KURELAKAN SUAMIKU UNTUK MANTANNYA
Aksa
"Aku hamil, anak kamu! Kamu harus bertanggung jawab. Kamu harus menikahiku. Aku tidak ingin sendirian menanggung malu. Aku tidak ingin, anakku lahir tanpa Ayah. Sejijik apa pun kamu terhadapku, kamu tetap harus menikahiku. Aku tidak masalah, dijadikan sebagai yang ke dua. Yang terpenting, anak yang ada dalam kandunganku, ada bapaknya ...."
Ucapan Bunga yang bercampur tangis itu, tak ubahnya seperti petir yang menggelegar, di tengah terik matahari. Aku terkejut seketika. Aku sama sekali tidak siap mendengarnya.
Aku hanya diam mematung. Tanpa bisa berbicara apa-apa. Jiwaku terguncang, mendengar kenyataan yang ada.
Bunga mengeluarkan benda pipih dari saku roknya. Aku tahu, itu tespek denga
Bab Populer