Novelas
Historias cortas

Géneros

Todo
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Personajes

27
Pelakor×
Todo
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Mostrar más

Trama y ambientación

27
Selingkuh×
Todo
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Mostrar más

Tema

16
Plot Twist×
Todo
Plot Twist
Drama
Gairah
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Mostrar más

Historias cortas de Plot Twist y novelas con Pelakor ambientadas en Selingkuh

Descubre una colección de cautivadoras historias cortas de Plot Twist con Pelakor y ambientadas en Selingkuh, con tramas atrapantes y una narración envolvente. Perfectas para quienes buscan historias de una hora y lecturas rápidas e inmersivas online.
Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali - undefined novela & novela
Cupcake
Di tahun ketiga pernikahan Marissa Pranaya dan Arka Kivandra, ada sebuah kabar baik. Akhirnya, Marissa bisa meninggalkan laki-laki itu. "Satu bulan lagi kakakmu akan pulang. Selama sebulan ini, teruslah berpura-pura menjadi dirinya dengan baik." Di ujung telepon, suara Bu Elvira Pranaya terdengar dingin seperti biasanya. "Setelah semua ini berakhir, aku akan kasih kamu 60 miliar, agar kamu bisa menjalani hidup yang kamu mau." "Aku mengerti," jawab Marissa pelan, suaranya tenang bagaikan air yang tiada bergelombang. Setelah menutup telepon, Marissa menengadah, menatap foto pernikahan berukuran raksasa yang terpajang di dinding.
Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku - undefined novela & novela
Angie
Selama lima tahun menikah, Aster tidak pernah mendaftarkan pernikahan dengan Selene secara resmi. Dia selalu bilang perusahaan terlalu sibuk, tidak ada waktu, daftar atau tidak juga sama saja. Selene percaya begitu saja. Sampai hari ini .... Dia melihat dengan mata kepala sendiri Aster keluar dari kantor catatan sipil bersama kakaknya yang menghilang lima tahun! Mata Stella memerah saat dia menerjang ke pelukan Aster, tangannya menggenggam erat akta nikah menyilaukan itu. "Aster, waktu itu aku memang salah karena kabur dari pernikahan ...." Suara Stella tercekat. "Aku tahu kali ini kamu setuju menikah denganku juga karena aku kena kanker, tapi aku tetap ingin tanya .... Selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar sudah melupakanku dan jatuh cinta pada Selene?"
Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya - undefined novela & novela
Yunaza
Selama empat tahun menjalin hubungan diam-diam dengan adik laki-laki sahabatnya, Ivy mengira mereka sama-sama berjuang untuk cinta mereka. Siapa sangka, semua itu hanya delusinya sendiri. Hanya dia yang berharap hubungan mereka bisa menjadi resmi.
Bukan Tak Direstui, Tetapi Memang Tak Berniat Menikah - undefined novela & novela
Bekzy
Pada tahun keempat pertunangannya dengan Matthew, Yessy tetap belum bisa menikah dengannya. Hal itu karena Keluarga Handoko telah menjadi tentara selama tiga generasi, sehingga pernikahan harus mendapat persetujuan dari panglima. Namun setiap tahun, permohonan pernikahan mereka selalu tidak disetujui. Hingga pada tahun keempat, Yessy melihat dengan mata kepalanya sendiri, Matthew mengubah hasil permohonan pernikahan. Dia baru tahu, ternyata Matthew tidak pernah berniat menikahinya.
