Masukลี่มี่มี่นางงิ้วชื่อดังและบิวตี้บล็อกเกอร์ชื่อก้องถูกย้อนเวลากลับไปเมื่อ 600กว่าปีก่อน ณ.จวนสกุลหลินซึ่งถูกพระราชโองการสั่งประหาร 9 ชั่วโคตร จนหมดสิ้นตระกูล และเธอคือคุณหนูสิบหกนามว่าาหลินลี่ชา ซึ่งถูกไฟคลอกตายภายในบ่อน้ำร้าง ท่ามกลางสายตาคู่หนึ่งขององครักษ์เสื้อแพรซึ่งเป็นว่าที่คู่หมั้นของเธอในชาติอดีต "ข้าจะกลับมาหาเจ้าอย่างแน่นอน...ซือหม่าเยี่ยคัง ข้าจะต้องได้กลับมาแน่!!! ครั้นเธอถูกนำกลับมาอีกครั้งในฐานะลี่มี่มี่ นางงิ้วชื่อดังแห่งหอเลี่ยงเฟิ่ง และวางแผนที่จะเข้ามาเป็นอนุภรรยาของท่านโหวจอมโหด เพื่อเข้ามาอยู่ในจวนตงฉ่างโหวให้ได้ ลี่มี่มี่ต้องการคิดบัญชีแค้นกับทุกคนที่ทำให้ตระกูลหลินต้องสูญสิ้นโดยเฉพาะตงฉ่างโหวหรือซือหม่าเยี่ยคัง ผู้บัญชาการองครักษ์เสื้อแพรคนปัจจุบัน ท่านโหวจอมโหด ตาหนวดหน้าเหี้ยมที่ลี่มี่มี่ใช้เรียก แต่แล้วกลับถูกซ้อนแผนอย่างย่อยยับจากที่จะต้องเข้ามาเป็นอนุภรรยา ดันกลับกลายมาเป็นฮูหยินของท่านโหวจอมโหดแทน
Lihat lebih banyak"Andai saja Mas Alvin tidak pergi malam ini.” Seorang wanita mengeluh saat mengingat suami tercintanya memilih pergi untuk urusan pekerjaan.
Nayla, wanita muda berparas cantik itu memilih duduk di depan meja rias untuk memoles sedikit wajahnya.
Wajah berlesung pipit itu terlihat berseri sembari membayangkan Alvin–sang suami–akan segera kembali.
Sebentar. Ya, kata itulah yang dia janjikan kepada Nayla. Wanita muda dengan kulit putih bersihnya itu merebahkan diri di atas tempat tidur berukuran besar. Benaknya membayangkan sikap manis Alvin yang yang selalu memanjakannya. Entah kapan tepatnya mata bening itu terasa berat, membuatnya tertidur seketika.
Kulitnya meremang ketika merasakan hangatnya deru napas di tengkuknya. Tubuhnya terasa geli, ada sesuatu menggelitik perutnya. Tangannya terus menepis tangan kekar yang terus menjelajahi beberapa inti tubunya. Namun, tangan yang masih terbungkus kemeja itu memiliki tenaga yang kuat, hingga mampu menarik tubuh mungil Nayla semakin mendekat padanya.
Mata Nayla masih terasa berat untuk terbuka. Dalam cahaya ruangan kamarnya yang begitu minim, dia dapat melihat raut wajah seorang pria, meski tidak terlalu jelas.
Bibir Nayla perlahan melengkung menghadirkan senyum manis di sana, kala melihat samar-samar wajah pria itu juga kini ikut tersenyum. Mungkinkah Alvin menepati janjinya untuk tidak pergi terlalu lama?
Keinginan itu tak tertahan, keduanya telah terbakar gairah. Siluet tubuh mereka seakan menari indah di pantulan dinding. Berharap ada benih yang dapat segera tumbuh dalam rahim wanita muda itu.
Mata Nayla mulai megerjap. Rasa haus kini mulai menjalari tenggorokannya. Tangan wanita itu dengan cepat mencari saklar lampu utama untuk memperjelas penglihatan.
"Astaghfirullah!" pekik Nayla ketika mendapati seorang pria terbaring di sampingnya.
