Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
Pelakor×
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Selingkuh×
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
Plot Twist×
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Plot Twist Short Stories & Pelakor Selingkuh Novels

Discover a collection of engaging Plot Twist short stories featuring Pelakor and Selingkuh, with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai - undefined novels & stories
Bima
Setelah pulang dari perjalanan dinas, Karina menggenggam erat hasil pemeriksaan kehamilannya saat ia mencari suaminya di sebuah ruang VIP di klub. Dia tak sabar ingin memberikan kejutan bahagia itu. Namun, tepat saat dia hendak mendorong pintu, langkahnya terhenti oleh suara-suara yang terdengar dari celah. “Jadi, Jerry, waktu itu kamu menikahi Karina hanya demi melindungi Yuna?” Darah di seluruh tubuh Karina seketika membeku. Dia membatu di tempatnya.
Cinta Lama Ditinggalkan, Cinta Baru Bersambut - undefined novels & stories
Starry Sky
Sehari sebelum pernikahan, suamiku, Lewis, tiba-tiba berkata kepadaku, "Pernikahan ditunda seminggu. Aku harus pergi dinas." Aku memandang suamiku yang bersikap dingin, lalu tanpa sadar teringat pesan yang dikirim asistennya kemarin malam. [ Pak Lewis ingin menemaniku keliling dunia sebelum nikah. Kakak seharusnya nggak keberatan, 'kan? ] Aku menyetujui permintaan suamiku dan diam-diam membatalkan pernikahan. Keesokan harinya, Lewis dan Mary berpelukan mesra di bawah Menara Eiffel. Aku pergi sendirian ke rumah sakit untuk menggugurkan kandungan. Hari ketiga, Lewis dan Mary saling menyatakan cinta di depan jendela kaca Burj Khalifa. Aku pun memberi tahu ibu Lewis bahwa mulai sekarang aku tidak akan bertemu dengan anaknya lagi.
Sandiwara Antara Pelacur dan Penolong, Siapa Yang Benar? - undefined novels & stories
Shelley
Pada malam pernikahan, aku dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans setelah terkena kondom yang telah disabotase, membuatku kesakitan luar biasa. Operasi berlangsung lebih dari dua puluh empat jam, dan cerita itu menyebar dengan cepat. Suamiku, Arya, justru mengumumkan bahwa siapa pun yang berhasil memotretku dalam keadaan pasca operasi akan diberi hadiah uang 160 miliar. Dalam semalam, aku berubah dari istri baru seorang miliarder menjadi bahan olok-olokan setiap kalangan elit di Neruda. Keesokan harinya, kekasih masa kecilnya Arya yang bernama Dina, muncul di depan pintuku. Saat itulah, aku baru tahu kebenarannya, bahwa dia yang telah melapisi kondom itu dengan perekat sebagai bagian dari apa yang dia sebut dengan eksperimen sosial. Dia tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan. Nada bicaranya sembrono dan kejam. "Itu cuma eksperimen. Bagaimana aku bisa tahu kalau kau akan bereaksi seperti itu? Lagian kau tidak pernah pantas untuk Arya. Jadi, hentikan sandiwaramu itu." Arya berdiri di sampingnya dengan tatapan dingin dan meremehkan. "Kalau bukan karena kontrak pernikahan, tak ada orang yang mau menyentuhmu. Kau tahu itu, kan?" Yang tidak dia ketahui adalah wanita yang dia sebut pelacur itu telah menyelamatkan hidupnya berkali-kali, lebih dari yang bisa dia bayangkan.
