Mga Nobela
Maikling Kwento

Mga Genre

Lahat
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Mga Tauhan

26
Mandiri×
Lahat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Ipakita pa

Kwento at Setting

27
Pernikahan×
Lahat
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Ipakita pa

Tema

15
Lahat
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Ipakita pa

Mandiri Pernikahan Maiikling Kwento at Nobela

Tuklasin ang koleksyon ng mga nakakaengganyong maiikling kwentong Mandiri Pernikahan, na may kapana-panabik na mga pangyayari at kuwentong madaling makuha ang iyong atensyon. Perpekto ito para sa mga mambabasang naghahanap ng mga kuwentong kayang basahin sa loob ng isang oras at mabilis ngunit nakakaengganyong babasahin online.
Salju Jatuh Mengucap Cinta - undefined nobela & mga-kwento
Fen
Dia dan Jeremy adalah sepasang kekasih semasa remaja. Yang satu primadona kampus, satunya lagi idola kampus. Mereka adalah pasangan teladan yang tersohor di seantero kampus. Mereka pernah berjanji untuk menikah begitu menginjak usia legal. Namun, tepat saat cinta mereka sedang membara, Nancy tiba-tiba memutus hubungan dan pergi ke luar negeri bersama seorang anak orang kaya. Pada hari perpisahan itu, dengan mata memerah, Jeremy mengejarnya begitu lama. Sosok yang begitu angkuh itu berulang kali memohon agar Nancy tidak pergi. Jeremy berjanji bahwa suatu hari nanti, dia pasti akan menjadi orang sukses. Dia memohon agar Nancy tidak terburu-buru, memohon agar gadis itu menunggunya, dan memohon agar tidak jatuh cinta pada orang lain. Namun, sikap Nancy begitu dingin. Dia bahkan tidak sudi berucap sepatah kata pun. Dia bahkan melihat dengan mata kepala sendiri saat Jeremy mengalami kecelakaan saat mengejar mobilnya, tetapi dia tidak sekali pun menoleh. Kecelakaan itu sangat parah hingga menyebabkan ginjalnya pecah. Jeremy harus menjalani transplantasi ginjal agar bisa bertahan hidup. Meski terbaring bersimbah darah di meja operasi, pria itu tetap bersikeras merangkak bangun hanya untuk menelepon Nancy. Namun, semua panggilan yang Jeremy lakukan dengan sisa-sisa tenaganya itu berakhir dengan penolakan. Semakin dalam cinta, semakin dalam pula benci. Sejak hari itu, Jeremy sangat membenci Nancy.
Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan - undefined nobela & mga-kwento
Xaviera
Setelah mencoba menggoda suaminya yang alim sebanyak 999 kali dan tetap gagal berhubungan intim, Jesica menelepon kakaknya. "Kak, aku berencana cerai." Lukman yang berada di ujung telepon hening selama tiga detik, lalu terdengar suaranya yang rendah. "Sudah kubilang Feri itu kayak orang suci, kamu nggak akan bisa memengaruhinya." Jesica tersenyum dengan mata yang memerah. "Iya, memang aku yang nggak tahu diri." Lukman berkata dengan nada santai, "Datang saja ke Negara Jumania, ada banyak pria tampan yang nggak kalah dari Feri di sini. Adik perempuanku yang selembut dan sebaik ini malah nggak dihargai, biar saja si Feri itu hidup kesepian sampai tua."
