Novel
Cerita Pendek

Genre

Realistis×
Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Semua
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Semua
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Tampilkan lebih banyak

Tema

16
Plot Twist×
Semua
Plot Twist
Drama
Gairah
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek & Novel Plot Twist Realistis

Temukan kumpulan cerita pendek Plot Twist Realistis yang menarik dengan alur cerita yang memikat dan penceritaan yang imersif. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam dan bacaan cepat yang imersif secara online.
Saat Aku Kehilangan Akal di Kolam Hotel - Realistis novel & cerita
Hoki
Aku dan ibu mertuaku pergi liburan, setelah check-in di hotel, kami segera menuju kolam renang hotel. Namun terlihat seorang wanita yang berdandan rapi mengerutkan hidungnya sambil mengejek, "Ini hotel mewah, kok bisa ada orang macam-macam begini, jangan-jangan kalian menyelip masuk cuma untuk menebeng kolam hotel." "Renang sekolam dengan kalian, membuatku takut ketularan penyakit!" Aku dan ibu mertuaku segera kehilangan mood, aku menatap dingin dan berkata, "Kolam hotel itu untuk umum, semua tamu yang menginap boleh memakainya. Kalau kamu nggak suka, bangun sendiri di rumahmu." Wanita itu marah dan mengangkat alis sambil berteriak, "Berani kamu bicara lancang padaku! Tahu nggak, hotel ini milik suamiku, kamar suite terbaik di sini selalu menjadi milikku!" "Aku perintahkan kalian pergi dari sini sekarang juga! Tampang miskin begitu, mengotori air kolam saja, sungguh menjijikkan!" Aku dan ibu mertuaku saling bertatapan. Dari mata ke mata, bisa terlihat emosi dingin kami. Hotel ini memang milik Leonidas, tetapi sejak kapan dia menjadi suami orang lain?
Anak Tak Terlihat, Anak Terlupakan - Realistis novel & cerita
Cravez
Saat Tahun Baru Imlek, kami pulang ke kampung halaman. Di jalan tol, adikku ribut minta ke toilet. Ibu mendesakku dan kakakku, "Rest area berikutnya masih jauh. Kalian sekalian saja, biar nanti nggak bolak-balik mau ke toilet lagi." "Cepat sedikit, jangan lama-lama!" Aku langsung lari ke sana, tetapi begitu keluar, aku melihat mobil yang familier itu sudah menyalakan lampu dan mulai jalan. Suhu di luar hampir di bawah nol, tetapi ayah dan ibuku malah meninggalkanku di rest area yang sepi. Aku buru-buru berlari mengejar sambil berteriak keras, "Ayah! Ibu!" Namun, mobil itu sudah berbelok dan menyatu dengan arus kendaraan, sampai akhirnya benar-benar tak terlihat lagi.
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun - Realistis novel & cerita
Autona
Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
Setelah Aku Menurut, Keluargaku Menjadi Gila - Realistis novel & cerita
Mulafa
Pada tahun keenam setelah diusir dari keluarga kaya karena dianggap sebagai putri palsu, aku bertahan hidup dengan menjual darahku. Baru saja aku menerima sedikit uang dan hendak menghubungi dokter untuk membeli obat, seorang pengawal menendang belakang lututku dengan keras. Saat jatuh berlutut, aku mendengar seorang wanita kaya berteriak tak terkendali. "Dasar anak nggak tahu terima kasih! Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu mau coba celakai Sophia-ku lagi?" Sebuah tamparan keras mendarat di wajahku. Aku baru menyadari bahwa itu adalah ibuku yang sedang mengumpulkan sumber darah untuk putri kesayangannya, Sophia. Melihat ibuku yang putus asa, kakak laki-lakiku, Owen, segera memerintahkan para pengawal untuk mengusirku. Dia menatap uang di tanganku dan mencibir, "Sepertinya, beberapa tahun terakhir masih belum mengubah sifatmu. Demi kemewahan semu, kamu bahkan rela menjual darah untuk dapatkan beberapa ratus ribu." "Sophia akan lulus dan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi dalam setengah bulan. Dia nggak butuh perhatian eksklusif keluarga lagi, sedangkan kamu juga nggak akan bisa menindasnya. Nanti, aku akan jelaskan alasannya kepada Ayah dan Ibu, lalu membawamu pulang. Kamu akan tetap menjadi tuan putri di rumah." "Pulang ... tuan putri?" gumamku. Akhirnya, aku hanya menggeleng dan tertawa terbahak-bahak. Aku mengidap penyakit ALS, penyakit saraf yang bisa menyebabkan tubuh lumpuh secara perlahan. Penyakit ALS-ku berkembang terlalu cepat dan aku bahkan tidak akan mampu bertahan sebulan lagi. Lagi pula, ketika dia menuduhku sebagai putri palsu demi Sophia yang hanyalah seorang anak dari keluarga miskin, aku sudah lama kehilangan rumah.