Kepatuhanku Dianggap Sepele - undefined novels & stories
Josep
Seminggu sebelum pernikahan, tunanganku, Yudha Gunardi tiba-tiba membatalkan nikah tamasya keliling dunia yang telah kupersiapkan selama dua tahun. Kupikir dia hanya salah pencet, jadi aku langsung membuka tablet untuk menghubungi konsultan pernikahan kami. Saat membuka Whatsapp yang terhubung dengan akunnya, kulihat pesan dari teman-temannya terus muncul satu per satu di layar. [Cuma karena keinginan Monika, kamu tega batalin pernikahan tamasya yang udah direncanain bersama calon istrimu? Sekarang bahkan seluruh urusan pernikahan kamu serahin ke dia?] [Acara itu 'kan impian terbesar tunanganmu! Semua orang tahu, bahkan saat penyakit jantungnya kambuh pun dia tetap maksain diri nyusun rencana perjalanan itu. Apa kamu nggak takut dia batalin pernikahannya begitu tahu semuanya?] Dengan tangan gemetar, aku membuka kotak percakapan itu. Tunanganku membalas dengan tak acuh: [Bahkan hidupnya aja udah dia kasih sama aku, masa dia masih ributin soal bentuk pernikahan? Monika cuma ingin sekali aja merancang sebuah pernikahan. Itu impiannya.] [Tenang aja. Dia lebih peduli pada pernikahan ini daripada siapa pun. Demi aku, dia bahkan udah kasih setengah jantungnya. Dia cinta padaku setengah mati. Kalaupun tahu, dia nggak mungkin ninggalin aku. Paling hanya ngamuk dua hari, lalu akan kubujuk dan semuanya selesai.] Aku menarik napas dalam-dalam, menekan gejolak di dadaku, lalu berbalik menatap pria lain dan berkata, "Mau nikah denganku? Semuanya udah siap. Yang kurang hanya pengantinnya."
Mantan Tak Perlu Kembali, Aku Jemput Hidup Baru - undefined novels & stories
Yura
Pada hari kami seharusnya berangkat ke Pegunungan Rapen untuk liburan kelulusan, pacarku mendadak hilang kontak. Saat aku menunggu dengan cemas di bandara, teman sekamarku tiba-tiba mengirim pesan dengan makna tersirat. [Reza, jangan panik dulu. Sebentar lagi ada kejutan besar!] Aku langsung lega. Kukira Nova, pacarku, terlambat karena sibuk berdandan. Karena, dia pernah berjanji akan mengenakan gaun pengantin dan menikah denganku begitu kami lulus. Sampai akhirnya, ketua kelas mengirim berita besar di grup obrolan WA. @Semua Orang. [Terima kasih kepada dosen dan teman-teman yang sudah hadir untuk menjadi saksi acara pertunangan Nova Tardin dan Fando Batio! Hubungan tiga tahun penuh perjuangan ini, akhirnya berbuah manis!] Pesan itu segera dibalas dalam sekejap. Teman-teman sekelas berbondong-bondong memberikan selamat. Hingga seseorang menyadari sesuatu dan mengetik pesan, [Astaga, Ketua Kelas, apa kamu lupa mengeluarkan Reza dari grup?] Seketika grup itu menjadi hening. Tak lama kemudian, semua orang mulai menyebutku. [Reza, kamu jangan nekat datang dan bikin kekacauan, ya! Mereka sudah pacaran sembunyi-sembunyi selama tiga tahun, nggak gampang bagi mereka untuk sampai di titik ini.] [Lagi pula, kamu biasanya terlalu mengekang. Kasihan Fando, selama tiga tahun ini dia sampai nggak berani menampakkan diri.] Bahkan Dosen Pembimbing Akademik kami, ikut membujukku. [Tolong hargai Saya. Kamu itu laki-laki, lapangkan dadamu dan jangan buat keributan. Berikan sedikit rasa hormat untuk pasangan baru ini.] Di tengah kata demi kata desakan dari mereka, aku merasa sangat sesak hingga tak punya tenaga lagi untuk mempertanyakan apa pun. Ternyata, bukan cuma janji mengenakan gaun pengantin untukku yang palsu. Bahkan semua hal yang kujalani selama empat tahun ini, juga palsu.