Semangkuk Bubur Menyadarkan Betapa Tidak Layaknya Suamiku - undefined novela & novela
Cahaya
Setelah berhasil menegosiasikan proyek senilai 200 miliar untuk perusahaan, aku bersiap menerima bonus 600 juta untuk mengganti mobil baru. Namun, suamiku yang seorang presdir, Xavian, malah datang membawa semangkuk bubur hangat dan slip gaji dengan angka nol di depanku. "Maaf ya, Sayang. Kerugian perusahaan benar-benar terlalu besar. Anggap saja bubur yang kubuat ini hadiah karena kamu berhasil dapatin proyek itu. Kalau kondisi keuangan perusahaan membaik, aku pasti beliin kamu mobil baru." Tak lama kemudian, aku melihat unggahan di media sosial adik kelasnya, Astrid. Suamiku yang biasanya sangat pelit ternyata bukan hanya memberikan bonus khusus 600 juta kepadanya, tetapi juga menghadiahinya sebuah BMW baru senilai 400 juta. [ Performa kerja jelek juga nggak apa-apa. Kakak kelasku pasti tetap manjain aku habis-habisan. ] Jadi ternyata, tidak punya uang hanyalah kebohongan suamiku karena dia tidak rela mengeluarkan uang untukku. Aku tidak marah ataupun membuat keributan. Aku hanya diam-diam memberi like dan komentar pada unggahan itu. [ Semoga langgeng. ] Tak lama kemudian, telepon dari Xavian masuk. Nadanya panik saat menjelaskan, "Jangan salah paham. Ibunya Astrid kena kanker, jadi aku kasih bonus khusus itu demi hubungan lama kami." "Mobil itu juga kubelikan supaya dia lebih mudah bolak-balik rumah sakit dan mengurangi waktu perjalanan, jadi dia bisa bekerja lebih baik. Semua ini kulakukan demi kepentingan perusahaan." "Gara-gara komentar sembaranganmu, semua orang jadi salah paham dan ngira Astrid pelakor. Cepat hapus komentarnya dan jelaskan semuanya. Soal bulan madu yang selama ini kamu minta, aku bakal bawa kamu pergi kok." Aku merobek slip gaji bertuliskan angka nol besar itu sampai hancur berkeping-keping. "Nggak jadi pergi. Lebih baik langsung urus perceraian di pengadilan negeri."
Hanya Sesal yang Tertinggal - undefined novela & novela
Ziana
Suamiku, Ferdi Limanta, adalah seorang ahli saraf otak. Demi bisa hidup bersama dengan rekan wanitanya, dia bekerja tanpa tidur dan tanpa istirahat di laboratorium selama tiga bulan. Akhirnya, dia berhasil mengembangkan obat khusus yang dapat membuat seseorang kehilangan ingatan. Suatu hari, tanpa sengaja aku melihat akun WhatsApp web-nya yang lupa dia keluarkan dari tabletnya beserta riwayat percakapannya. [Ferdi, sebenarnya sampai kapan kita baru bisa bersama secara terang-terangan?] [Sayang, tunggu bentar lagi. Kalau vitaminnya udah kutukar sama obat itu dan dia kehilangan ingatan, pasti dia sendiri yang bakal ngajak cerai. Jadi aku juga nggak kena cap buruk.] Seketika, tubuhku terasa sedingin es. Rupanya, dia bahkan rela menghapus semua kenangan kami demi meninggalkanku. Kalau begitu, akan aku kabulkan keinginan kalian. Namun, ketika aku benar-benar mulai melupakan hari-hari istimewa kami satu per satu, Ferdi malah jadi panik dan bertanya, "Shania, gimana kamu bisa lupain semua hal tentang aku?"
