ม เขากระชับดาบในมือแน่นขึ้น แม้จะรู้สึกชาไปทั้งแขน “ที่สำคัญคือเราต้องไปให้ถึงที่นั่น… ที่ที่ตำนานกล่าวขานว่าผ้ายันต์ผืนที่สองถูกเก็บซ่อนไว้”บรรยากาศรอบตัวยิ่งทวีความตึงเครียดมากขึ้นเรื่อยๆ ราวกับมีบางสิ่งที่มองไม่เห็นกำลังจับจ้องพวกเขาจากทุกทิศทุกทาง มีเพียงเสียงฝีเท้าของทั้งคู่ที่ย่ำไปบนใบไม้แห้งเท่านั้นที่ดังขึ้นเป็นระยะๆ ความเงียบงันนั้นน่าขนลุกยิ่งกว่าเสียงคำรามของปีศาจ“ฉันรู้สึกถึงพลังงานที่แข็งแกร่ง… อิจิ” ฮารุพึมพำ “มันไม่ใช่พลังงานมืดแบบปีศาจ… แต่
Baca selengkapnya
แสงแรก
แสงแรกของอรุณรุ่งสาดส่องลอดผ่านม่านเมฆหนาทึบ ย้อมผืนป่าให้เป็นสีเทาหม่น อิจิพยุงร่างที่อ่อนล้าของเขาเดินเคียงข้างฮารุที่ยังคงดูซีดเซียวจากการใช้พลังอย่างหนักหน่วง บาดแผลที่สีข้างของอิจิยังคงสร้างความเจ็บปวดอย่างต่อเนื่อง แต่ความมุ่งมั่นที่จะค้นหาคำตอบและปกป้องฮารุทำให้เขาไม่ยอมหยุดพัก พวกเขากำลังเดินทางย้อนกลับไปยังศาลเจ้าโบราณที่ซ่อนอยู่ในหมู่บ้านร้าง ซึ่งเป็นที่ที่ฮารุได้เห็นนิมิตครั้งแรกและพวกเขาได้พบผ้ายันต์ผืนแรก“นายแน่ใจนะอิจิว่าการกลับไปที่ศาลเจ้าเป็นความคิดที่ดี?” ฮารุเอ่ยถาม น้ำเสียงของเธอเจือความกังวล “ที่นั่นมีพลังงานประหลาด… และฉันก็รู้สึกไม่ค่อยดีเลย”“ฉันมั่นใจฮารุ” อิจิตอบ ดวงตาคมกริบของเขาสอดส่องไปรอบตัว “บางที… ผนังศาลเจ้านั้นอาจจะบอกอะไรเราได้อีก หรืออย่างน้อยเราก็จะได้พักฟื้นร่างกายและวางแผนได้”ขณะที่พวกเขาเดินลึกเข้าไปในป่า บรรยากาศรอบตัวก็เริ่มเปลี่ยนไป ความเย็นเยียบที่แฝงด้วยพลังงานมืดมิดเริ่มปกคลุมหนาแน่นขึ้น กลิ่นอายของซากปรักหักพังและอดีตอันเลือนรางลอยมาตามลม อิจิรู้สึกได้ถึงแรงกดดันที่มองไม่เห็น มันไม่ใช่พลังที่เกรี้ยวกราดแบบปีศาจที่พวกเขาเคยเผชิญหน้า แต่เป
Baca selengkapnya
ผ้ายันต์
แสงอาทิตย์ยามบ่ายแผดเผาทะเลทรายอันกว้างใหญ่ให้ระอุเป็นเพลิง พื้นทรายสีทองทอดยาวสุดลูกหูลูกตา บิดเบือนภาพลวงตาจากความร้อนจนผืนฟ้าและพื้นทรายดูเหมือนจะบรรจบกัน อิจิและฮารุเดินฝ่าพายุทรายที่เริ่มก่อตัวอย่างเชื่องช้า ร่างกายของอิจิยังคงไม่สมบูรณ์ บาดแผลที่สีข้างส่งสัญญาณเจ็บแปลบทุกครั้งที่เขาขยับตัว ส่วนฮารุก็ดูอ่อนแรงจากการใช้พลังแห่งชีวิตเมื่อครั้งก่อน แต่ดวงตาของพวกเขายังคงเต็มไปด้วยความมุ่งมั่น“นี่มัน… กว้างใหญ่กว่าที่คิดเยอะเลยนะอิจิ” ฮารุเอ่ย น้ำเสียงของเธอแหบแห้งจากการเดินทาง “นายแน่ใจนะว่าเรามาถูกทาง?”“สัญลักษณ์บนผ้ายันต์บอกใบ้ถึงภูเขาที่มีลำธารไหลผ่าน… หรือถ้ำที่มีน้ำตก” อิจิตอบ พยายามกลั้นเสียงหอบหายใจ “และจากแผนที่ที่ศาลเจ้าเผยให้เห็น… สถานที่นั้นอยู่กลางทะเลทรายแห่งนี้”ลมพายุทรายเริ่มโหมกระหน่ำรุนแรงขึ้น เม็ดทรายเล็กๆ ปลิวว่อนกระทบใบหน้าจนรู้สึกเจ็บแสบ ทัศนวิสัยเริ่มเลือนรางลงเรื่อยๆ จนแทบมองไม่เห็นอะไรที่อยู่ตรงหน้า อิจิยกแขนขึ้นบังใบหน้าของฮารุไว้“พายุทรายกำลังมาแล้ว! เราต้องหาที่กำบัง!” อิจิตะโกนบอก เสียงของเขาแทบจะถูกกลืนหายไปในเสียงลมในชั่วพริบตาเดียว พายุทรายก็โหมกร