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang - undefined nobela & mga-kwento
Ren
Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
Akhir Tragis Suamiku Bersama Sahabatnya - undefined nobela & mga-kwento
Charles
Di hari putriku meninggal, aku berniat meletakkan papan arwahnya di aula leluhur Keluarga Gunawan. Namun, Jefri Gunawan yang berusia lima tahun malah melempar papan itu ke lantai dan menginjak-injaknya sampai hancur berantakan. “Dia bukan anak Keluarga Gunawan, apa haknya diletakkan di sini? Bahkan kalau kamu mati pun, aku nggak akan sudi menaruh papan namamu di sini!” Aku melirik ke arah papan arwah seorang wanita yang terpajang di aula itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitu melihat arah pandanganku, Jefri langsung berdiri menghalangi penglihatanku. “Kamu pikir kamu siapa?! Emangnya kamu pantas dibandingkan dengan ibuku?!” “Pelakor selamanya akan jadi pelakor! Selamanya nggak akan pernah punya harga diri!” Aku tak menyangka anak yang kubesarkan dengan tanganku sendiri, ternyata bisa begitu mirip dengan ayahnya. Menatap putra kandungku yang berdiri di hadapanku, aku pun jatuh ke dalam keputusasaan yang tak berdasar. “Jangan kira karena sudah mengurusku beberapa tahun, kamu bisa jadi ibu kandungku. Ibuku hanya satu selamanya!” “Kalau hebat, pergilah dari rumahku!” Dia tak tahu kalau papan arwah yang dia hancurkan itu adalah milik kakak kandungnya sendiri. Namun semuanya sudah tak penting lagi. Putriku sudah tiada dan tak ada gunanya lagi aku bertahan di sini. “Nggak perlu mengusirku, aku akan pergi hari ini juga.”
Kini, Aku Belajar Melepasmu - undefined nobela & mga-kwento
Surana
Anak yang Vanya Baskara besarkan dengan penuh kasih sayang selama enam tahun, justru dengan tangannya sendiri melemparkan Vanya ke dalam kandang penuh anjing Mastiff Tibet yang buas. Setelah satu malam yang mencekam berlalu, Vanya tergeletak sekarat di sudut kandang. Belasan luka bekas gigitan merobek dagingnya, meninggalkan rasa sakit yang luar biasa hingga Vanya hampir tak mampu bernapas. Di luar jeruji, Haris Mahesa berdiri di atas tangga, menatapnya dari ketinggian dengan penuh penghinaan. Sepasang mata hitam yang sangat mirip dengan milik Gilang Mahesa itu, kini hanya menyisakan tatapan dingin dan kebencian yang mendalam.
Antara Janji dan Pengkhianatan - undefined nobela & mga-kwento
Anonima
Sahabatku yang patah hati, mabuk-mabukan di bar. Dia lalu meneleponku untuk menjemputnya pulang. Begitu sampai di area sofa di bar, aku justru melihat sahabatku merangkul leher tunanganku sambil bermanja-manja. "Ivan, aku sudah menunggumu selama tujuh tahun. Apa kamu belum bosan juga main-main sama Dinda?" Pria yang dahulu bersumpah akan memberiku pernikahan termegah abad ini, saat ini justru memeluk sahabat terdekatku dengan tersenyum penuh kasih sayang. Kemudian, Ivan menghabiskan banyak uang untuk membeli berita utama media di seluruh kota, demi melamarku di depan publik. Di depan kamera siaran langsung, aku tersenyum tenang sambil mengangkat tangan kananku yang dihiasi cincin berlian sepuluh karat. "Maaf Pak Ivan, aku sudah bosan bermain-main denganmu. Aku sudah menikah dengan orang lain."
Penantian Yang Tak Berujung - undefined nobela & mga-kwento
Mella
Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.
Perpisahan di Malam Salju - undefined nobela & mga-kwento
Tutut
Pada hari jadi pernikahanku yang ketujuh dengan Ivan, aku menunggu di depan satu meja penuh makanan yang sudah dingin hingga fajar. Keesokan harinya, justru kulihat dia yang seharusnya sedang menghadiri jamuan, muncul di berita utama sambil menggandeng cinta lamanya, Isabella. Aku pun membalik meja, membakar ruang kerjanya, dan dengan mata memerah menghancurkan pesta penyambutan Isabella. "Kembali. Jangan temui dia." "Kalau nggak, kita cerai." Namun dia bahkan tidak bereaksi sedikit pun. Sampai Isabella begitu ketakutan sehingga pergelangan kakinya terkilir. Untuk pertama kalinya, kekhawatiran muncul di mata Ivan, dan dia memarahiku, "Sudah cukup belum kamu membuat keributan?" Aku tertegun lama, lalu akhirnya melemparkan selembar perjanjian cerai ke wajahnya. "Kita cerai." Ivan menandatangani dengan asal-asalan, lalu membungkuk memijat pergelangan kaki Isabella. Aku berbalik dan pergi. Ada yang menebak, apakah kali ini aku benar-benar serius. Ivan mencibir dingin. "Bagus kalau benar pergi. Tujuh tahun pakai cara yang sama, dia nggak bosan, aku pun sudah muak." Angin dingin menerpa dada, aku menggenggam erat tiket pesawat. Sesuai keinginannya ... kali ini aku benar-benar melepaskannya.