Dengan cepat dia menutupi tubuh bagian atasnya yang terbuka. Nayla memicingkan mata untuk memperjelas penglihatan. Berharap matanya salah melihat.
"Ka-Kak Alvaro!" ucapnya lirih. Wanita itu menutup mulut menggunakan telapak tangan. Ujung selimut semakin dia pegang erat. Dia menyadari bahwa pria yang berada di atas tempat pembaringan bersama sang suami, bukanlah lelaki miliknya. Dada Nayla mulai bergemuruh, kemana perginya Alvin?
Pria dengan dada terbuka itu, perlahan mulai membuka mata ketika mendengar suara seseorang memanggilnya.
"Auw!" Pria itu meringis seperti menahan sakit. Tangannya meremas rambut hitam lebat yang acak-acakan.
"Kak Alvaro!" teriak Nayla lagi, kali ini lebih keras dari sebelumnya.
Alvaro menoleh perlahan, kepalanya masih terasa berat. Matanya seketika membelalak saat melihat seorang wanita membalut tubuhnya dengan selimut tebal.
Dirinya semakin terkejut ketika menatap sang wanita yang tidak lain adalah adik iparnya.
"Kamu? Kenapa ada di sini?" tanyanya. Matanya menatap ke arah Nayla yang sedari tadi menunduk.
"Harusnya aku yang tanya seperti itu!" Wanita itu memberanikan diri bersikap tegas meski dengan suara sedikit bergetar.
Alvaro meraih kemeja dan celana panjang hitamnya di lantai lalu, dengan santai memakainya, meski beberapa langkah darinya berdiri Nayla yang sangat ketakutan.
"Kenapa Kakak berada di kamarku?" sentaknya lagi.
"Apa?" Alvaro menoleh dengan cepat setelah mendengar ucapan Nayla. "Ini kamar kamu?" Pria itu kembali bertanya dengan nada suara beratnya. Matanya mulai memindai setiap sudut ruangan.
Benar, ini bukan kamarnya. Ruangan perpaduan antara warna putih dan pink itu sudah jelas menunjukan jika dia telah salah masuk kamar.
Nayla tidak lagi bersuara. Air matanya kini telah luruh membasahi pipi. Dia mulai terisak sesaat mengingat kejadian beberapa saat lalu.
"Ya Tuhan!" Alvaro menepuk keningnya. "Sial! Gara-gara minuman itu aku jadi seperti ini," decaknya kesal.
Melihat Nayla yang telah terisak membuat hatinya menjadi segan. Perlahan dia menghampiri wanita yang masih menyembunyikan dirinya di balik selimut tebal berwarna putih. Jalannya masih sempoyongan akibat pengaruh wine dan sebuah obat dari sahabatnya.
"Kenapa Kakak melakukan semua ini? Apa salahku? Bagaimana …, bagaimana kalo mas Alvin tahu?" tangis Nayla kini pecah. Perasaannya kacau, dan semuanya disebabkan oleh Alvaro.
"Nay, aku sungguh minta maaf. Aku nggak tahu akan berakibat fatal seperti ini. Aku nggak ada maksud untuk–"
"Untuk membuat pernikahanku hancur? Kak Alvaro memang sedari dulu tidak pernah menyukaiku. Apa ini alasan Kakak untuk menyingkirkan aku dari sisi mas Alvin?" cecar Nayla penuh amarah.
Dengan cepat, Alvaro menatap wanita muda di depannya. Dia sangat terkejut. Alvin yang selalu membanggakan sang istri begitu baik dan santun, akan tetapi kenyataannya sangat berbeda di depan Alvaro. Memang benar, Alvaro tidak pernah mengizinkan jika Alvin menikahi gadis desa seperti Nayla. Namun, bukan seperti ini cara memisahkan mereka.
"Lalu apa yang harus aku katakan kepada suamiku? Bahkan aku malu menampakan diri di depannya." Mata sembab Nayla menatap nyalang pada Alvaro. "Aku bukan seperti wanita-wanita kamu! Mereka bisa dengan mudahnya berlutut di bawah sepatumu. Aku wanita bersuami, dan aku tidak rela kamu melakukan itu padaku!"
Alvaro merasa terhina. Baru kali ini ada seorang wanita merendahkan dirinya. Selama ini, Alvaro selalu dipuja-puja kaum hawa. Mereka bahkan rela menawarkan tubuhnya pada lelaki kekar itu.