Kepatuhanku Dianggap Sepele - undefined novela & novela
Josep
Seminggu sebelum pernikahan, tunanganku, Yudha Gunardi tiba-tiba membatalkan nikah tamasya keliling dunia yang telah kupersiapkan selama dua tahun. Kupikir dia hanya salah pencet, jadi aku langsung membuka tablet untuk menghubungi konsultan pernikahan kami. Saat membuka Whatsapp yang terhubung dengan akunnya, kulihat pesan dari teman-temannya terus muncul satu per satu di layar. [Cuma karena keinginan Monika, kamu tega batalin pernikahan tamasya yang udah direncanain bersama calon istrimu? Sekarang bahkan seluruh urusan pernikahan kamu serahin ke dia?] [Acara itu 'kan impian terbesar tunanganmu! Semua orang tahu, bahkan saat penyakit jantungnya kambuh pun dia tetap maksain diri nyusun rencana perjalanan itu. Apa kamu nggak takut dia batalin pernikahannya begitu tahu semuanya?] Dengan tangan gemetar, aku membuka kotak percakapan itu. Tunanganku membalas dengan tak acuh: [Bahkan hidupnya aja udah dia kasih sama aku, masa dia masih ributin soal bentuk pernikahan? Monika cuma ingin sekali aja merancang sebuah pernikahan. Itu impiannya.] [Tenang aja. Dia lebih peduli pada pernikahan ini daripada siapa pun. Demi aku, dia bahkan udah kasih setengah jantungnya. Dia cinta padaku setengah mati. Kalaupun tahu, dia nggak mungkin ninggalin aku. Paling hanya ngamuk dua hari, lalu akan kubujuk dan semuanya selesai.] Aku menarik napas dalam-dalam, menekan gejolak di dadaku, lalu berbalik menatap pria lain dan berkata, "Mau nikah denganku? Semuanya udah siap. Yang kurang hanya pengantinnya."
99 Kali Operasiku Ditunda, Kini Aku Mengamuk - undefined novela & novela
Sanfa
Aku mengidap glioma otak, hidupku sudah berada di ujung tanduk. Namun untungnya, suamiku, Rey Sagara, adalah seorang dokter spesialis bedah saraf yang jenius. Di seluruh negeri, hanya dia satu-satunya dokter yang berani mengambil tindakan untuk operasi ini. Sialnya, pria itu justru tega menunda operasiku hingga 99 kali. Setiap kali prosesnya akan dimulai, semuanya harus terhenti hanya karena Adira Kamandaka mengeluh sakit kepala. Kecepatan pertumbuhan tumor di kepalaku ini jauh di luar perkiraan. Pada penundaan yang ke-99 kalinya, rasa sakit akibat penyakit ini begitu menusuk hingga ke tulang. Aku sampai berlutut di hadapan pria itu sambil memohon, “Rey, jangan ditunda lagi, aku benar-benar nggak sanggup lagi...” Namun, Rey bahkan tidak melirikku sama sekali. Dia berbalik dan langsung melangkah pergi. “Jaga sikapmu, Lana. Aku ini dokter, aku harus bertanggung jawab pada setiap pasien.” Rasa sakit itu seketika menenggelamkanku. Aku memeluk kepalaku yang rasanya seperti mau pecah sambil menangis histeris. Sementara itu, perawat yang memegang laporan pemeriksaanku hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela napas berat. “Ini nggak bisa ditunda lagi. Kalau minggu ini belum juga dilakukan tindakan operasi, pasien hanya tinggal menunggu ajal.”
Saat Aku Berhenti Mencintaimu - undefined novela & novela
Yasmin
Pada hari pernikahanku, tepat ketika pembawa acara mengumumkan sesi pertukaran cincin, Harvey Sentosa yang berdiri di hadapanku tiba-tiba angkat bicara. "Sejujurnya, aku pernah 'berhubungan' sama sahabat baikmu." Aku terpaku di tempat. Melihat ekspresiku yang penuh rasa tidak percaya, dia bahkan tidak berkedip sedikit pun. Sikapnya begitu tenang, seolah hanya sedang membicarakan sesuatu yang biasa. "Waktu kamu pergi nyobain gaun pengantin, kami bermesraan di ruang ganti sebelahmu." "Dia sempat beberapa kali mengeluarkan suara. Kamu malah mengira dia sedang sakit dan terus khawatir dengan keadaannya." "Sesudahnya, waktu dia berdiri di sebelahmu, kakinya bahkan masih gemetar." Dalam sekejap, seluruh darah di tubuhku terasa membeku. Aku menoleh dengan kaku ke arah bawah panggung dan menatap sahabatku, Shenia Tandri, yang sedang tersenyum cerah. Dia mengangkat buket bunga di tangannya sambil berteriak memanggil namaku. Satu jam yang lalu, dia masih meneteskan air mata haru sambil membantuku merapikan ujung gaun pengantin, berulang kali mengatakan bahwa aku harus hidup bahagia. "Bahkan tadi, waktu kamu sedang dirias, dia masih duduk di pangkuanku." "Karena terlalu tegang, punggungku sampai tercakar sama dia." Sambil berkata demikian, Harvey menatap cincin pernikahan yang masih berada di tangannya dengan ekspresi santai. "Celine, aku sudah kasih tahu kamu semuanya." "Mau tetap menikah atau nggak, itu terserah kamu."