Ketika Cinta Itu Habis - undefined nobela & mga-kwento
Soda Pop
Pada tahun ketujuh pernikahannya dengan Sean Jonanta, tanpa sengaja Dessy Linardi mendengar putranya bertanya pada sang ayah dengan polos, "Papa, kenapa sih Tante Yanne nggak bisa jadi mamaku?" Dessy terpaku. Tante Yanne … Yanne Karnata? Mantan pacar pertama Sean? Saat dia masih bertanya-tanya apakah dirinya salah dengar dan hendak menanyakan maksudnya, sebuah mobil tiba-tiba melaju kencang ke arah putranya. Tanpa sempat berpikir panjang, Dessy refleks berlari dan mendorong anaknya menjauh. Brak! Benturan keras itu membuatnya langsung hilang kesadaran. Ketika kembali membuka mata, Dessy melihat suami dan putranya berdiri dengan selamat di samping ranjang rumah sakit. Dia pun menghela napas lega. Namun, baru saja hendak menenangkan mereka dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, tiba-tiba dia teringat ucapan putranya sebelum kecelakaan terjadi. Entah kenapa, dia mendadak berpura-pura kebingungan sambil menatap mereka. "Maaf … aku nggak ingat apa-apa sekarang." Ayah dan anak yang berdiri di depan ranjang sempat terpaku sesaat, lalu buru-buru memanggil dokter. Setelah pemeriksaan selesai, dokter pun menyimpulkan, "Pasien mengalami memar di otak akibat kecelakaan. Kondisi itu bisa menyebabkan amnesia sementara." Setelah dokter pergi, Dessy masih mempertahankan ekspresi bingungnya. "Kenapa aku bisa kecelakaan? Kalian siapa, ya? Apa hubungan kalian sama aku?" Sean mengernyit, seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun sebelum dia sempat membuka mulut, terdengar suara polos penuh semangat mendahuluinya. "Kamu itu pengasuh di rumah kami!"
Kehamilanku Adalah Penyelamat Anak Wanita Lain - undefined nobela & mga-kwento
Antonia
"Ghava, kalau Adele tahu kamu buat dia hamil cuma karena mau pakai darah tali pusarnya untuk menyelamatkan anak kita, apakah dia akan marah?" Suara Renata terdengar lembut dan pelan, tetapi setiap katanya seperti jarum yang menusuk gendang telinga Adele. Detik berikutnya terdengar suara Ghava tanpa sedikit pun emosi, "Dia nggak berhak marah. Itu memang sudah seharusnya dia lakukan." "Dulu dia mati-matian naik ke ranjangku dan maksa aku menikahinya. Malah seharusnya dia merasa beruntung kalau anak yang dikandungnya itu bisa berguna." Adele bersandar di dinding yang dingin. Lembar hasil pemeriksaan kehamilan terlepas dari sela jarinya lalu jatuh melayang ke lantai.
Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas - undefined nobela & mga-kwento
Serein M
Pada malam ulang tahun pernikahan kami yang ketiga, Kiano kembali melewatkan makan malam bersama. Dia mengirimiku pesan bahwa harus bekerja lembur di bengkel. Aku melihat kue obral seharga seratus ribu itu di atas meja. Aku harus berdesak-desakan mengantre dengan orang banyak di supermarket untuk bisa membelinya. Aku pun menelan paksa rasa pahit di tenggorokanku. "Kita harus menabung untuk membeli rumah sesungguhnya di Bruklima," kataku pada diri sendiri. Aku lalu memasukkan kue itu ke dalam kulkas. Aku merapatkan mantel murahku erat-erat dan berjalan membelah udara malam yang dingin untuk pekerjaan paruh waktu mengantarkan makanan demi mencari uang tambahan. Tapi aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan suamiku yang "miskin" itu di sebuah hotel mewah di Mandira. Dia keluar dari mobil mewah dengan setelan jas pesanan khusus yang sangat rapi, melemparkan uang ratusan ribu kepada petugas parkir. Seorang wanita cantik yang mengenakan kalung rubi berwarna merah darah yang tak ternilai harganya mengikuti dari belakang, sambil menggandeng lengannya. "Kiano, hujannya lebat banget. Apa kau benar-benar harus kembali ke Bruklima untuk bermain rumah-rumahan dengan istrimu yang naif dan miskin itu?" rengeknya dengan manja. Kiano menatap cincin perak murahan dan kusam di jarinya. Secercah kelembutan melintas di sorot matanya yang dingin. "Selama tiga tahun ini, dia rela terima lima pekerjaan dalam sehari demi melunasi utang-utang palsu yang kubuat. Dia bahkan tidak mau pergi ke dokter ketika sedang sakit." "Ini sudah cukup. Dia sudah lulus ujian dariku. Setelah aku selesai membereskan pengkhianat di dalam keluarga, aku akan menceritakan semua padanya. Memberinya kemuliaan yang pantas dia dapatkan sebagai istriku." Wanita itu menggigit bibirnya. "Bagaimana kalau dia sampai tahu bahwa kau adalah seorang Bos Mafia dan hanya mengincar uangmu saja? Mengapa tidak memberitahunya kalau kau menderita penyakit parah saja, dan lihat apakah dia akan menghabiskan tabungannya untuk menyelamatkanmu. Uji dia sekali lagi .…" Kiano terdiam lama. Akhirnya, dia mengangguk. "Satu ujian terakhir. Setelah ini, aku akan memberinya pesta pernikahan termegah." Angin dingin menderu kencang. Aku mencengkeram kantong kertas makanan di tanganku. Air mata jatuh mengalir di wajahku tanpa suara. Aku sudah muak dengan cinta yang arogan dan penuh kebohongan ini.
Mengubah Kehangatan Menjadi Penyesalan - undefined nobela & mga-kwento
Nia
Pada hari ketika Marcel Davka kembali ke Hangkang setelah membunyikan lonceng pembukaan perdagangan di Wolstrit, ambang pintu rumah Keluarga Ehren nyaris rusak karena didatangi banyak orang. Semua orang berkata bahwa Kana Ehren, putri sulung Keluarga Ehren yang manja dan angkuh, telah bertaruh pada orang yang tepat. Di kawasan kumuh, dia berhasil menemukan menantu yang luar biasa berbakat. Namun, beberapa hari terakhir ini Kana justru sangat gelisah. Penyebabnya, dia terus dihantui oleh sesosok hantu perempuan. Semua itu bermula sejak Marcel berangkat ke Amriga. Tiba-tiba, di sisinya muncul sosok hantu perempuan gila yang hanya bisa dilihat oleh Kana. Sosok itu mengaku sebagai dirinya di masa depan. Hantu perempuan itu memiliki wajah yang sama persis dengannya, tetapi penuh bekas luka. Suaranya serak, tatapannya kosong. Rambutnya kering dan kusut, dengan ujung-ujung yang tidak rata seolah pernah terbakar. Dia seperti orang gila, bahkan bicara pun tidak jelas, menangis siang dan malam tanpa henti. Sampai hari ini, pada pesta perayaan keberhasilan Marcel. Kana berdandan dengan sangat cantik dan membawa buket mawar di tangannya. Namun, tepat saat hendak mendorong pintu masuk, tangan hantu perempuan yang penuh luka itu menekan tangannya. "Jangan masuk. Kehormatan yang dia raih bukan milikmu, tokoh utama malam ini juga bukan dirimu."