Saat Aku Berhenti Mencintaimu - undefined novels & stories
Yasmin
Pada hari pernikahanku, tepat ketika pembawa acara mengumumkan sesi pertukaran cincin, Harvey Sentosa yang berdiri di hadapanku tiba-tiba angkat bicara. "Sejujurnya, aku pernah 'berhubungan' sama sahabat baikmu." Aku terpaku di tempat. Melihat ekspresiku yang penuh rasa tidak percaya, dia bahkan tidak berkedip sedikit pun. Sikapnya begitu tenang, seolah hanya sedang membicarakan sesuatu yang biasa. "Waktu kamu pergi nyobain gaun pengantin, kami bermesraan di ruang ganti sebelahmu." "Dia sempat beberapa kali mengeluarkan suara. Kamu malah mengira dia sedang sakit dan terus khawatir dengan keadaannya." "Sesudahnya, waktu dia berdiri di sebelahmu, kakinya bahkan masih gemetar." Dalam sekejap, seluruh darah di tubuhku terasa membeku. Aku menoleh dengan kaku ke arah bawah panggung dan menatap sahabatku, Shenia Tandri, yang sedang tersenyum cerah. Dia mengangkat buket bunga di tangannya sambil berteriak memanggil namaku. Satu jam yang lalu, dia masih meneteskan air mata haru sambil membantuku merapikan ujung gaun pengantin, berulang kali mengatakan bahwa aku harus hidup bahagia. "Bahkan tadi, waktu kamu sedang dirias, dia masih duduk di pangkuanku." "Karena terlalu tegang, punggungku sampai tercakar sama dia." Sambil berkata demikian, Harvey menatap cincin pernikahan yang masih berada di tangannya dengan ekspresi santai. "Celine, aku sudah kasih tahu kamu semuanya." "Mau tetap menikah atau nggak, itu terserah kamu."
Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku - undefined novels & stories
Angie
Selama lima tahun menikah, Aster tidak pernah mendaftarkan pernikahan dengan Selene secara resmi. Dia selalu bilang perusahaan terlalu sibuk, tidak ada waktu, daftar atau tidak juga sama saja. Selene percaya begitu saja. Sampai hari ini .... Dia melihat dengan mata kepala sendiri Aster keluar dari kantor catatan sipil bersama kakaknya yang menghilang lima tahun! Mata Stella memerah saat dia menerjang ke pelukan Aster, tangannya menggenggam erat akta nikah menyilaukan itu. "Aster, waktu itu aku memang salah karena kabur dari pernikahan ...." Suara Stella tercekat. "Aku tahu kali ini kamu setuju menikah denganku juga karena aku kena kanker, tapi aku tetap ingin tanya .... Selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar sudah melupakanku dan jatuh cinta pada Selene?"
Cahaya yang Tertunda - undefined novels & stories
Penulis No. 7
Baru saja masa nifasnya usai, Winda Baskoro menggendong bayinya ke Dinas Kependudukan untuk mengurus kartu keluarga. "Pak, nama anakku Alex Harto." Petugas itu mengetik beberapa kali pada keyboard, tetapi dahinya makin berkerut. "Di kartu keluarga Tama Harto, sudah tercatat seorang anak bernama Alex Harto." Winda tertegun, mengira dirinya salah dengar. "Nggak mungkin, anak kami baru genap sebulan!" Belum selesai bicara, ponsel di sakunya bergetar. Saat dia membuka layar, terlihat foto dari asisten Tama, Sania Marsudi. Dalam foto itu, Tama merangkul pinggang Sania dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya menggendong bocah laki-laki sekitar lima atau enam tahun. Ketiganya berdiri di depan gerbang TK, tersenyum begitu cerah hingga menyilaukan mata. Di papan nama yang tergantung di dada bocah itu, tertera jelas namanya, Alex Harto.
Ketika Cinta Datang Terlambat, Perpisahan itu Mutlak - undefined novels & stories
Omara
Pada ulang tahun pernikahan ke-7, teman masa kecil Nico yang dramatis menelepon dan mengatakan pipa air di rumahnya rusak. Tanpa mengatakan apa-apa, Nico berbalik dan pergi menjadi tukang ledeng. Sesaat kemudian, Riska memperbarui akun media sosialnya. [ Kapan pun dan di mana pun, hanya dengan satu panggilan telepon, Pak Superman akan selalu tiba. Hadiah apa yang harus kuberikan padanya? ] Gambar yang dipostingnya adalah kondom dan pakaian robek yang berserakan di lantai. Aku tersenyum dan menelepon sebuah nomor. "Pipa air rumahku rusak, kamu mau datang dan memperbaikinya?"
