Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Mahar 500 Juta

Mahar 500 Juta

Ratih memutar bola matanya malas usai mendengar jawaban sang ibu. Tak lama kemudian, kedua pria bule itu tampak memperhatikan mereka. Salah satu dari mereka, yang berambut pirang dan tinggi, melangkah mendekat sambil tersenyum ramah. “Hello, ladies! Kalian sepertinya sedang menikmati sunset. Apa kalian nggak keberatan kalau kami ikut bergabung dengan kalian di sini?” tanyanya dengan aksen khas orang bule yang sepertinya baru belajar bahasa indonesia.
1.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 54 Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Berusaha menahan butiran bening di ujung mata yang siap tumpah kapan saja. 'Tidak! Aku tidak boleh menangis. Air mataku terlalu berharga untuk orang-orang keji seperti mereka. Lihat saja! Aku benar-benar akan menghancurkan kalian. Sepantasnya kalian yang harus meneteskan air mata di hadapanku!' *** Pukul 10 malam Ammar baru tiba di rumah. Menghabiskan waktu seharian bersama sang kekasih membuatnya sangat lelah dan ingin segera merebahkan tubuh di atas ranjang.
5.712.8K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 513 Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

"Yang sabar, ya, Rindu." Aku terdiam sebentar. Menatap pada Bu Wati yang tengah menatapku dengan genangan cairan bening di kedua sudut matanya. Mungkin, wanita paruh baya ini iba pada nasibku yang sangat tak beruntung. "Rindu nggak apa-apa, Bu." Aku menjawab sembari menarik senyuman. Bu Wati ikut tersenyum. Namun, masih bisa kulihat jika matanya berkaca-kaca.
1013.7K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 518 Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
Air Mata di Hari Persandingan

Air Mata di Hari Persandingan

"Aisyah besok aku akan kembali, Sayang, kuharap hanya ada air mata bahagia yang akan tertumpah dan yang kuseka dari mata indah nan teduh milikmu itu, permaisuriku!" Bram ikuti nyanyian hewan malam yang akhirnya membuatnya terbuai larut terbawa dalam alam mimpinya. Sementara itu di tempat berbeda. "Argg, sial, kenapa wajahnya terus saja bermain di pelupuk mataku sih?"
1.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 30 Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
MAHAR 2 JUTA

MAHAR 2 JUTA

Ceklek Keluarga Maisya yang berdebat di depan kamar Maisya, terpesona dengan perempuan yang sejak tadi menjadi bahan pembicaraan. Gadis yang sempat kabur dan datang dengan wajah tak beraturan tersebut, sekarang telah berdiri di depan tegap di depan keluarganya. Maisya berdandan layaknya perempuan yang akan melaksakan lamaran sesugguhnya. Mata merah juga wajah yang bengkak itu sudah tertutupi oleh make up natural soft. Penampilannya membuat semua keluarga Maisya terpesona. "Aku dah siap, gak usah di dobrak segala."
1.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 28 Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
Handa

Handa

Flashback off Handa mengalihkan pandangannya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia menundukkan kepalanya, bulir-bulir bening air mata menetes di pahanya. Handa mengusap air mata di pahanya, dengan sedikit gerakan maju tangannya sudah mengepal, lalu memukul pelan pahanya berusaha memberi kekuatan pada dirinya sendiri. Handa mengangkat kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam, dengan punggung tangannya Handa menyeka air mata yang telah membasahi pipinya, lalu pandangannya kembali beralih keluar jendela menyaksikan pemandangan alam Laut Jawa yang indah. Handa melepas ikatan rambutnya lalu menggunakan ikat rambutnya sebagai gelang di tangan kirinya, ia mulai menyandarkan kepalanya lalu melemparka
1034.3K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 755 Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

Mata ini memicing dengan sendiri, dan menandai orang yang tampak di foto ini. Aku pasti akan salah paham kalau tidak melihat foto-foto selanjutnya. Seperti slideshow, foto berikutnya menunjukkan Maharani yang melangkah mendahului lelaki itu. Wajah masam terlihat jelas ditunjukkan. Namun, mata ini tertuju pada senyuman menyeringai lelaki yang berjalan di belakangnya. Senyuman yang seolah mengecilkan wanitaku itu.
9.81.3M visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 42.6K Vezes como air mata maharani part 11
Show Reviews (144)
Ler
+Biblioteca
Astika Buana
Maaf, ya. Minggu ini tersendat update. . Penulis lagi siaga satu. Alhamdulillah sudah dilancarkan proses persalinannya, dan baby boy lahir dengan selamat. . Diusahakan hari besuk keseruan keluarga Maharani dan Kusuma kembali hadir. . Terima kasih atas dukungannya.
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Read All Reviews
Dikejar Lagi Oleh Suamiku

Dikejar Lagi Oleh Suamiku

Mata Fatma menyipit, dia memalingkan wajahnya dengan ekspresi jijik yang halus, seolah menolak niat baik Mahira. "Tidak perlu." Nada suaranya dipenuhi dengan kepahitan. Tubuhnya bergerak sedikit, seolah menjauh dari Mahira. Mahira menarik napas panjang, mencoba mengendalikan emosinya. Dia merapatkan kedua telapak tangannya menenangkan diri dan bahunya sedikit menurun seiring napasnya yang tertahan.
107.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 221 Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
Menjadi Ibu Susu Bayi Kembar CEO

Menjadi Ibu Susu Bayi Kembar CEO

"Aku ini laki-laki, Rani. Siapa yang gak tergoda kalau dirayu olehnya?" Maharani membelalak. Ia menoleh ke arah Ayu yang masih berdiri kaku, air mata menggenang di sudut matanya. "Apa maksud kamu?" suaranya penuh ketidakpercayaan. "Yang menggoda itu dia? Bukan kamu?"
1010.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 218 Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
Penghangat Ranjang Tuan CEO

Penghangat Ranjang Tuan CEO

Kedua bola mata abunya sempurna melekat pada wajah Athalia yang tampak memerah. Athalia pun menaikan pandangan, membuat mata hazel berwarna cokelat muda miliknya, dapat melihat wajah Mahesa yang menampilkan raut jumawa. Athalia sadar, Mahesa pasti telah menebak niat kedatangannya. “Kau akan bicara atau hanya tetap diam saja? Katakan, Athalia! Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggumu membuka mulut.” Mahesa mendesak.
7.836.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.3K Vezes como air mata maharani part 11
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status