Terjerat Pesona Mama Temanku
“Kamu benar, Mer. Dia memang menolong aku. Tapi tetap aja, aku enggak suka caranya meminta sesuatu sebagai balasan. Seolah-olah bantuan itu ada harga yang harus aku bayar.”
Meri tersenyum tipis. “Itu mungkin benar. Tapi di sisi lain, Sar, dia juga cuma minta pekerjaan. Kalau memang ada slot kosong loker, kenapa enggak kasih kesempatan? Mungkin aja kalau kamu bersikap baik sama dia, permintaan syarat ketiga yang gak tau itu apa, bisa direvisi sama dia.
Siapa tau aja karena Adit ngerasa kamu baik, dia jadi gak enak hati minta syarat ketiga yang aneh-aneh.”