Aku Menyaksikan Hatinya yang Perlahan Menjadi Tandus - undefined novels & stories
Mickey
Aku memiliki sebuah rahasia. Setiap kali bersentuhan dengan siapa pun, aku bisa melihat wajah orang yang paling mereka cintai. Sejak Nadhil pindah ke sebelah rumahku saat kami berusia tujuh tahun, di dalam hatinya hanya ada aku. Pada usia delapan belas tahun, saat dia menggenggam tanganku, orang yang ada di hatinya adalah aku. Saat berusia dua puluh dua tahun dan melamarku, yang di hatinya tetap aku. Pada malam pertama pernikahan kami, saat dia menciumku, yang ada di hatinya tetap aku. Pagi hari saat hari peringatan tiga tahun pernikahan kami, aku merapikan kerah bajunya. Saat ujung jariku menyentuh jakunnya, seperti biasa aku memejamkan mata sejenak. Namun, saat itu aku melihat dua wajah. Satu adalah wajahku, satunya lagi wajah seorang perempuan yang asing. Malam itu, layar ponsel Nadhil menyala. [Kak Nadhil, makasih ya, sudah menemaniku hari ini.] Dua puluh satu tahun, seratus ribu kali sentuhan. Untuk pertama kalinya, kemampuanku meleset.
Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya - undefined novels & stories
Juwara
Di hari sidang, hakim mengajukan pertanyaan sesuai prosedur yang biasa dilakukan. "Kalian baru menikah tiga tahun. Apa hubungan kalian benar-benar sudah hancur?" Aku mengatupkan bibir sambil tersenyum pahit, lalu melepaskan cincin kawinku dan meletakkannya di atas meja. "Selama tiga tahun menikah, kami juga sudah hidup terpisah selama tiga tahun." "Pak Hakim, apa masih ada perasaan di antara kami?" Selama lima tahun berpacaran, aku adalah kontak yang dia sematkan di bagian paling atas kontak WhatsApp-nya. Nomorku juga jadi kontak daruratnya. Bahkan, penerima manfaat asuransinya juga aku. Aku mengira sudah mencintai orang yang tepat. Namun, di hari pernikahan kami, dia menerima telepon dan wajahnya langsung menjadi pucat pasi. Ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia hanya mengatakan bahwa ibunya sakit. Dia meninggalkan segalanya dan langsung membeli tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Selama tiga tahun berikutnya, setiap hari dia mengirimkan foto makanan tiga kali sehari di tiap waktu makan, tetapi ibunya tidak pernah muncul sekalipun dalam foto-foto tersebut. Aku merasa kasihan padanya dan berkata ingin mengundurkan diri dari pekerjaan untuk membantunya merawat ibunya. Namun, dia berkata dengan sedih, "Aku nggak tega." Hingga sebulan yang lalu, aku menemukan akun seorang influencer yang sedang berjuang melawan kanker. Eric Maheswara muncul di vlog influencer itu, dengan keterangan yang begitu hangat. [Ada dia, di setiap terbangun di pagi hari.] [Ada dia, di setiap makan tiga kali sehari.] [Tangan yang saling menggenggam erat ini, juga dirinya.] Lalu, bagaimana dengan aku? Selama 1095 hari dan malam, aku hanya seorang diri. Dia sudah menipuku. Hakim pun mengetuk palu, lalu mengajukan pertanyaan terakhir. "Sudah memikirkannya masak-masak?" Aku mengangguk dengan tegas. Saat putusan cerai dibacakan, aku menatap surat putusan itu dan air mataku tumpah tak terbendung. Eric, aku membebaskanmu. Aku juga membebaskan diriku sendiri.