Kutahan 3 Tembakan Peluru, Pria Itu Malah Menikahi Wanita Lain - undefined nobela & mga-kwento
April
Naya menahan tiga tembakan demi Dallas, paman kecilnya yang selalu bersikap dingin dan sulit didekati itu. Setelah itu, Nyonya Tua Keluarga Mansyur akhirnya mengangguk dan mengizinkan Naya menikah dengan Dallas. Namun, saat Naya masih terluka dan tak sadarkan diri, Dallas justru mengumumkan bahwa wanita yang akan dinikahinya adalah Elena, mahasiswi kurang mampu yang selama ini dibiayai oleh keluarganya, Keluarga Mansyur. Begitu pengumuman itu keluar, seluruh kota langsung gempar. Bagaimanapun juga, semua orang tahu betapa kerasnya sifat Naya, bunga mawar yang dirawat oleh Dallas sendiri. Sementara Elena hanyalah seorang reporter magang di Harian Garinda. Dia sama sekali tidak cukup pantas untuk dianggap sebagai lawan Naya. Karena itu, saat Naya muncul di pesta pertunangan Dallas dan Elena, hampir semua tamu yang hadir yakin bahwa gadis yang selalu bertindak semaunya dan jatuh cinta pada sahabat beda usia mendiang ayahnya itu, pasti akan kembali membuat keributan besar. Bahkan Dallas pun langsung memasang ekspresi dingin. Tanpa sadar, dia melindungi Elena di belakangnya sambil memperingatkan dengan nada tegas, "Naya, jaga sikapmu." Namun, Naya hanya melengkungkan bibirnya, lalu memperlihatkan senyuman yang begitu cerah kepada mereka berdua. Dengan nada yang sangat manis, dia berkata, "Selamat ya, akhirnya Om menemukan belahan hati Om."
Menyia-nyiakan Ketika Dia Ada, Menyesal Setelah Dia Pergi - undefined nobela & mga-kwento
Juju
Semua orang mengatakan bahwa Carmel adalah primadona tercantik di Kota Nansa. Kulitnya putih, wajahnya menawan, dan sifatnya bebas serta penuh percaya diri. Pada saat masih bersenang-senang di luar negeri, dia tiba-tiba dipanggil pulang oleh ayahnya melalui sebuah telegram kilat. Di telegram itu hanya ada satu kalimat. [ Segera pulang dan menikah dengan Alfons. ] Alfons adalah perwira termuda sekaligus paling menjanjikan di militer. Sifatnya dingin, tertutup, disiplin, dan sangat menjunjung aturan. Benar-benar bertolak belakang dengan Carmel. Carmel menyukai keramaian, sedangkan Alfons menyukai ketenangan. Carmel bertindak sesuka hati dan sudah tak terhitung berapa banyak ulah nekat yang pernah dilakukannya, sementara Alfons selalu mematuhi aturan dan menjadikan disiplin militer sebagai prinsip yang tak boleh dilanggar.
Janji Ke Delapan Belas Kali - undefined nobela & mga-kwento
Aman
Saat dia memberitahuku bahwa pendaftaran pernikahan kami akan ditunda lagi, aku sedang mengambil sendok sup. “Lain kali saja, ya.” Toni meletakkan sendok, nada suaranya terdengar santai seolah sedang mengomentari cuaca cerah di hari itu. Aku menyuapkan sesendok bubur, mengunyah perlahan, dan menelannya. “Iya.” Dia melirik ke arahku lalu menundukkan pandangan untuk mengambil lauk, namun saat sendoknya menjangkau piring, dia kembali menatapku. “Apa kau marah?” Aku menyendok bubur lagi, nada suaraku sangat tenang. “Tidak.” Pesta pernikahan kami telah digelar enam bulan lalu, dan pendaftaran pernikahan ini telah ditunda untuk ketujuh belas kalinya. Dia sudah terbiasa. Aku juga sudah terbiasa. Aku makan perlahan, dan menghabiskan bubur di mangkukku. Dia tidak menyentuh sendoknya lagi. Setelah menghabiskan suapan bubur terakhir, aku bangkit berdiri untuk membersihkan meja makan. Saat aku berjalan melewatinya, dia tiba-tiba meraih pergelangan tanganku. "Linda, Senin depan. Aku pasti akan datang." "Lagipula, kita sudah menikah. Jadi, tidak masalah kalau harus menunggu beberapa hari lagi." "Jangan khawatir, aku tidak akan ingkar janji lagi." Aku menunduk, menatap tangannya yang menahanku, lalu beralih menatap wajahnya dan tersenyum. "Oke." Dalam enam bulan, dia telah mengucapkan kata-kata “minggu depan” sebanyak sembilan kali, “pasti” sebanyak tiga belas kali, dan kata “jangan khawatir” sebanyak enam belas kali. Namun, kami masih belum juga mendaftarkan pernikahan ini. Dan untuk minggu depan, kami masih tetap tidak akan mendapatkannya. Karena kali ini, akulah yang akan membatalkan janji.