Mawar Layu di Musim Dingin Kedua - undefined novela & novela
Yusfa
Selama 8 tahun, aku selalu menemani Farrel Grattino menapaki kariernya di dunia penerbangan dari seorang kopilot hingga menjadi kapten. Di tahun tersibuknya, aku bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaan untuk memasak sesuai jadwal penerbangannya. Pernah suatu kali aku bertanya, "Suatu hari nanti apakah kau bisa mengajakku melihat langit di ketinggian sepuluh ribu meter yang selalu kau lihat? Sekali saja." Dia bahkan tidak menghentikan sumpitnya. "Itu tempat kerja, bukan taman hiburan." Aku menjawab, "Baik." Sejak saat itu, aku tidak pernah mengungkitnya lagi. Hingga suatu malam ketika sulit tidur, aku tanpa sengaja menemukan album foto yang dikunci dengan kata sandi di ponselnya. Di dalamnya ada lebih dari empat puluh foto, semuanya diambil dari sudut pandang kokpit. Hamparan lautan awan, matahari terbenam, pelangi ganda setelah hujan, hingga galaksi di langit pada ketinggian sepuluh ribu meter. Setiap foto pernah dia kirim kepada orang yang sama, dengan nama kontak berupa emoji beruang kecil. Foto terbaru diambil tiga hari yang lalu. Senja menyelimuti langit, sementara setengah bulatan matahari menggantung di ujung sayap pesawat. Dia menuliskan sebuah kalimat: [Pemandangan hari ini juga sangat indah. Nanti kalau kau datang, duduklah di kursi observasi sebelah kanan. Itu sudut pandang yang terbaik.] Orang itu membalas dengan emoji pelukan dan empat kata: [Tunggu saat aku cuti.] Aku mengembalikan ponselnya ke tempat semula tanpa mengubah kata sandi ataupun menghapus album fotonya. Fajar menyingsing, aku menyeduh kopi seperti biasa, lalu meminumnya dengan tenang. Setelah itu, aku membuka laptop, menulis surat pengunduran diri, dan memesan tiket pesawat menuju Baili. 8 tahun sudah berlalu. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengejar rute penerbangannya dan menunggu waktu makan bersamanya. Aku berhenti menjaga rumah yang kosong sambil menebak-nebak terbang ke mana dia saat ini. Jika langit di ketinggian sepuluh ribu meternya memang tidak memiliki tempat untukku, maka aku akan berpijak di bumi, menumbuhkan kehidupan dan menikmati senjaku sendiri.