Akulah Perancang Pernikahan Suamiku - undefined novels & stories
Jiji
Sebagai perencana pernikahan, aku sendiri yang merancang pernikahan suamiku dan selingkuhannya. Bersama Julian selama lima tahun: tiga tahun pandemi, dua tahun menikah dan punya anak. Pernikahan yang kuimpikan, di mulutnya selalu saja menjadi "lain kali". Sampai suatu hari, aku menerima proyek pernikahan baru. Pemberi tugasnya seorang gadis muda dengan alis dan mata yang melengkung indah, senyumnya merekah. "Ini lokasi yang khusus dipilih pacarku, katanya pernikahan harus diadakan di sini." Aku menerima berkas itu, pandanganku tertahan pada nama lokasinya: sebuah gereja di Negara Faricia yang sudah berkali-kali kusebut pada suamiku, tempat impianku. Aku baru saja hendak tersenyum sambil mengagumi, ternyata ada orang di dunia ini yang seleranya begitu sejalan denganku. Detik berikutnya, nama mempelai pria masuk ke pandanganku. Julian. Ujung jariku terhenti tanpa suara di atas lembaran kertas. Gadis di seberang masih tenggelam dalam kebahagiaan, lalu menambahkan dengan lembut, "Katanya, meski kami baru bersama dua bulan, dia ingin memberiku pernikahan terbaik." Aku melengkungkan bibir, menatap wajah yang selama lima tahun ini bersamaku dari pagi hingga malam. Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya tiba juga hari di mana aku merancang pernikahannya. Sayangnya ... pengantinnya bukan aku.
Orang yang Kucintai Tidak Berada di Valenne - undefined novels & stories
Eji
Aku menghabiskan delapan tahun penuh mendampingi suamiku, Kelvano Davendra, seorang pemain selo, melewati masa-masa ketika dia menutup diri, menghancurkan dirinya sendiri, dan berulang kali mencoba mengakhiri hidup, hingga akhirnya berhasil tampil di Gedung Musik Emas Valenne. Pada tahun yang paling berat, dia bahkan tak mampu menggenggam busur selo dengan stabil. Berkali-kali, aku menemukannya di kamar yang terkunci dan menemaninya melewati saat-saat ketika dia kehilangan kendali dan mengalami kehancuran mental. Dia menulis komposisi utuh pertamanya untukku dan memberinya judul [Orang yang Paling Dicintai]. Katanya, selama aku ingin mendengarnya, dia akan memainkan selo untukku seumur hidupnya. Namun, setelah namanya mulai dikenal luas dan undangan pertunjukan memenuhi jadwalnya di seluruh dunia, ia menjadi begitu sibuk hingga hanya bisa meluangkan sepuluh menit setiap minggu untuk menemaniku. Setiap kali akhirnya tiba saat yang berharga itu, permintaanku selalu sama, mendengar [Orang yang Paling Dicintai] sekali lagi. Namun, dia hanya memejamkan mata dengan letih. “Tampil di konser sudah cukup menguras tenaga. Aku nggak mau, setelah jam kerja usai, masih dibebani tekanan pekerjaan.” Aku tak tega melihatnya kelelahan. Sejak saat itu, aku tak pernah lagi meminta. Hingga pada hari Sabtu, ketika aku mendadak ditugaskan ke Valenne untuk melakukan wawancara, aku justru mendengar melodi yang familier itu dari gedung konser yang sudah kosong seusai pertunjukan. Para penonton sudah lama meninggalkan tempat itu. Hanya asisten perempuannya yang masih ada, tertidur bersandar di bangku barisan depan. Sementara itu, suamiku duduk di tengah panggung, memainkan [Orang yang Paling Dicintai] berulang kali agar dia terlelap. Seseorang mengingatkannya bahwa sudah waktunya beristirahat. Namun, dia hanya menatap perempuan itu dan berkata pelan, “Nggak apa-apa. Dia suka mendengarnya.” Malam itu, dia memainkan selo selama tiga jam penuh. Ternyata, bukan karena dia kelelahan atau tidak ingin membawa pekerjaan pulang. Dia hanya tidak bersedia memainkan lagu itu sekali lagi untukku. Aku tidak masuk untuk menuntut penjelasan. Aku hanya berbalik, lalu pergi. Malam itu juga, aku menerima penugasan dari perusahaan untuk dipindahkan ke Negara Westoria selama tiga tahun. Begitu permohonan itu terkirim, aku melepas cincin pernikahan yang sudah delapan tahun kupakai ....