Namun, sekarang wanita yang tidak lain adalah saudara iparnya justru memandang sehina itu. Mata hazelnya membeliak, ada amarah yang ditampilkan di sana.
Alvaro berjalan semakin mendekat kepada Nayla, membuat wanita itu refleks memundurkan kakinya. Dia semakin panik ketika tubuhnya telah menempel pada dinding di belakangnya. Melihat Alvaro yang menatapnya intens membuat nyali Nayla ciut. Wanita itu takut jika Alvaro akan melakukan hal seperti tadi malam.
Wajah keduanya terlihat sangat dekat. Keduanya terlibat kontak mata. Hingga embusan napas Alvaro terasa hangat mengenai wajah Nayla.
Aneh. Itulah yang Alvaro rasakan. Niat hati ingin memberi perhitungan pada Nayla yang telah memakinya. Kini, hatinya mulai berdebar ketika menatap wajah cantik Nayla. Bibir tipisnya yang sedikit terbuka seolah membangunkan hasratnya kembali.
Deru suara mobil terdengar, membuat keduanya kini tersentak. Dari celah
gorden, Nayla bisa melihat siapa yang baru saja memasuki halaman rumahnya.
Matanya kembali terbelalak, mulutnya terbuka kala melihat Alvin yang turun dari mobil itu. Hatinya berdebar, seketika otaknya menjadi buntu. Dia bingung harus melakukan apa.
"Cepat Kakak keluar dari sini! Mas Alvin sudah datang, aku nggak mau dia berpikir macam-macam tentang keberadaan kamu di sini!" pintanya.
Tidak ada pilihan lain, pria dengan rahang tegas itu pun ingin segera keluar dari ruangan itu. Kali ini dia membenarkan ucapan Nayla. Alvin akan berpikiran buruk saat melihatnya berada di ruangan pribadi bersama istrinya.
Namun, sial. Baru beberapa langkah akan meninggalkan kamar, dia terpeleset akibat menginjak selimut yang Nayla kenakan. Refleks, tangan kekar Alvaro kembali memeluk tubuh ramping di dalam selimut. Kejadian itu terulang lagi, Alvaro kembali menindih tubuh Nayla.
"Nay!" Suara panggilan seseorang membuat mata keduanya saling pandang.