Daun Gugur Tanpa Suara - undefined novela & novela
Muriaz
Sehari sebelum jadwal datang bulan, aku melihat sebuah catatan di ponsel tunanganku. [Kira-kira besok dia datang bulan. Aku harus menyiapkan pembalut dan obat pereda nyeri di tasnya dulu.] Aku tersenyum manis, merasa tersentuh oleh perhatian tunanganku. Namun keesokan harinya, saat perut bagian bawahku mendadak kram hebat, aku meraba-raba isi tasku dengan wajah pucat pasi. Hasilnya nihil, tidak ada apa-apa di dalam sana. Darah merah pekat terlanjur menembus celanaku. Di tengah kepanikan, murid-murid menunjuk ke arah belakangku sambil berbisik dan tertawa. Saat itu, aku mengira dia hanya lupa menyiapkannya. Sampai akhirnya, guru magang yang baru masuk membuat sebuah unggahan di media sosialnya. [Baru mulai kerja langsung ketemu mentor idaman! Dia bahkan menyiapkanku pembalut dan obat pereda nyeri. Haid kali ini sama sekali nggak sakit.] Unggahan itu dilengkapi foto sebutir ibuprofen, pembalut, serta segelas air seduhan gula merah dan kurma. Obat itu adalah obat yang selalu kusediakan di rumah karena nyeri haidku yang parah. Dan pembalut itu adalah satu-satunya merek yang tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulitku. Aku mematikan ponsel, menatap cincin di jari tengahku cukup lama, lalu bangkit menuju ruang kepala sekolah untuk mengajukan permohonan studi banding ke luar negeri. Tujuh tahun bersama, dia bahkan tidak pernah mengingat tanggal siklus datang bulanku. Mulai sekarang, pria itu tidak perlu mengingatnya lagi.
Terjebak dalam Gurun Kebohongan - undefined novela & novela
Sansan
Aku kembali setelah lima tahun bertugas di luar daerah. Begitu keluar dari bandara, aku berharap Henry akan menepati janjinya untuk melamarku. Namun, Henry hanya berdiri di sana dengan ekspresi dingin. "Linda, maafkan aku." Aku masih terhenyak, tetapi Henry berkata lagi, "Mengenai mutasimu … akulah yang mengaturnya." "Aku sengaja memindahkanmu ke proyek di daerah terpencil di Wilayah Saloka, agar aku bisa menghabiskan waktu bersama Sandra. "Sandra waktu itu hamil, nggak ada pilihan lain." Setelah terdiam lama, aku menggigit bibir hingga berdarah. Lima tahun lamanya, aku hidup di padang gurun, diterpa badai pasir dan panas yang menyengat, bekerja 16 jam sehari yang terasa seperti neraka. Ternyata semua ini jebakan yang dibuat oleh Henry. "Kamu terlalu keras kepala dan dominan, aku takut kamu menyakitinya." "Aku mengakui kesalahanku bukan berharap kamu memaafkanku, melainkan ingin kamu bisa menenangkan diri dulu, supaya kamu nggak membuat keributan nanti." Nada suara Henry terdengar pasrah. Aku mundur selangkah, menjauh dari tangannya yang mencoba meraihku, tersenyum dengan berlinang air mata. "Henry, padahal kita bisa berpisah baik-baik, tapi kamu malah merusak semuanya."
Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya - undefined novela & novela
Juwara
Di hari sidang, hakim mengajukan pertanyaan sesuai prosedur yang biasa dilakukan. "Kalian baru menikah tiga tahun. Apa hubungan kalian benar-benar sudah hancur?" Aku mengatupkan bibir sambil tersenyum pahit, lalu melepaskan cincin kawinku dan meletakkannya di atas meja. "Selama tiga tahun menikah, kami juga sudah hidup terpisah selama tiga tahun." "Pak Hakim, apa masih ada perasaan di antara kami?" Selama lima tahun berpacaran, aku adalah kontak yang dia sematkan di bagian paling atas kontak WhatsApp-nya. Nomorku juga jadi kontak daruratnya. Bahkan, penerima manfaat asuransinya juga aku. Aku mengira sudah mencintai orang yang tepat. Namun, di hari pernikahan kami, dia menerima telepon dan wajahnya langsung menjadi pucat pasi. Ketika aku bertanya apa yang terjadi, dia hanya mengatakan bahwa ibunya sakit. Dia meninggalkan segalanya dan langsung membeli tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Selama tiga tahun berikutnya, setiap hari dia mengirimkan foto makanan tiga kali sehari di tiap waktu makan, tetapi ibunya tidak pernah muncul sekalipun dalam foto-foto tersebut. Aku merasa kasihan padanya dan berkata ingin mengundurkan diri dari pekerjaan untuk membantunya merawat ibunya. Namun, dia berkata dengan sedih, "Aku nggak tega." Hingga sebulan yang lalu, aku menemukan akun seorang influencer yang sedang berjuang melawan kanker. Eric Maheswara muncul di vlog influencer itu, dengan keterangan yang begitu hangat. [Ada dia, di setiap terbangun di pagi hari.] [Ada dia, di setiap makan tiga kali sehari.] [Tangan yang saling menggenggam erat ini, juga dirinya.] Lalu, bagaimana dengan aku? Selama 1095 hari dan malam, aku hanya seorang diri. Dia sudah menipuku. Hakim pun mengetuk palu, lalu mengajukan pertanyaan terakhir. "Sudah memikirkannya masak-masak?" Aku mengangguk dengan tegas. Saat putusan cerai dibacakan, aku menatap surat putusan itu dan air mataku tumpah tak terbendung. Eric, aku membebaskanmu. Aku juga membebaskan diriku sendiri.