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu - undefined novels & stories
Jisan
Saat berusia sembilan tahun, aku terkena gelombang kejut dari ledakan saat menyelamatkan Andre Yunandi, dan sejak itu aku memakai alat bantu dengar. Dia merasa sangat bersalah. Dia berinisiatif melamarku, bersumpah dengan mata merah, “Dik Tasya, aku akan melindungimu seumur hidupku.” Tetapi di tahun saat kami berusia delapan belas tahun. Demi lulus tes di depan gadis idaman sekolah, Andre sendiri melepas alat bantu dengarku. Di depan gadis idaman sekolah itu dan teman-teman sekelasku, dia berkata dengan nada jijik, “Si Beban, aku sudah muak denganmu sejak lama.” “Tahun itu, saat kamu berusia sembilan tahun, aku benar-benar berharap kamu tidak diselamatkan dan justru meninggal.” Aku menggenggam laporan pemulihan telingaku, tak mengucapkan sepatah kata pun. Sesampainya di rumah, aku diam-diam mengubah pilihan seleksi nasional berdasarkan tes-ku. Setelah itu, aku pergi bersama orang tuaku ke rumah Andre untuk membatalkan pertunangan. Andre, mulai sekarang, pertemuan kita berakhir di sini. Aku dan kamu, tak perlu lagi bertemu.
Daun Gugur Tanpa Suara - undefined novels & stories
Muriaz
Sehari sebelum jadwal datang bulan, aku melihat sebuah catatan di ponsel tunanganku. [Kira-kira besok dia datang bulan. Aku harus menyiapkan pembalut dan obat pereda nyeri di tasnya dulu.] Aku tersenyum manis, merasa tersentuh oleh perhatian tunanganku. Namun keesokan harinya, saat perut bagian bawahku mendadak kram hebat, aku meraba-raba isi tasku dengan wajah pucat pasi. Hasilnya nihil, tidak ada apa-apa di dalam sana. Darah merah pekat terlanjur menembus celanaku. Di tengah kepanikan, murid-murid menunjuk ke arah belakangku sambil berbisik dan tertawa. Saat itu, aku mengira dia hanya lupa menyiapkannya. Sampai akhirnya, guru magang yang baru masuk membuat sebuah unggahan di media sosialnya. [Baru mulai kerja langsung ketemu mentor idaman! Dia bahkan menyiapkanku pembalut dan obat pereda nyeri. Haid kali ini sama sekali nggak sakit.] Unggahan itu dilengkapi foto sebutir ibuprofen, pembalut, serta segelas air seduhan gula merah dan kurma. Obat itu adalah obat yang selalu kusediakan di rumah karena nyeri haidku yang parah. Dan pembalut itu adalah satu-satunya merek yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulitku. Aku mematikan ponsel, menatap cincin di jari tengahku cukup lama, lalu bangkit menuju ruang kepala sekolah untuk mengajukan permohonan studi banding ke luar negeri. Tujuh tahun bersama, dia bahkan tidak pernah mengingat tanggal siklus datang bulanku. Mulai sekarang, pria itu tidak perlu mengingatnya lagi.
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara - undefined novels & stories
Sunny
Ketika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes. Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Jangan lupa membersihkannya." Selama tiga tahun pernikahan, dia selalu bersikap seperti ini. Dia selalu menghinaku untuk mencari kegembiraan. Siapa suruh aku mencampakkannya dulu? Sudah sepantasnya dia membenciku. Aku diam-diam membereskan rumah dan membersihkan semua jejak cinta yang ditinggalkan mereka. Kali ini, aku hanya ingin melihat rumah pernikahan kami untuk yang terakhir kalinya. Namun, pada saat ini, Christopher tiba-tiba memanggilku. "Evelyn, aku sepertinya belum pernah ambil foto pernikahan." Melihat sedikit kegembiraan di mataku, Christopher terkekeh dan berujar, "Jangan bilang kamu kira maksudku kita? Besok, aku dan Agnes mau ambil foto pernikahan. Kamu boleh datang untuk bantu dia pegang ekor gaunnya."