ห้าปีผ่านไป จวนตงฉ่าง จวนตงฉ่างในเวลานี้เต็มไปด้วยเสียงหัวเราะของเด็กเล็กๆกำลังส่งเสียงหัวเราะไม่เว้นแต่ละวัน จวนตงฉ่างหรือจวนสกุลหลินในอดีตเต็มไปด้วยเหตุการณ์อันน่าเศร้าสลด บรรยากาศเต็มไปด้วยความเงียบงันและความหดหู่ปกคลุมไปทั่วจวบจนกระทั่งจวนสกุลหลินได้กลายมาเป็นจวนตงฉ่าง ซึ่งเจ้าของจวนเป็นถึงผู้บัญชาการองครักษ์เสื้อแพร และจากเหตุการณ์ในอดีตซึ่งมีเรื่องราวสลับซับซ้อนได้ถูกเปิดเผย จนทำให้ล่วงรู้ว่าอดีตเสนาบดีเกาจิ้งหยวนเจ้ากรมคลังและอดีตเสนาบดีหลินเหยียนเจิ้งเจ้ากรมพลเรือน แท้จริงแล้วคือขุนนางผู้ภักดีแต่ความภักดีนั้นกลับทำให้เกิดเรื่องน่าสลดเพราะถูกให้ร้ายจากคนโฉด และมลทินทั้งหลายได้ถูกชะล้างไปหมดสิ้นเมื่อทุกอย่างถูกเปิดเผย ด้วยเหตุนี้สกุลหลินและสกุลเกาจึงได้รับความบริสุทธิ์กลับคืน ลี่มี่มี่คือทายาทเพียงคนเดียวที่เหลืออยู่ของสกุลหลินเพียงหนึ่งเดียวที่ได้ทำให้ตระกูลของเธอได้รับความเป็นธรรมกลับคืนมา
คุกตงฉ่าง สตรีร่างเล็กในชุดนักโทษกำลังนั่งตัวชาในท่านั่งคุกเข่าอยู่กับพื้นห้องขัง ตู้หรูอี้แทบสิ้นสติเมื่อได้ยินเสียงประกาศราชโองการขององค์จักรพรรดิถูกนำมาคุกตงฉ่างหลังจากที่ได้นำไปประกาศที่จวนเซี่ยเสิ้งกั๋วกง โดยเจิ้งหลี่เม่าเป็นผู้ประกาศราชโองการดังกล่าว ท่ามกลางเสียงกรีดร้องโวยวายของอดีตคุณหนูตระกูลใหญ่ที่ไม่ยอมรับความจริงกับชะตากรรมของตระกูลที่เกิดขึ้นและจบลงในเวลาอันรวดเร็ว “ท่านพ่อของข้าถูกใส่ร้าย! ข้าไม่เชื่อ! พ่อข้าไม่ใช่กบฏ..พวกเจ้าให้ร้ายตระกูลของข้า เจ้าพวกโฉดชั่ว”ตู้หรูอี้ก่นด่ากราด “จะกล่าวโทษผู้ใดก็จงดูการกระทำของเจ้าด้วยนะ สิ่งที่ทำลงไปสร้างความทุกข์ให้กับผู้อื่นมากแค่ไหน สำนักรู้ได้หรือเปล่าก็ไม่ล่วงรู้ ตอนนี้เจ้าคือนักโทษประหารที่จะต้องถูกตัดหัวกลางแจ้งต่อหน้าประชาชน นี่คือสิ่งที่เจ้าและพ่อรวมไปถึงคนในตระกูลสร้างเอาไว้ตายทีเดียวสิบชั่วโคตร แต่ก่อนจะถูกประหารมีคนอยากพบเจ้าและคนผู้นี้เจ้าเองก็ลงมือสังหารนางมาแล้วถึงสองครั้งสองครา”หลี่เม่ากล่าวพร้อมก้าวเดินออกไปจากห้องคุมขังนักโทษที่ลึกอยู่ชั้นในสุดอย่างมิด
จวนเซี่ยเสิ่งกั๋วกงร่างสันทัดของตู้เหมิ่งห้าวกำลังไล่ตรวจบันทึกทรัพย์สินทั้งหมดของตระกูลตู้ ที่ปีนี้งอกเงยจากปีก่อนขึ้นมานับเท่าทวีคูณ ในขณะที่เรื่องราวของบุตรสาวคนโปรดยังไม่ล่วงรู้ถึงหู ด้วยเพราะนางบอกแต่เพียงว่าจะเดินทางไปปฏิบัติธรรมเพื่อบำบัดจิตใจให้คลายความทุกข์ลงไปได้บ้าง โดยไม่ล่วงรู้เลยว่าบัดนี้ตู้หรูอี้ได้นำหายนะครั้งยิ่งใหญ่มาสู่ตระกูลของตัวเอง ทันทีที่เปิดเผยเรื่องราวในอดีตว่าแท้จริงแล้วเป็นนางที่วางแผนฆ่าคุณหนูสิบหก หลินลี่ชาแห่งสกุลหลิน โดยการยืมมือซือกงกงเป็นผู้สังหารเพื่อกำจัดสตรีที่ถูกจับจองให้เป็นฮูหยินข้างกายชายที่นางหลงรัก อีกทั้งลูกสมุนที่ถูกส่งไปทำงานใหญ่โดยการลักพาตัวลี่มี่มี่มากักขังไว้ในสถานที่คุมขังที่จัดเตรียมเอาไว้ก็ยังไม่ส่งข่าวมาแจ้งว่าลงมือทำงานไปถึงไหน นั่นเป็นเพราะลูกสมุนทั้งหมดถูกกองกำลังองครักษ์เสื้อแพรล้อมจับเอาไว้ได้ทั้งหมด รวมไปถึงตู้หรูอี้บุตรีคนโปรดของหัวหน้าสภาขุนนางคนปัจจุบันเป็นหนึ่งในผู้ถูกจับด้วยเช่นกัน ด้วยข้อหาฉกรรจ์เจตนาฆ่าเจ้าสาวของผู