Dia Bagai Pasir di Pelupuk Mataku - undefined novela & novela
Mohini
Saat istriku dinyatakan hamil, di perjalanan pulang tiba-tiba dia berkata kepadaku, "Ada sesuatu yang mau kukatakan." "Sebenarnya anak yang ada di dalam kandunganku adalah anak kakak ipar. Surat izin kelahirannya juga sudah selesai diurus." Senyum di wajahku langsung membeku. Dia mengeluarkan selembar hasil Tes DNA dari dalam tasnya. Pada kolom ayah benar-benar tertulis nama Felix Gondo. Dia berkata dengan nada yang begitu tenang hingga terasa mengerikan, "Hari itu kau demam tinggi dan tertidur di kursi belakang mobil. Kami melakukannya di kursi depan." "Di tempat aku duduk sekarang ini." Dalam sekejap, seluruh tubuhku seakan terjun ke dalam jurang es. Aku membuka mulut, tetapi tenggorokanku terasa seperti tersumbat sesuatu. Setelah mengatakan itu, Salma Kurniawan menatap perutnya yang mulai membesar. Setiap kata yang keluar dari mulutnya menusuk hatiku. "Kalau kau benar-benar nggak bisa menerimanya, aku bisa gugurkan. Tapi kuota surat izin kelahiran cuma ada satu. Kalau kesempatan ini hilang, kita berdua nggak mungkin punya anak lagi." "Sekarang, aku sudah mengatakan yang sebenarnya padamu. Membiarkan anak ini lahir atau nggak, kau yang putuskan."
Sedekat Cinta, Sejauh Ufuk - undefined novela & novela
Jisu
Pada hari kami mendaftarkan pernikahan, Celine Raharja berkata bahwa suami dan istri pisah kamar selama lebih dari seminggu, secara otomatis akan dianggap bercerai. Oleh karena itu, setiap kali kami bertengkar, begitu dia mengambil bantal dan pindah ke kamar tamu, aku selalu langsung merendahkan diri dan meminta maaf. Kalimat itu dia gunakan untuk mengendalikanku selama tiga tahun penuh. Di hari ulang tahunku yang ke-28, dia kembali melewatkan janji makan malam denganku karena seorang anak magang. Setelah pulang ke rumah, aku tidak menyambut kotak berisi kancing manset berlian yang dia sodorkan kepadaku. Dia mengernyit sambil menatapku cukup lama sebelum akhirnya berkata dengan dingin, "Apa di matamu ulang tahun yang bisa dirayakan setiap tahun lebih penting daripada nyawa manusia?" "Setelah mengantar Elio ke rumah sakit, aku sudah berusaha pulang secepat mungkin. Tapi kau masih saja membuat masalah!" "Julian, rasa cemburumu benar-benar membuatku takut!" Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan menuju kamar tamu. Hanya saja ... kali ini aku tidak lagi mengejarnya.