Cintaku Sirna di Gunung Suci - undefined nobela & mga-kwento
Olen
Aku adalah Gadis Suci terakhir dari Suku Pegunungan Salju, yang mampu memanjatkan permohonan kepada para dewa atas nama orang lain. Harganya, setiap kali aku mengabulkan satu permohonan, tubuhku akan kembali menjadi lebih muda. Saat bertunangan dengan Charlie, usiaku dua puluh delapan tahun. Pada tahun ketiga pertunangan kami, dia mengalami kecelakaan pesawat dan berada di ambang kematian. Untuk pertama kalinya, aku memanjatkan permohonan kepada para dewa. Dia pun selamat. Sementara usiaku kembali menjadi dua puluh tiga tahun. Pada tahun kelima pertunangan kami, perusahaannya bangkrut dan dia nekat melompat dari gedung. Untuk kedua kalinya, aku memanjatkan permohonan. Dia kembali kaya. Sementara usiaku berubah menjadi delapan belas tahun. Pada tahun ketujuh pertunangan kami, dia membawa pulang seorang wanita yang mengidap penyakit mematikan, lalu berlutut di hadapanku memohon agar aku menyelamatkannya. Aku menggeleng. "Aku nggak bisa nyelamatin dia." "Kalau aku panjatkan permohonan sekali lagi, usiaku akan kembali jadi tiga tahun." "Kalau itu terjadi, aku bukan lagi tunanganmu, dan aku juga nggak akan mengingatmu." Namun Charlie hanya mencibir. "Dua kali kamu nyelamatin aku dan kamu tetap baik-baik saja. Masa menyelamatin dia sekali saja bisa bikin kamu mati? Janice, jangan tutupin sikapmu yang nggak berperasaan dengan alasan yang terdengar begitu mulia." Pada akhirnya, dia berdiri di tepi tebing Gunung Suci dan mempertaruhkan nyawanya sendiri demi memaksaku mengalah. Dan akhirnya aku tetap menyelamatkannya. Keesokan harinya, wanita itu sembuh total. Charlie memeluknya dengan penuh kelembutan. Lalu dia mengangkat wajahnya dan berkata kepadaku, "Setelah kondisinya benar-benar stabil, aku akan datang untuk nikahin kamu." Aku menatap kedua tanganku yang telah mengecil seperti tangan seorang anak kecil, lalu berbalik pergi. Tidak perlu. Tiga hari lagi, aku akan berubah menjadi seorang bayi.
Dua Dunia, Satu Hati yang Hancur - undefined nobela & mga-kwento
Seth
Memasuki tahun ketujuh pernikahannya dengan Bayu Adiatma, Laras Diwanto akhirnya menjelma menjadi Nyonya Utama paling bijak dan penurut di seantero ibu kota. Dia tak lagi menuntut kesetiaan seumur hidup, malah dengan sukarela mencarikan selir untuk Bayu. Dia tak lagi memonopoli urusan dalam Kediaman Pangeran, bahkan menyerahkan sebagian besar wewenang rumah tangga kepada para selir. Dia pun tak lagi selalu menempel di sisi Bayu. Sebaliknya, dia berulang kali mencari alasan untuk mendorong sang suami ke kamar para selir. Bahkan saat putra kandungnya, Kresna Adiatma, terkena demam tinggi dan meracau memanggil 'Ibunda' semalaman di atas ranjang, Laras hanya duduk tenang di kamarnya, asyik membalik halaman buku cerita, tanpa sekali pun mendongak. Bayu tak bisa lagi menahan diri. Dia mendorong kasar pintu kamar istrinya. "Laras, sampai kapan kamu akan terus membuat ulah?" Laras perlahan mendongak, raut wajahnya tampak polos dan bingung. "Membuat ulah? Apa maksud Pangeran? Aku sama sekali tidak sedang membuat ulah."
