Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

Di sudut pandang kacamata ajaibku, sebuah notifikasi transparan berkedip pelan dengan cahaya keemasan yang elegan. NOTIFICATION: NEW SERVANT ACQUIRED. NAME: IIS
4.5K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as a gentle reminder
Read
+Library
A Gentle Kiss

A Gentle Kiss

Semua dibiarkan pada tempatnya, seolah sisa-sisa kenangan itu sebagai teman di malam sunyi yang sepi. Jam sepuluh malam, pria itu berbaring akan tidur, namun niatnya ditanggalkan. Dia meraih gawai pada nakas menulis pesan pada orang yang baru satu bulan dia lepaskan. Baru satu bulan dan dia ternyata tidak sanggup untuk tidak melihatnya. Devan harus memastikan Raina dalam keadaan baik-baik saja. "Selamat malam! Raina, gimana kabarmu dan Zian? Gimana juga kabar mamah dan papahmu? Zian di rumah kakek neneknya pasti betah, ya?"
9.817.9K viewsCompletedAdded to Library 394 Times as a gentle reminder
Read
+Library
REUNI

REUNI

Dan ketika sekarang jarum pendek sudah beranjak hampir ke angka sebelas rasa kantuk itu datang kembali. Aku mengecilkan suhu alat pendingin ruangan, lalu menarik selimut tinggi-tinggi. Mataku baru akan terpejam ketika bunyi notifikasi dari ponselku terdengar. Aku lupa mematikan data seluler. Terpaksa aku menjulurkan tangan, meraba permukaan atas nakas sampai menemukan benda ajaib itu. jariku bergerak menggeser layar untuk membuka kunci lalu pesan w******p dari Tama sontak terpampang. Tama : Good Night, Beb. Aku boleh kan manggil kamu Beb kayak Giko?
1015.8K viewsCompletedAdded to Library 473 Times as a gentle reminder
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
Ganjaran Untuk Mantan Menyebalkan

Ganjaran Untuk Mantan Menyebalkan

Dia senderan di pahaku yang kini sudah berada di atas ranjang. "Em, Mas. Lusa ulang tahun ibu kamu. Masih ingat 'kan?" Seketika ia terperanjat kaget. "Lah, aku kelupaan. Biasanya aku bakal inget karena ada reminder aja. Besok mungkin baru bunyi. Hihi." Dia nyengir kuda. "Ah kamu, Mas. Tapi, nggak apa-apa, rasa sayang seorang anak itu bukan diukur dari ingat atau tidaknya hal itu."
43.3K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as a gentle reminder
Read
+Library
Undangan

Undangan

“Woi Rayhan, ada paket tuh buat lu. Gue taro dimeja lu.” Rayhan hanya mengacung dua jempol dan sedikit berlari menuju mejanya. Lagi-lagi tidak ada nama pengirim, tidak mengejutkan. Tidak berlama-lama Rayhan merobek amplopnya dan mengambil secarik kertas. Kertasnya bertuliskan TEA TIME 4 PM.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as a gentle reminder
Read
+Library
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Ini pertama kalinya ia menunjukkan hasil kerja kerasnya ke dunia dalam skala sebesar ini. Ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Genta masuk. “Besok hari besar. Tidur yang nyenyak, ya. Dunia akan melihat betapa indahnya caramu menyembuhkan diri.” Alena tersenyum membaca pesan itu. Entah kenapa, kalimat sederhana itu membuatnya merasa tenang.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as a gentle reminder
Read
+Library
Pesona Ibu Tiri Temanku

Pesona Ibu Tiri Temanku

Merasa ada yang spesial? Bzzt! Ponsel di dadanya bergetar lagi. Gilbert cepat-cepat mengangkatnya. Satu pesan terakhir dari Sheilla. "Terima kasih, Gilbert. Good night. " Emoji bulan sabit di akhir pesan itu terasa sangat personal. Gilbert tersenyum dalam gelap. "Good night, Sheilla."
103.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as a gentle reminder
Read
+Library
Dengan Lembut

Dengan Lembut

jelas Bela dengan ramah. Gladis menghela napas lega dan suaranya terdengar lebih cerah. "Aku akan datang pada pukul sepuluh, apa bisa?" Bela melirik jam yang sekarang menunjukan pukul delapan lewat tujuh belas menit. "Baik, aku akan memastikannya ke pengacara Yoga dan akan menghubungi anda lagi jika ada perubahan jam." "Terima kasih." jawab Gladis. Bela mencatat itu pada bukunya dan melanjutkan kegiatan menelponnya.
7.42.7K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as a gentle reminder
Read
+Library
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Lima menit kemudian, bip, derak. "Terhubung, meskipun sinyalnya agak lemah, seharusnya bisa digunakan. Memanggil Gerald!" Tuut, tuut, tuut! "Halo, Neo? Kenapa kau meneleponku? Bukankah kau seharusnya sedang pelatihan khusus? Kenapa kau punya waktu untuk meneleponku?" Suara Gerald terdengar agak santai. Mendengar ini, hati Neo yang menggantung akhirnya lega. Forgotten City masih aman.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as a gentle reminder
Read
+Library
Kontrak Rahasia: Melahirkan Putra Tuan Presdir

Kontrak Rahasia: Melahirkan Putra Tuan Presdir

Ia meraih benda itu dan melihat ada pesan singkat yang masuk. “Adam?” bacanya dalam hati, saat mengecek siapa yang mengiriminya pesan. Adam Bright [11.07 am]: Ir, jangan terlalu banyak bekerja. Kalau merasa capek, kau bisa izin pulang. Adam Bright [11.07 am]: Aku nggak berencana nginep. Kecuali ada hal penting yang memaksaku nggak pulang. Take care. Tanpa sadar, senyum di bibirnya pun mengembang. Ia bisa merasakan hatinya hangat mendapat pesan seperti itu dari Adam.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as a gentle reminder
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status