Ciuman Perpisahan Di Malam Musim Panas - undefined novela & novela
Prazas
Ibu Larsen, sang pewaris keluarga elite ibu kota, akhirnya sadar setelah sepuluh tahun menjadi pasien vegetatif akibat dikira didorong seseorang hingga jatuh dari tangga. Semua tokoh terpandang di ibu kota datang menjenguknya. Mereka berlomba-lomba memuji Larsen di hadapan wanita tua itu karena begitu berbakti dan telah menghukum orang yang mencelakai ibunya selama sepuluh tahun penuh. Meskipun orang yang dianggap bersalah itu adalah pacar Larsen semasa SMA, Larsen tidak pernah sedikit pun berbelaskasihan. Namun, setelah semua orang selesai bicara, wanita tua yang sudah lama terdiam itu malah tampak kebingungan. "Orang yang bersalah? Nggak ada yang dorong aku, kok. Aku jatuh sendiri." Brak! Tangan Larsen bergetar, pisau buah yang dipegangnya jatuh ke lantai. Dia mendongak dengan tercengang. "Bu, apa Ibu bilang?" Jadi, orang yang mencelakai ibunya bukan Alena? Namun, setelah Alena keluar dari penjara, Larsen telah memaksanya menikah dengan seorang pengemis buta dari kawasan kumuh. Sudah tiga tahun ....
Pesan Rahasia Yang Menyelamatkanku - undefined novela & novela
Jul
Belakangan ini, ada satu program yang lagi tren di internet, yaitu mengobrol dengan diri sendiri di masa depan. Sebelum ujian masuk perguruan tinggi dimulai, aku hanya sekedar ikut-ikutan mengirim satu pesan, [Diriku di masa depan, aku dan Eric akhirnya menikah?] Layar ponselku berkedip sebentar, lalu sebuah balasan dari ‘nomor tak dikenal’ tiba-tiba masuk hanya dalam hitungan detik. [Menikah, pesta pernikahannya sangat megah.] Sambil menggenggam erat ponselku, jariku mengetik dengan cepat. [Lalu? Pendamping pengantinnya Kirana, ‘kan? Dia itu sahabat terbaikku!] Balasannya tetap sangat cepat, [Iya, dia pendampingnya. Dia bukan hanya sekadar pendamping pengantin, tapi juga istri suamimu di malam pertama.] Seketika, senyuman di bibirku membeku. Kemudian, pesan ketiga kembali muncul. [Sebenarnya, kamu nggak perlu sengaja menurunkan standarmu demi menemaninya. Dia sengaja membuat nilai matematikanya jelek, biar bisa tetap di kota yang sama bersama Kirana yang nilainya paling jelek.] [Dia mau kamu melepaskan kesempatan masuk universitas terbaik demi dirinya, hanya karena nggak mau Kirana merasa minder gara-gara nilaimu bagus.] Tiba-tiba, bel tanda masuk ruang ujian berbunyi. Namun, seluruh tubuhku merinding, tak sanggup bergerak sedikitpun. Pesan terakhir itu pun memberikan hantaman yang mematikan. [Kalau nggak percaya, begitu selesai ujian, langsung pergi saja ke hotel di jalan belakang sekolah. Kamu bakal lihat sendiri kenyataannya.]
Aku Menyaksikan Hatinya yang Perlahan Menjadi Tandus - undefined novela & novela
Mickey
Aku memiliki sebuah rahasia. Setiap kali bersentuhan dengan siapa pun, aku bisa melihat wajah orang yang paling mereka cintai. Sejak Nadhil pindah ke sebelah rumahku saat kami berusia tujuh tahun, di dalam hatinya hanya ada aku. Pada usia delapan belas tahun, saat dia menggenggam tanganku, orang yang ada di hatinya adalah aku. Saat berusia dua puluh dua tahun dan melamarku, yang di hatinya tetap aku. Pada malam pertama pernikahan kami, saat dia menciumku, yang ada di hatinya tetap aku. Pagi hari saat hari peringatan tiga tahun pernikahan kami, aku merapikan kerah bajunya. Saat ujung jariku menyentuh jakunnya, seperti biasa aku memejamkan mata sejenak. Namun, saat itu aku melihat dua wajah. Satu adalah wajahku, satunya lagi wajah seorang perempuan yang asing. Malam itu, layar ponsel Nadhil menyala. [Kak Nadhil, makasih ya, sudah menemaniku hari ini.] Dua puluh satu tahun, seratus ribu kali sentuhan. Untuk pertama kalinya, kemampuanku meleset.