Dokter Peter, Aku Tidak Membutuhkanmu Lagi - undefined nobela & mga-kwento
Muriaz
Peter menyadari aku tidak menceritakan segala hal kepadanya lagi. Saat perusahaan menugaskanku dinas luar kota, aku langsung menandatangani berkasnya. Saat sahabatku mengundang kami berdua ke pernikahannya, aku datang sendiri dan memberikan hadiah yang besar. Bahkan saat sakit, rawat inap, dan harus dioperasi, aku yang mengatur jadwalnya sendiri. Sebagai dokter, Peter mengerutkan kening setelah mengetahuinya. "Kamu sakit kenapa nggak bilang? Berikan rekam medisnya padaku, biar kuatur." Tanpa berpikir panjang, aku menjawab, "Nggak usah, aku bisa sendiri. Jangan sampai merepotkanmu, terima kasih." Begitu kalimat itu terucap, kami berdua sama-sama terdiam. Padahal, setengah bulan yang lalu, aku masih sangat manja dan lengket padanya. Bahkan untuk urusan baju kencan atau menu makan siang saja, aku harus mengirim pesan untuk meminta pendapatnya.
Daun Gugur Tanpa Suara - undefined nobela & mga-kwento
Muriaz
Sehari sebelum jadwal datang bulan, aku melihat sebuah catatan di ponsel tunanganku. [Kira-kira besok dia datang bulan. Aku harus menyiapkan pembalut dan obat pereda nyeri di tasnya dulu.] Aku tersenyum manis, merasa tersentuh oleh perhatian tunanganku. Namun keesokan harinya, saat perut bagian bawahku mendadak kram hebat, aku meraba-raba isi tasku dengan wajah pucat pasi. Hasilnya nihil, tidak ada apa-apa di dalam sana. Darah merah pekat terlanjur menembus celanaku. Di tengah kepanikan, murid-murid menunjuk ke arah belakangku sambil berbisik dan tertawa. Saat itu, aku mengira dia hanya lupa menyiapkannya. Sampai akhirnya, guru magang yang baru masuk membuat sebuah unggahan di media sosialnya. [Baru mulai kerja langsung ketemu mentor idaman! Dia bahkan menyiapkanku pembalut dan obat pereda nyeri. Haid kali ini sama sekali nggak sakit.] Unggahan itu dilengkapi foto sebutir ibuprofen, pembalut, serta segelas air seduhan gula merah dan kurma. Obat itu adalah obat yang selalu kusediakan di rumah karena nyeri haidku yang parah. Dan pembalut itu adalah satu-satunya merek yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulitku. Aku mematikan ponsel, menatap cincin di jari tengahku cukup lama, lalu bangkit menuju ruang kepala sekolah untuk mengajukan permohonan studi banding ke luar negeri. Tujuh tahun bersama, dia bahkan tidak pernah mengingat tanggal siklus datang bulanku. Mulai sekarang, pria itu tidak perlu mengingatnya lagi.
Setelah Sepuluh Hari, Semua Tersisa Kenangan - undefined nobela & mga-kwento
Lidik
Setelah mengetahui keberadaan Larissa, aku tidak bertengkar dengan Nicholas Sena. Aku hanya menyerahkan surat perjanjian cerai kepadanya. Dia duduk tertunduk. Setelah ragu sejenak, dia merobek surat itu. “Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi, aku akan mengirim Larissa pergi sejauh mungkin. Dia tak akan muncul lagi dalam kehidupan kita.” Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tanpa menunggu jawabanku. Begitulah sepuluh hari itu dimulai. Nicholas mengajaknya arung jeram, mendaki gunung bersalju, lompat bungee, hingga terjun payung. Mereka mencoba segala hal yang memacu adrenalin. Dia juga mengajak wanita itu melihat matahari terbit di pantai, berdoa di Vihara Kalindra, dan melakukan segala hal yang romantis. Hingga malam di hari kesembilan. Setelah membereskan semua barang bawaanku, tanpa sengaja aku menerima panggilan video dari diriku sepuluh tahun yang lalu. “Jadi, kamu benar-benar diriku sepuluh tahun lagi ya?” serunya dengan mata berbinar. “Kalau begitu, aku dan Nico pasti sudah menikah dan punya anak, kan?” Senyumku seketika meredup dan langsung melangkah ke balkon. Aku mengarahkan kamera ke bawah, memperlihatkan Nicholas dan Larissa yang sedang berpelukan erat, seakan tak ingin terpisahkan. “Inilah akhirnya.” Dia terpaku, matanya membelalak tak percaya. “Ini nggak mungkin.” Suaraku terdengar lemah, nyaris tanpa tenaga. “Elena ... kumohon. Jangan menikah dengannya.”
PREV
12345
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status