Masa Silam yang Tak Bisa Kembali - undefined novels & stories
Cahaya
Setelah delapan tahun di luar negeri, aku diundang pulang ke tanah air dengan bayaran besar, dan setelah seminar selesai aku bertemu mantan pacarku, Zavian. Zavian dengan inisiatif sendiri melamarku, ingin melanjutkan kembali hubungan kami. Seketika para mantan kolega di lembaga riset ikut bersorak, menunggu aku menangis haru lalu mengiakan. Bagaimanapun mereka semua tahu, dulu aku mencintai Zavian sampai bisa mengabaikan segalanya. Namun sepertinya mereka lupa, delapan tahun yang lalu, di konferensi peluncuran produk baru, pria itu menolak lamaranku dengan wajah dingin. Demi memastikan adik tingkatnya mendapat bonus, dia bahkan memfitnahku di depan ratusan kamera, menuduhku mencuri hasil kerja adik itu. Aku mati-matian membela diri. Namun di bawah bukti palsunya yang sempurna, aku benar-benar tak bisa menyangkal apa pun. Dia membiarkan adik tingkat itu membeli popularitas besar-besaran, menggerakkan hujatan massal di seluruh internet terhadapku. Hasil kerja kerasku selama bertahun-tahun berubah menjadi noda hitam dalam hidupku. Hubungan cinta yang sudah lama terjalin menjadi bahan tertawaan. Sejak hari itu, aku hanya bisa kabur ke luar negeri dengan tergesa-gesa. Kini aku kembali, Zavian justru membawa cincin, berlutut dengan satu kaki di hadapanku, tersenyum tampan sambil berkata, "Semua itu sudah berlalu. Beberapa tahun ini amarahku juga sudah reda. Karena kamu sudah kembali, mari kita menikah." Namun dia tidak tahu, aku sudah menikah.
Cinta Sirna Tanpa Bekas - undefined novels & stories
Martius
Di tahun ketujuh pernikahan kami, Jefry Marson tampak kembali jatuh cinta. Dia daftar di tempat gym dan sangat memperhatikan bentuk tubuhnya. Saat aku sedang mengikat dasinya, Jefry tiba-tiba ingin mengganti dasi berwarna kotak merah. Dia bilang, "Aku tiba-tiba mulai menyukai warna yang lebih cerah." Saat membalas pesanku, Jefry yang serius tembek mengirimiku emoji yang imut, lalu segera dihapus. Namun, dia tetap pulang tepat waktu, membawakanku bunga dan memasak untukku setiap hari. Aku mencela diri sendiri karena pikiran konyolku. Jefry sangat mencintaiku, mana mungkin dia selingkuh? Kebetulan suatu hari, aku menemukan kamera dashboard. Jefry dan muridnya sedang berpelukan dan saling bermesraan di dalam mobil. Aku pernah bertemu gadis itu, dia pernah makan di rumah dan memanggilku Bu Melda.
Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya - undefined novels & stories
Yunaza
Selama empat tahun menjalin hubungan diam-diam dengan adik laki-laki sahabatnya, Ivy mengira mereka sama-sama berjuang untuk cinta mereka. Siapa sangka, semua itu hanya delusinya sendiri. Hanya dia yang berharap hubungan mereka bisa menjadi resmi.
Terjebak dalam Gurun Kebohongan - undefined novels & stories
Sansan
Aku kembali setelah lima tahun bertugas di luar daerah. Begitu keluar dari bandara, aku berharap Henry akan menepati janjinya untuk melamarku. Namun, Henry hanya berdiri di sana dengan ekspresi dingin. "Linda, maafkan aku." Aku masih terhenyak, tetapi Henry berkata lagi, "Mengenai mutasimu … akulah yang mengaturnya." "Aku sengaja memindahkanmu ke proyek di daerah terpencil di Wilayah Saloka, agar aku bisa menghabiskan waktu bersama Sandra. "Sandra waktu itu hamil, nggak ada pilihan lain." Setelah terdiam lama, aku menggigit bibir hingga berdarah. Lima tahun lamanya, aku hidup di padang gurun, diterpa badai pasir dan panas yang menyengat, bekerja 16 jam sehari yang terasa seperti neraka. Ternyata semua ini jebakan yang dibuat oleh Henry. "Kamu terlalu keras kepala dan dominan, aku takut kamu menyakitinya." "Aku mengakui kesalahanku bukan berharap kamu memaafkanku, melainkan ingin kamu bisa menenangkan diri dulu, supaya kamu nggak membuat keributan nanti." Nada suara Henry terdengar pasrah. Aku mundur selangkah, menjauh dari tangannya yang mencoba meraihku, tersenyum dengan berlinang air mata. "Henry, padahal kita bisa berpisah baik-baik, tapi kamu malah merusak semuanya."
PREV
1234
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status