Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AKAN KUBALAS KECURANGAN SUAMIKU

AKAN KUBALAS KECURANGAN SUAMIKU

Setelah melewati beberapa kali sidang, akhirnya Majelis Hakim memutuskan hukuman pidana penjara satu tahun lima bulan kepada Mas Ridwan. Aku hanya bisa menghela napas. Mungkin ini memang sudah jalannya Mas Ridwan. Pandangan Mas Ridwan tertuju ke arahku ketika sidang selesai. Dengan cepat aku mengalihkan pandangan ke arah lain. Jangan sampai kedatanganku dianggap oleh Mas Ridwan sebagai rasa peduli. Setelah keluar dari ruang sidang, Kini pandanganku tertuju pada perempuan yang tak asing bagiku. Indri. Dia berdiri di pojokan pintu gerbang pengadilan.
31.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 982 Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

Namun melihat senyum tulus wanita itu, ia akhirnya mempersilakan. "Tentu, Bu." Bu Imah segera membantu memindahkan Hakim ke pangkuan Fauziah. Begitu Hakim berada di pangkuannya, mata Fauziah langsung berkaca-kaca. "Cucu Oma yang diumpetin ya?" Kia langsung terdiam. Rudi menundukkan kepala, seolah tahu ke mana arah pikiran majikannya. Fauziah mengusap pipi Hakim perlahan.
108.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 221 Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
SEBATAS ISTRI FIGURAN

SEBATAS ISTRI FIGURAN

sela pedangan lainnya yang berada disebelah Bu Hamidah. "Bener tuh, Mas Ridwan saja istrinya anak Kiai. Masak iya Mas Zidan calon istrinya kayak gitu!" pedagang sebelah Bu Hamidah turut menimpali tanpa memikirkan bagaimana perasaan Hilmi yang dinilai terlalu rendah. Hingga di hatinya timbul rasa yang begitu minder untuk sekedar dekat dengan ummi Zakia. Sedangkan Zidan, diam-diam menyetujui pendapat ibu-ibu itu yang secara tak langsung menyiratkan bahwa Hilmi tak pantas ada di circle keluarganya.
4.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 127 Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
Bukan Sopir Biasa

Bukan Sopir Biasa

terdengar suara Hakim ketua dengan nada agak tinggi, karena Dedi belum juga memberi jawabannya. “Eh, anu...anu...” “Anu apa? Jangan berbelit-belit!” ucap Hakim ketua dengan tatapan lekat pada Dedi. Sepertinya Pak Hakim mulai tak sabar mendengar jawaban Dedi, begitu juga dengan yang lainnya. “Say...saya sebenarnya tidak kenal dengan perempuan itu, Yang Mulia. Saya justru kenal dengan suaminya,” sahut Dedi lirih.
2.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 57 Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
Mas Duda, I Love You

Mas Duda, I Love You

dong,! Eh...ngga ding, aku malah berharap pernikahanku langgeng nanti, tanpa ada huru-hara. Aku harus bisa bersikap biasa, jangan sampai ada yang tahu....calon suamiku investor di sini. Ridwan berjalan pelan ke arah Pak Abda yang dari tadi berdiri. "Apa kabar, Pak Ridwan? Senang Anda bisa datang secepat ini," sambut Pak Abda sambil mengulurkan tangan untuk berjabatan.
9.515.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 473 Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
Mengejar Duda Impian

Mengejar Duda Impian

kring…kring…. Jam weker Baskara berbunyi, semua mimpi yang begitu ia nikmati buyar. Hampir setiap harinya dia bermimpi Bersama mendiang istrinya yang sudah meninggalkannya 2 tahun silam. Keduanya terpisah karena maut yang menimpa istrinya. “Astaga aku bermimpi lagi,” gumam Baskara kesal sembari bangun dari tempat tidurnya.
2.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
Istri Serakah

Istri Serakah

Istri Serakah 17 Pov Freya "Gimana hasil sidangnya hari ini, Pa? Frida mau diajak damai nggak?" Kucerca suamiku yang pulang, usai menjalani sidang dengan pertanyaan. "Majelis hakim baru membacakan tuntutan, Frida. Minggu depan baru mediasi," jawab suamiku tidak bersemangat. "Hhh," Farhan terdengar menghela nafas, sepertinya tuntutan Frida lumayan memberatkan.
108.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 328 Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Di belakang meja hijau yang panjang, Hakim Ketua duduk dengan wajah yang tak terbaca, diapit oleh dua hakim anggota. Di sisi kanan, Dara duduk tegak. Dia mengenakan setelan blazer warna krem yang sederhana namun elegan. Rambutnya diikat rapi. Di sebelahnya, Pak Hilman dengan berkas-berkas tertata rapi, sikapnya tenang namun waspada. Sedikit di belakang, di bangku penonton paling depan, Rendra duduk dengan punggung tegam. Pandangannya tak pernah meninggalkan Dara, menjadi pendukung untuk sidang itu.
1035.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
Balasan Untuk Suami Penghianat

Balasan Untuk Suami Penghianat

tanya Lidia kemudian. "Nggak papa kok, Bu," jawab Ria. Walaupun begitu aku dan Lidia bisa mengetahui jika saat ini Ria sedang ketakutan. Hakim memulai persidangan. Di sana hakim bengupayakan perdamaian. Namun karena saksi yang kubawa sangat kuat maka hakim pun akhirnya mengabulkan gugatan ceraiku. "Alhamdulillah, akhirnya sidang pertama berjalan lancar dan sesuai dengan keinginanku," ujarku.
1052.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU

DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU

Rizal mengalihkan perhatian dari laptopnya ke ibunya. “Pak Hamdani bilang, masa iddah mamanya Sasti sudah lewat. Apa kamu nggak punya pikiran untuk rujuk?” tanya Bu Ridwan. “Ibu kan sudah tahu perangai Desti seperti apa. Rizal nggak akan pernah lagi membuka kesempatan itu, Bu. Lebih baik Rizal menikah dengan orang lain, daripada harus kembali pada Desti.” “Apa yang kamu ucapkan, nggak sesuai dengan kenyataan, Zal.”
9.6253.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 6.9K Beses bilang aiman hakim ridza
Read
+Library
PREV
1234569
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status