Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENEBUS DOSA PENDUA

PENEBUS DOSA PENDUA

“Maaf, aku nggak terbiasa dengan ini…” Gerald menghela napas pendek, tetapi bukan dengan nada kesal. “Nggak apa-apa. Ini hari pertama kamu. Aku juga nggak berharap kamu langsung sempurna.” Amora tertegun mendengar nada sabar dari pria itu. Gerald yang biasanya terlihat dingin ternyata bisa juga menunjukkan sisi pengertian. “Lihat sini,” ujarnya sambil menunjukkan langkah-langkah yang benar. “Masukin jadwal meeting jam tiga sore, jangan sampai bentrok sama yang jam dua.”
10730 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

“Ini.” Kubuka perlahan, dan ada kalung sederhana dengan liontin salju kecil dan inisial ‘G&I’ tertulis halus di pinggirnya. “Biar kamu selalu inget perjalanan ini,” katanya, “dan inget siapa yang paling sayang sama kamu.” Aku menahan senyum, lalu pelan-pelan memakainya. “Kamu tahu gak, Gas?” “Apa?”
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Menjadi Tante dari Mantan Kekasihku

Menjadi Tante dari Mantan Kekasihku

"Hai." "Malam-malam begini kamu menyapa begitu?" canda Genta. Suaranya serak, berarti pria itu sudah terlelap dalam mimpi. "Kenapa? Merindukanku?" "Selamat ulang tahun, Genta." "Sudah hampir berganti hari tapi kamu baru ingat?"
1030.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Remember When

Remember When

Satu email dengan segera mengalihkan fokus Olivia. From : millie@drc.id Dear Ms. Zurkena, According to Mr. Yusa Mahendra’s invitation letter a couple weeks ago, we would like to inform you our CEO Mr. Wirawan would love to see you in Surabaya personally as a guest. Please let us know about the accomodation detail and final schedule to make it all easier and clear. Thank you. Warm & regards, Millie Chou “Kamu sedang apa?”
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 582 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Memories

Memories

Hanya sederet angka. Awalnya aku tidak ingin mengangkatnya. Belakangan ini banyak sekali orang-orang dari bimbel yang menelepon untuk menawarkan jasa mereka. Dari yang luring sampai daring pun ada. Aku agak resah, terkadang tidak tau harus merespon bagaimana pada para telemarketer itu. Aku ingin menghargai pekerjaan mereka dengan respon ramah, tetapi introvertku lagi lagi menghalanginya.
9.74.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

Ingatan akan peringatan halus Bu Ermi membuatnya harus tega memupus harapan Genta. Hening. Hanya suara musik instrumental yang terdengar samar-samar. Genta menunduk sebentar, lalu melangkah mundur dengan wajah muram. “Oke.” Genta mengangguk kaku. "Aku hargai pendapatmu. Tapi kalau aku bisa memberi nasehat : jangan masuk ke dalam lubang yang sama dua kali. Cerna baik-baik kata-kataku ini dengan otakmu—kalau kamu memang masih memilikinya," kata Genta dingin sebelum akhirnya berbalik dan berjalan menjauh.
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 477 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Wajib membawa dan meletakkan undangan pada tempat yang mudah terlihat adalah syarat yang tertulis dalam catatan khusus di bagian bawah. Bagaimana setiap orang memperlakukan undangan miliknya, membawa, membuka, dan membaca ulang hal-hal yang tertulis di bagian dalam, Isamu memperhatikan semuanya. Ia harus memperhatikan segala hal agar mendapat petunjuk mengenai orang yang mengiriminya DM. “Salah, salah!” Isamu meralat ucapannya. “Memulai dari tempat pertemuan memang terlalu awal. Kita harus mundur ke bagian lain. Memulai ketika DM penawaran itu masuk.”
9.910.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Dear, Ruby ...

Dear, Ruby ...

Tanganku kotor! "Dimana kau, ah, tidak. Aku tidak mungkin lupa membawanya. Diman—oh yeah thank god." Aku kembali bernafas lega ketika menemukan hand sanitizer-ku yang terselip didalam tasku. Aku benar-benar akan melaporkan ini kepada Remus! Dia harus tahu kalau anak satu-satunya ini dikenakan detensi yang keterlaluan! Membereskan dan membersihkan gudang komputer. Tidakkah itu berlebihan? Dan jorok tentunya. Walaupun ruangan ini mungkin hanya 2x3 meter, tetap saja bagiku ini membuang waktu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

Ia mengirim satu pesan, memilih kata dengan hati-hati. Akhir pekanmu semoga tenang. Aku menjaga ritmeku di sini. Seeyana membalas setelah beberapa jam bukan karena menunda, melainkan karena hidup sedang berjalan. Tenang. Jaga tubuhmu. Kita lanjutkan seperti ini.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
His Last Wish (Indonesian)

His Last Wish (Indonesian)

Kenapa harus sekarang? Smartphonenya berdering, menariknya keluar dari ruangan abu-abu itu. Perhatiannya kembali tertuju pada layar smartphonenya yang menampilkan reminder. Kini ia paham, kenapa Verdict memberikannya hari ini. Atau setidaknya, meminta Hazel untuk memberikannya hari ini. Ulang tahun Arnold. Selamat ulang tahun, brengsek! Semoga panjang umur—
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai a gentle reminder
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status