Terlahir Kembali: Tak Lagi Memercayai Janji Pria - Realistis novel & cerita
Maleva
Hari ketika suamiku Charlie dan mahasiswi yang dia biayai memposting foto prewedding di Instagram. Aku tidak lagi mengamuk seperti biasanya. Sebaliknya, aku malah memberi mereka like. Lalu, aku berkomentar. [ Pria berbakat dan wanita cantik, mari kita beri restu untuk pasangan ini. ] Orang-orang di lingkaran pertemanan bilang aku adalah istri sah yang paling tidak berdaya, membiarkan selingkuhan bertindak semaunya. Seminggu kemudian, dia pulang dan menjelaskan padaku, "Itu cuma akting. Kakeknya sakit, sebelum meninggal dia ingin melihat cucunya menikah." Aku mengangguk dengan tenang. "Aku nggak menganggapnya serius, aku percaya kamu." Di kehidupan sebelumnya, aku pergi ke lokasi pernikahan dan membuat keributan pada hari ini sampai pernikahan mereka hancur gara-gara aku. Demi menghukumku, Charlie menargetkan perusahaan orang tuaku hingga mereka bangkrut dan melompat dari gedung. Aku juga dikirim olehnya ke rumah sakit jiwa dan disiksa sampai menjadi gila. Jadi setelah hidup kembali, aku tidak lagi mengharapkan cintanya, aku hanya ingin hartanya. Setiap kali dia berselingkuh, aku akan memindahkan sebagian aset atas namanya. Tinggal tiga kali lagi, dia akan kehilangan segalanya.
Anak Magang Penghasut Presdir Perusahaan - Realistis novel & cerita
Echo
Selama tiga tahun, aku menggunakan koneksi keluargaku untuk menghasilkan ratusan miliar pendapatan bagi perusahaan. Namun di rapat kuartalan, seorang magang baru berdiri di depan semua orang, menampilkan laporan kehadiran dan pengeluaranku, lalu menuduhku "absen tanpa alasan" dan "menghamburkan dana perusahaan". "Klub-klub mewah ini, restoran-restoran ini ...," katanya dengan suara penuh pembenaran diri. "Setiap kali dia menghabiskan ratusan juta! Ini semua pengeluaran yang sama sekali nggak perlu." "Aku sangat menyarankan Pak Presdir untuk segera memecatnya dan menyelamatkan arus kas perusahaan." Aku melirik Kevin, sang presdir. Teman sekelasku dulu. Dia tahu persis berapa banyak pendapatan yang dihasilkan dari setiap pertemuan itu. Dia juga tahu bahwa saat aku tidak berada di kantor, berarti aku sedang berada di bar, untuk bernegosiasi dengan investor, kadang minum sampai perutku terasa mual. Namun, dia hanya menatapku dengan dingin. "Karina, apa penjelasanmu tentang absensi dan pengeluaran yang disampaikan Lia?" Aku tersenyum. "Aku nggak punya apa pun untuk dijelaskan." Mereka semua akan segera tahu konsekuensi dari aksi kecil ini.