Countdown Cinta - undefined novela & novela
Muriaz
Aku bisa melihat hitungan mundur sebelum perasaan seseorang berakhir. Saat hitung mundur di atas kepala Ayah mencapai nol, dia meninggalkan surat cerai lalu mencampakkan Ibu dan aku. Saat hitung mundur di atas kepala sahabatku mencapai nol, akhirnya dia memberanikan diri meninggalkan mantan berengseknya itu. Karena itulah, aku sangat takut jika harus melihat hitung mundur di atas kepala Leonard Chandrata, suamiku. Syukurlah, selama tujuh tahun pernikahan kami, tak pernah ada hitung mundur di atas kepalanya. Berkali-kali aku merasa jadi perempuan paling beruntung karena menikah dengan pria sebaik dia. Sampai sebulan yang lalu, ketika dia menjemputku pulang kerja. Begitu aku mendongak, tulisan merah menyala itu langsung menusuk pandanganku. [702 hari 14 jam 22 menit.] Kurang dari dua tahun lagi. Dadaku serasa diremas. Aku mati-matian mencari jawabannya. Apa aku telah melakukan kesalahan? Atau dia ... sudah berubah hati? Jawabannya baru kutemukan pada suatu hari saat hujan deras mengguyur kota. Di depan gedung kantor, kami bertemu mahasiswi magang di perusahaannya. Gadis itu basah kuyup, tetapi senyumnya tetap cerah. Leonard mengulurkan selembar tisu dengan ekspresi setenang biasanya. Namun pada detik itulah, hitung mundur di atas kepalanya berubah drastis. [327 hari 4 jam 47 menit.] Berkurang lebih dari tiga ratus hari. Suara hujan begitu deras hingga memekakkan telinga. Dan saat itulah aku sadar, akhirnya aku menemukan penyebabnya.
Menatap Jalan Pulang, Tak Pernah Kembali - undefined novela & novela
Anna
Aku punya pacar yang posesifnya luar biasa. Tujuh tahun kami bersama, dan kalimat yang paling sering keluar dari mulut Wilda Malik selalu sama. "Pacarku ganteng banget, lho. Tahu, nggak? Kalau sampai ada yang tahu, habis kamu." "Sayangku seganteng ini, siapa pun pasti langsung klepek-klepek. Orang lain ngelirik kamu dikit aja, aku udah nggak terima." Makanya, dia tidak pernah sekali pun mengizinkan aku masuk ke lingkaran pertemanannya. Sampai suatu hari, lewat akun keduaku, aku tidak sengaja menemukan unggahannya. Tiga tahun. Lebih dari 600 postingan. Isinya cuma satu, momen-momen kebersamaannya dengan pria lain. Mereka berdua menyusuri Istana Awan Putih, memanjatkan doa di puncak gunung bersalju, berciuman di tengah jalanan Kota Samudra. Dan postingan terbarunya. Fotonya di tepi pantai. Dia dan pria itu berciuman, dikelilingi sorak-sorai dan teriakan teman-teman mereka yang heboh. Keterangannya berbunyi: [Mencintai seseorang, berarti nggak mampu menahan diri untuk memamerkannya kepada seluruh dunia.] Jemariku gemetar. Tanpa sepatah kata, aku keluar dari halaman itu dan langsung memesan tiket pesawat ke Kota Selatan. Ternyata, cinta tujuh tahun ... bisa benar-benar dilepaskan hanya dalam sekejap mata.
ANTERIOR
123
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status