Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya
"Kamu pernah minum anggur seharga ratusan juta per botol, Satria? Ah, maaf. Di tempat asalmu dulu, mungkin minuman paling mewah cuma air kelapa muda pinggir jalan ya?"
Liana sudah membuka mulutnya, bersiap untuk menyemprot Rendy dengan kata-kata pedasnya. Namun, Satria dengan lembut menepuk punggung tangan Liana, memberi isyarat agar dia tetap diam.
"Saya memang lebih terbiasa minum air putih, Mas Rendy. Lebih sehat untuk ginjal," jawab Satria santai, suaranya terdengar sangat tenang dan berwibawa di dalam ruangan yang berlantai karpet tebal itu. "Tapi soal anggur... saya rasa botol yang baru saja Anda pesan itu tidak akan terasa enak di tenggorokan Anda nanti."