Setelah Suamiku Dioperasi, Kami Cerai - Realistis novel & cerita
Cendu
Suamiku baru saja selesai menjalani operasi dengan anestesi total. Kesadarannya belum pulih sepenuhnya dan dia terus meracau tidak keruan. Aku tertawa dan merekam tingkah konyolnya itu sambil membantunya berbaring di tempat tidur. Namun, tiba-tiba, aku mendengar dia memanggil nama seorang anak laki-laki. "Putraku yang baik, jangan nakal ya. Ayah sedang sibuk." Senyum di wajahku langsung membeku. Aku terpaku di tempat. Kami sudah sepuluh tahun memilih untuk tidak punya anak. Lalu, dari mana datangnya anak laki-laki itu? Dengan tangan gemetar, aku membuka ponselnya. Selama bertahun-tahun menikah, ini pertama kalinya aku memeriksa ponselnya. Begitu terbuka, di dalam album foto tersembunyi, penuh dengan foto-foto mesra seorang wanita lain bersama seorang anak kecil. Anak laki-laki itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan suamiku. Berdasarkan tanggal pada foto, anak itu sudah berusia tiga tahun. Senyum bahagia mereka bertiga benar-benar menusuk hatiku. Padahal dahulu, dia sendiri yang bersumpah dia sangat membenci anak kecil dan tidak ingin terikat oleh keluarga. Itulah alasan dia meyakinkanku untuk tidak punya anak. Ternyata, dia bukannya benar-benar ingin hidup tanpa anak. Dia hanya tidak ingin punya anak denganku.
Tak Lagi Punya Tempat Pulang - Realistis novel & cerita
Lapis Ketan
Kakak sepupu, Irene Candra, menggunakan komputerku dan lupa keluar dari WhatsApp. Aku membantu mengeluarkan akun WhatsApp-nya. Sebuah pesan grup muncul di layar. [Demi merayakan nilai ujian Felix yang makin meningkat, malam ini kita makan malam sekeluarga.] Aku penasaran dan membuka pesan di grup itu. Di grup itu ada empat orang. Ayah, Ibu, adikku Felix, dan Irene. Felix membalas, [Cuma kita berempat, Clara nggak diajak?] [Siapa suruh dia terlalu pelit, nggak mau berbagi apel dengan kakak sepupunya sendiri.] Aku tertegun, ternyata sudah lama aku dianggap orang luar di keluarga ini.
Pemaksaan Ekstraksi Ingatan, Dia Ambruk Mengetahui Faktanya - Realistis novel & cerita
Muriaz
Sahabatku, Vina, diperkosa lalu bunuh diri dengan melompat ke sungai. Aku adalah satu-satunya orang yang tahu siapa pelakunya. Namun, akulah yang menutupi kejahatan orang itu dengan tanganku sendiri. Ibu Vina sampai berlutut dan memohon kepadaku, tetapi aku langsung berbalik pergi dengan wajah dingin. Warga desa memakiku tidak punya hati nurani dan melempari rumahku dengan barang-barang. Tanpa ragu, aku melepaskan anjingku untuk menggigit mereka. Sepuluh tahun kemudian, aku sudah sekarat. Jesslyn, sahabat karib yang telah menghilang selama bertahun-tahun, kini kembali sebagai orang terkaya nomor satu di negeri ini. Hal pertama yang dilakukannya adalah menyeretku ke kursi pengadilan memori. Itu adalah alat yang biasanya hanya digunakan untuk para terpidana mati. "Qaila, kamu ini binatang yang melindungi pemerkosa! Aku dan Vina benar-benar buta sampai anggap kamu sebagai teman!" "Vina sudah mati sepuluh tahun. Selama sepuluh tahun itu pula, kamu membiarkan pelakunya bebas berkeliaran!" "Hari ini aku akan menggunakan alat ekstraksi memori yang kuciptakan sendiri untuk melihat siapa sebenarnya pelaku yang selama ini kamu lindungi!" Saat pelaku yang sebenarnya muncul di hadapan semua orang, Jesslyn justru langsung hancur dan tidak sanggup lagi berdiri tegak. Bahkan lututnya tak kuasa menopang tubuhnya.
Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati - Realistis novel & cerita
Ding
Kakekku adalah seorang pencuri. Dia mencuri nama nenekku dan identitasnya. Dia memakai semua itu untuk melarikan diri dari sudut desa terpencil yang miskin dan terlupakan di Barat, lalu kabur bersama wanita lain. Dia tumbuh menjadi seorang profesor hukum, berdiri di podium-podium dan pelajaran kuliah tentang keadilan. Wanita itu menjadi pelukis terkenal, memberi wawancara tentang integritas. Sementara nenekku menghabiskan seluruh hidupnya terjebak di ladang tandus yang perlahan mati itu. Semua orang menyebutnya perawan tua. Namun, dia tak pernah berhenti menunggu kakekku. Bahkan sampai di ranjang kematiannya. Lima puluh tahun kemudian, aku mati-matian keluar dari tempat terkutuk itu dengan kekuatan dua generasi sebelumku. Nenekku dan ibuku. Akhirnya, aku berhasil menjadi partner di salah satu firma hukum terbaik. Saat musim kelulusan tiba, aku duduk di kursi pewawancara utama. Di hadapanku duduk seorang gadis. Rapi dan percaya diri. Lulusan paling menonjol dari sekolah hukum terbaik di seluruh provinsi. Aku membuka resumenya dan membaliknya halaman demi halaman. Kemudian, tanganku berhenti di bagian informasi keluarga. Aku menatap nama itu cukup lama. Kemudian, aku mengangkat kepala, menatapnya, dan berkata pelan, "Kamu nggak diterima."
Harga Sebuah Keluarga - Realistis novel & cerita
Muriaz
Saat aku berusia tujuh tahun, ayahku meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Tak lama kemudian, ibuku menikah lagi dengan cinta pertamanya dan membawaku tinggal bersama keluarga barunya. Pada makan malam pertama di rumah itu, ayah tiriku mengumumkan sebuah aturan keluarga. "Mulai sekarang, di keluarga ini masing-masing menanggung biaya hidupnya sendiri." Saat itu aku mengambil sepotong daging sapi dan memakannya. Namun setelahnya, ayah tiriku meminta aku yang baru berusia tujuh tahun membayar enam juta untuk biaya makanan tersebut. Aku menoleh ke arah kakak tiriku yang sedang makan dengan lahap. "Kakak juga makan daging sapi. Kenapa Papa nggak minta Kakak bayar?" "Karena dia anak kandung Papa," jawab ayah tiriku. "Papa sayang dia, jadi dia punya hak istimewa karena ada hubungan darah." Aku pun memandang Ibu. Ayah tiriku melanjutkan, "Mamamu itu istriku. Papa cinta dia, jadi dia juga punya hak istimewa." "Sedangkan kamu, kita nggak punya hubungan darah, juga nggak ada ikatan perasaan. Papa nggak punya kewajiban untuk membesarkan kamu."
