Hantu Vila
Aku juga begitu, mulai menginjak pedal gas dalam-dalam, pingin cepat sampai rumah.
Tapi hanya sebentar, aku harus mengangkat pedal gas, mengurangi kecepatan. Kenapa? Karena penciuman kembali menangkap sesuatu, kembali tercium wangi parfum, namum kali ini menyengat menusuk hidung.
“Parah nih baunya.”
Setelah itu, kembali sesuatu terjadi.
Aku mendengar tawa perempuan, bukan cekikikan atau terbahak-bahak, tapi tawa pelan..