Istri Nakal Mas Petani
Setelah mengatakan pada Ajeng soal keberadaan mesin cuci, Sully berhasil mencegah kakak iparnya membawa semua kain jendela untuk dicuci dengan tangan.
“Jadi, ini semua untuk peralatan makan sehari-hari? Bukan buat hiasan di lemari?” Kartika menyentuh satu persatu piring, sendok, mangkuk, nampan, cangkir berbahan melamin yang semuanya berwarna merah menyala.
“Iya, ini buat alat makan. Malam ini mau dipakai. Bulik cuci sekarang,” kata Sully, mengangkat selusin piring dan membawanya ke belakang.