Amarahku Memuncak Ketika Bekal Anakku Dirampas - Realistis novel & cerita
Wovie
Tiba-tiba ada seseorang yang menandai aku di grup orang tua murid. [ Papa Reno, aku lihat setiap hari bekal yang kamu bawa untuk anakmu kelihatannya mewah sekali. Mulai besok, bawakan satu porsi juga untuk putriku. ] [ Aku bukan mau minta gratis. Aku bayar 20 ribu per hari. Kalau dihitung sebulan, kamu malah bisa dapat untung lumayan. ] Melihat pesan di layar, aku hanya merasa ini benar-benar tidak masuk akal. Anakku sangat pemilih soal makanan dan juga memiliki alergi yang cukup parah. Semua bahan makanannya aku minta orang membelikannya langsung dari daerah asal lalu dikirim lewat jalur udara. Biaya satu kali makannya saja sudah lebih dari sejuta, sekarang malah ada yang ingin membelinya hanya dengan 20 ribu? Aku langsung membalas di grup. [ Nggak bisa. ] Tak disangka, keesokan harinya anakku pulang dari TK Bilingual Sunshine sambil menangis. Dia bilang kotak bekalnya dirampas oleh teman sekelasnya, bahkan guru kelasnya memarahinya dan mengatakan dia egois. Baguslah. Kalau sudah dihargai tapi masih tidak tahu diri, jangan salahkan aku kalau kali ini aku bertindak tanpa ampun.
Sebelum Nikah, Aku Dapat Foto Nikah Tunanganku dan Temannya - Realistis novel & cerita
Faisal
Pada malam sebelum pernikahan kami, sahabat perempuan tunanganku, Reyna Triadi, mengirimkan serangkaian foto padaku. Dalam foto itu, dia mengenakan gaun pengantin yang kusiapkan untuk hari pernikahanku dan bersandar manis dalam pelukan Marvin Luthara, tunanganku. Keterangan fotonya benar-benar memancing emosi. [Pinjam calon suami dan gaun pengantinmu sebentar. Lagi pula, kata Marvin aku yang lebih cocok memakai gaun ini.] Tak lama kemudian, feed Instagram dipenuhi foto prewedding mereka berdua. Di dalam foto-foto itu, mereka berpose seolah-olah sedang berciuman. Keterangan fotonya tertulis: [Lebih dari sahabat, tapi belum jadi kekasih. Seandainya kami bertemu sepuluh tahun lebih awal, mungkin nggak akan ada kesempatan bagi orang lain.] Aku menunjukkan foto-foto itu dan menuntut penjelasan dari Marvin. Namun, dia hanya bermain gim dengan santai. Setelah melempar ponselnya ke samping, dia berkata dengan wajah gusar, "Sudah kubilang itu cuma foto iseng untuk mengenang masa muda kami. Bisa nggak kamu berhenti buat keributan? Dia baru saja didiagnosis depresi. Memangnya kenapa kalau aku menghiburnya?" Melihat betapa yakinnya dia bahwa dirinya tidak bersalah, aku tertawa. "Oke, kalau memang cinta kalian sekuat itu, aku nggak akan jadi orang jahat yang menghalangi kalian." Malam itu juga aku menyusun perjanjian penarikan investasi dan membatalkan tim medis terbaik dari luar negeri yang sedang kuusahakan untuk pengobatan ibunya. "Pernikahan kita batal. Jangan harap aku bakal terus nombokin perusahaanmu yang hampir bangkrut itu. Dan jangan harap aku bakal nolong ibumu juga." "Masa muda kamu memang mahal. Semoga kamu mampu membayar harganya."