Baca selengkapnya
ปกป้อง
คืนเดือนมืดปกคลุมผืนป่าดิบชื้นทางตอนเหนือของสยามประเทศ แสงจันทร์แทบไม่สามารถส่องผ่านม่านไม้หนาทึบลงมาได้ มีเพียงเสียงจิ้งหรีดเรไรร้องระงม และเสียงลมกระโชกแรงที่พัดกิ่งไม้ใบหญ้าให้เสียดสีกันเป็นระยะ ราวกับเสียงกระซิบกระซาบจากวิญญาณแห่งป่า อิจิและฮารุยังคงก้าวเดินอย่างเชื่องช้า ร่างกายของอิจิอ่อนล้าจากบาดแผลที่ไม่ได้รับการรักษาอย่างเต็มที่ ส่วนฮารุก็ดูซีดเซียวจากการใช้พลังแห่งชีวิตครั้งล่าสุด แต่ดวงตาของทั้งคู่ยังคงฉายแววความมุ่งมั่นที่จะค้นหาผ้ายันต์ผืนสุดท้ายที่ปรากฏในนิมิตของฮารุ“อากาศที่นี่มันแปลกๆ นะอิจิ” ฮารุพึมพำ น้ำเสียงของเธอแผ่วเบา “มันเย็นยะเยือกกว่าที่ควรจะเป็น… เหมือนมีบางอย่างกำลังจับจ้องเราอยู่”“ใช่… ฉันก็รู้สึกได้” อิจิตอบ เขากระชับดาบในมือแน่นขึ้น “พลังงานที่นี่ไม่ใช่พลังงานของปีศาจ แต่เป็นพลังที่เก่าแก่กว่านั้น… ลึกซึ้งกว่านั้น”ตามนิมิตของฮารุ ผ้ายันต์ผืนสุดท้ายถูกซ่อนอยู่ใต้ต้นไม้โบราณที่สูงเสียดฟ้าในป่าลึกแห่งนี้ ต้นไม้ที่แผ่กิ่งก้านสาขาปกคลุมไปทั่วบริเวณ และมีแสงสีม่วงเข้มเปล่งออกมาจากรากของมัน“เรามาถูกทางแล้วใช่ไหมอิจิ?” ฮารุถาม“ฉันหวังว่าอย่างนั้นฮารุ” อิจิตอ
Baca selengkapnya
การบาดเจ็บ
คืนเดือนมืดปกคลุมผืนป่าดิบชื้นทางตอนเหนือของสยามประเทศ แสงจันทร์แทบไม่สามารถส่องผ่านม่านไม้หนาทึบลงมาได้ มีเพียงเสียงจิ้งหรีดเรไรร้องระงม และเสียงลมกระโชกแรงที่พัดกิ่งไม้ใบหญ้าให้เสียดสีกันเป็นระยะ ราวกับเสียงกระซิบกระซาบจากวิญญาณแห่งป่า อิจิและฮารุยังคงก้าวเดินอย่างเชื่องช้า ร่างกายของอิจิอ่อนล้าจากบาดแผลที่ไม่ได้รับการรักษาอย่างเต็มที่ ส่วนฮารุก็ดูซีดเซียวจากการใช้พลังแห่งชีวิตครั้งล่าสุด แต่ดวงตาของทั้งคู่ยังคงฉายแววความมุ่งมั่นที่จะค้นหาผ้ายันต์ผืนสุดท้ายที่ปรากฏในนิมิตของฮารุ“อากาศที่นี่มันแปลกๆ นะอิจิ” ฮารุพึมพำ น้ำเสียงของเธอแผ่วเบา “มันเย็นยะเยือกกว่าที่ควรจะเป็น… เหมือนมีบางอย่างกำลังจับจ้องเราอยู่”“ใช่… ฉันก็รู้สึกได้” อิจิตอบ เขากระชับดาบในมือแน่นขึ้น “พลังงานที่นี่ไม่ใช่พลังงานของปีศาจ แต่มันเป็นพลังที่เก่าแก่กว่านั้น… ลึกซึ้งกว่านั้น”ตามนิมิตของฮารุ ผ้ายันต์ผืนสุดท้ายถูกซ่อนอยู่ใต้ต้นไม้โบราณที่สูงเสียดฟ้าในป่าลึกแห่งนี้ ต้นไม้ที่แผ่กิ่งก้านสาขาปกคลุมไปทั่วบริเวณ และมีแสงสีม่วงเข้มเปล่งออกมาจากรากของมัน“เรามาถูกทางแล้วใช่ไหมอิจิ?” ฮารุถาม“ฉันหวังว่าอย่างนั้นฮารุ” อิจ
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status