Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam
"Kalau pohon mangganya berbuah lebat, aku bisa memanjatnya sendiri tanpa ada yang melarang. Kalau rambutan sudah merah-merah, tinggal petik dari dahan yang rendah. Dan kalau jeruk... tinggal dijolok pakai bambu dari bawah."
Liora semakin bersemangat, binar di matanya kian menyala terang. "Nanti kalau musim panen tiba, hasilnya pasti melimpah. Bayangkan saja, kalau punya seratus pohon mangga harum manis, keuntungannya sudah lumayan. Kalau dua ratus pohon, jelas lebih bagus. Nah, kalau kita punya lima ratus pohon sekaligus..."
Liora menghentikan kalimatnya mendadak. Sepasang matanya melebar sempurna karena sebuah konklusi baru yang melintas di otaknya.
Bab Populer