Kak, Aku Kedinginan - Realistis novel & cerita
Nani
Putri palsu itu hanya bersin sekali. Namun, ketiga kakakku langsung panik seolah langit runtuh, terus berada di sisinya untuk merawatnya tanpa beranjak sedikit pun. Oleh karena itu, ketika putri palsu itu kembali menjebakku dengan menuduhku mendorongnya hingga jatuh ke dalam danau, ketiga kakakku langsung mengurungku di ruang pendingin terbengkalai bersuhu -50 derajat, bahkan memutus satu-satunya sakelar penyelamat di dalamnya. Aku menangis dan berteriak meminta pertolongan kepada Kak Bobby yang seorang presdir, tetapi dia malah mengatakan bahwa aku kejam dan hanya mencari perhatian. Aku memohon kepada Kak Eki yang seorang dokter, tetapi dia justru berkata bahwa semua ini adalah balasan yang pantas kuterima. Aku meminta maaf kepada Kak Dimas yang merupakan pengacara ternama, tetapi dia hanya mencibir dingin. "Kalau selama ini kau iri sama Nara, aku masih bisa memakluminya. Kau tahu tubuhnya lemah, tapi masih mendorongnya ke danau. Kau benar-benar kejam!" "Orang sekeji kau memang pantas dikurung di ruang pendingin supaya sadar diri!" Setelah mengatakan itu, mereka memeluk putri palsu yang terus bersin itu lebih erat agar tetap hangat, lalu buru-buru pergi ke rumah sakit. Suhu tubuhku terus menurun, aku bisa merasakan darahku sedikit demi sedikit membeku. 36 jam kemudian, napasku benar-benar terhenti. Baru tiga hari kemudian, ketika kakak-kakakku pulang dari rumah sakit bersama putri palsu itu, mereka teringat padaku. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku telah membeku hidup-hidup, menjadi sesosok mayat beku yang kaku.
Gadis yang Terabaikan, Dunia Baru Menantimu - Realistis novel & cerita
Nini
Saat pengisian pilihan perguruan tinggi, semua orang mengerubungi adik kembarku sambil sibuk memberikan saran. Kakakku menunjuk kode universitas di urutan paling atas. “Sudah pasti pilih Universitas Orlena. Jadi adik tingkatku. Nanti Abang yang jagain kamu.” Sahabat masa kecil kami segera menyodorkan brosur Universitas Marion ke hadapannya. “Jangan dengarkan abangmu. Masuk Universitas Marion saja. Empat tahun lagi kita bisa jadi teman sekampus.” Ayah dan ibu tersenyum sambil mengangguk setuju. “Belajar di ibu kota memang lebih baik. Ada yang menjagamu, jadi kami juga tenang.” Baru setelah cukup lama, mereka teringat kalau aku juga baru saja menyelesaikan ujian masuk perguruan tinggi. “Nindi… nilaimu kurang bagus, ‘kan? Pilih saja universitas mana pun yang ada di Marion.” “Iya. Nanti kita berempat ada di kota yang sama. Akhir pekan jadi gampang kumpulnya,” sahut kakak tanpa mengangkat kepala. Sahabat masa kecilku pun mulai mengomel seperti biasa. “Tinggal setengah jam lagi batas pengisian pilihan ditutup. Jangan ceroboh lagi seperti biasanya.” Sedikit demi sedikit, genggamanku pada buku panduan pendaftaran itu semakin mengencang.
Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop - Realistis novel & cerita
Faisal
Setiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.
Ketika Nisan Tak Lagi Menyimpan Maaf - Realistis novel & cerita
Lucky Cat
Pada tahun keenam setelah adik laki-laki dan tunanganku meninggal, aku juga memilih sebuah makam untuk diriku sendiri. Sebelum pergi berziarah ke makam mereka untuk terakhir kalinya, ibu tiba-tiba berkata, "Alex, tahun ini nggak usah pergi. Sebenarnya mereka nggak mati." Aku terpaku. Tepat saat itu, kulihat mereka berdua berjalan keluar dari kamar adikku. Kenzo Ganendra menyunggingkan senyum sambil menggoda orang di sampingnya. "Aku menang taruhan. Sudah kubilang, kakak nggak bakal pernah sadar." "Kelak siapa yang di atas? Hm? Mila?" Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, perempuan yang dulu bahkan akan menangis setiap kali melihatku diperlakukan sedikit tidak adil itu, kini menatapku dengan penuh jijik. "Ah, dia memang terlalu bodoh. Padahal kita tinggal di rumah sebelah, tapi dia sama sekali nggak sadar." Rupanya alasan ibu melarangku masuk ke kamar itu bukan karena khawatir aku akan bersedih jika melihatnya, melainkan karena kamar tersebut terhubung dengan rumah di sebelah. Aku memang terlalu bodoh. Bahkan sebulan sebelum kematianku, yang kupikirkan masih bagaimana caranya berziarah ke makam mereka.