จวนตงฉ่าง เรือนชิงเหลียน เรือนใหญ่ซึ่งถูกตกแต่งเอาไว้เป็นอย่างดี พรั่งพร้อมไปด้วยเครื่องเรือนมากมายที่ลี่มี่มี่เลือกจัดวางมาลงที่เรือนดังกล่าวด้วยตัวเองทั้งสิ้น ทั่วทั้งบริเวณตลอดทั้งภายนอกและภายในประดับด้วยผ้าแดงมงคลเต็มไปหมด ตลอดจนทั่วทั้งจวนด้วยในวันพรุ่งนี้ก็จะถึงพิธีสมรสของตงฉ่างโหวและพิธีขึ้นจวนใหม่ไปพร้อมกัน เรือนชิงเหลียนในอดีตนั้นก็คือที่พำนักของหลินเหยียนเจิ้งและฮูหยินเซียว บิดาและมารดาของหลินลี่ชา คุณหนูสิบหกของตระกูลหลินผู้เป็นดวงใจของพ่อและแม่ ภายในห้องนอนปรากฏร่างของลี่มี่มี่กำลังหลับใหลอยู่บนเตียงนอนขนาดใหญ่ซึ่งจะใช้เป็นห้องหอในวันพรุ่งนี้ หญิงสาวถูกว่าที่สามีของเธอช่วยชีวิตออกมาจากโลงศพที่ต้องการฝังนางทั้งเป็น และยากเกินกว่าที่ผู้ใดจะหยั่งรู้ได้จะเป็นเพราะสวรรค์ดลใจหรือสิ่งเร้นลับบางอย่างคอยช่วยเหลือเธอมาโดยตลอดนั้นเรื่องนี้ก็ยา
ประตูห้องนอน แอดดดด!!!! บานประตูห้องนอนใหญ่ค่อยๆ ถูกเปิดออกอย่างช้าๆ เผยให้เห็นร่างระหงของลี่มี่มี่สวมอาภรณ์บุรุษของยุคสมัยราชวงศ์หมิงสีขาวลออตา หญิงสาวเลือกที่จะสวมเสื้อผ้าของบุรุษเพราะความสูงของเธอไม่สามารถสวมใส่เสื้อผ้าของสตรีที่ตัดสำเร็จมาแล้วได้เลย อ
บริเวณท้ายจวน ร่างของหญิงสาวสวมอาภรณ์ซึ่งเป็นที่นิยมในศตวรรษที่ 21 กางเกงยีนรัดรูปสีน้ำเงินเข้มสวมทับเสื้อเบี่ยงไหล่แขนข้างเดียวสีดำสนิทเปลือยเรียวแขนขาวโพลนดั่งลำเทียนข้างซ้าย ในขณะที่แขนข้างขวาความยาวของแขนเสื้อแนบยาวคลุมถึงข้อมือ เสื้อนั้นรัดรูปเน้นทร
ทันใดนั้นเอง ภาพเหตุการณ์ในครั้งอดีตปรากฏให้ลี่มี่มี่ได้เห็นขึ้นมาทันที บ้านร้างไร้สิ้นผู้คนพลันปรากฏผู้คนมากมาย เต็มไปด้วยข้าทาส บริวารและบ่าวรับใช้ เสียงเด็กน้อยหัวเราะร่วนอย่างมีความสุขและเสียงหัวเราะของสตรีสาววัยกลางคนสวมอาภรณ์เลอค่าผู้หนึ่งกำลังนั่งปลูกต้นไม้กับบุตรสาววัยย่างเข้าด
ห้องสมุดอวี้หลัน ในเวลานี้สามสาวสวยของแก๊งนางร้ายกำลังพากันหยุดยืนมองบานประตูขนาดใหญ่ที่สร้างขึ้นในสมัยโบราณทำมาจากไม้เนื้อแข็งอย่างดี บานประตูดังกล่าวทำมาจากต้นสนพันปีจึงมีความแข็งแรงและคงทนยืนหยัดอยู่นาน มีร่องรอยของการชำรุดตามกาลเวลาที่ผ่านมาหลายร้อยปีแต่ยังคงสภาพสมบูรณ์เอาไว้เก












Ulasan-ulasan