Aku Menjadi Orang Asing di Rumahku Sendiri - Realistis novel & cerita
Zea
Istriku lupa logout dari WhatsApp Web di komputerku. Saat aku sedang membantunya logout, sebuah pesan grup muncul di layar. [ Untuk rayakan Andri naik jabatan, ayo kita makan bersama malam ini. ] Aku mengklik pesan itu karena penasaran. Ada empat orang di dalam grup itu, yaitu ayahku, ibuku, istriku, dan adik sepupuku, Andriyan. Istriku membalas. [ Cuma kita berempat? Nggak ajak Evander? ] [ Siapa suruh dia selalu begitu perhitungan? Dia bahkan mau rebutan sebuah apel dengan Andri. ] Aku pun tercengang. Ternyata, aku sudah lama menjadi orang luar dalam keluarga ini.
Suami Memaksaku Mengakui Kembar Tiga yang Bukan Anakku! - Realistis novel & cerita
Biru
Suamiku membawa pulang anak kembar tiga dan bersikeras menyebut mereka sebagai anak kandungku. Aku bergegas melakukan tes DNA di malam itu juga untuk membuktikan bahwa ketiga anak tersebut tidak memiliki hubungan darah denganku dan suamiku. Suamiku berulang kali menamparku, menyebutku jalang, lalu memaksaku untuk bercerai dan pergi tanpa membawa apa pun. Aku sangat marah dan mengadu kepada sahabatku. Ketika sahabatku melihat ketiga anak tersebut, dia mengambil pisau buah dari meja dan menggores wajahku. "Kalau kamu berani bilang mereka bukan anakmu lagi, pisau ini akan menyayat lehermu lain kali!" Hatiku terasa sangat pedih. Aku membeli tiket dan langsung pulang ke kampung halamanku di malam itu juga. Aku menangis dan mengeluh kepada orang tuaku. Selesai mendengarkan, orang tuaku mengambil cangkul dan memukulku sampai mati. Sampai ajal menjemput, aku masih tidak mengerti mengapa semua orang memaksaku untuk mengakui ketiga anak yang tidak diketahui asal-usulnya itu. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana suamiku membawa pulang ketiga anak itu.
Kakakku Membuangku Demi Adik Palsunya - Realistis novel & cerita
Gaston
Di kehidupan sebelumnya, aku dibawa kembali ke Keluarga Shafron. Demi seorang putri angkat, kakak kandungku memfitnahku, menuduhku membuat penyakitnya kambuh. Orang tua kandungku percaya dan mengusirku dari rumah. Tak lama kemudian, aku mati karena sakit di pinggar jalan. Saat terbangun lagi, aku kembali ke hari di mana diriku dijemput oleh Keluarga Shafron. Michael menghalangi jalan orang tua, menunjukku dan berkata, “Ayah, Ibu, dia bukan adikku!” Pasangan suami istri itu menatapku dengan rasa kecewa, lalu berbalik dan pergi. Aku berdiri di tempat, tak mengeluarkan liontin giok yang bisa membuktikan identitasku, lalu diam-diam berjalan kembali ke panti asuhan. Dua puluh tahun kemudian, aku telah menjadi salah satu ahli penyakit dalam terkemuka di dalam negeri. Pria yang duduk di hadapanku menyodorkan rekam medis dengan suara gemetar, “Dokter, kumohon tolong selamatkan adikku.” Saat melihat nama di berkas itu, gerakanku pun terhenti. Pandanganku tertuju pada wajah yang tampak lesu dan kusam itu. Setelah menatapnya agak lama, barulah aku berpaling ke arah pria itu dan berkata, “Aku nggak menerima pasien ini.”
Sebelumnya
1234
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status