Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Anggap Aku Gadis Pelacur!

Jangan Anggap Aku Gadis Pelacur!

Tak terguncang. “Seandainya aku hanya terlahir sebagai alam...” gumamnya lirih. “Pasti hidupku tak akan merasakan guncangan.” Alana menghela napas panjang lalu memejamkan matanya, seolah ingin menghilang dari dunia hanya untuk beberapa detik saja. Tiba-tiba, suara berat dan tenang menyela keheningan. “Siapa bilang alam tidak pernah terguncang?”
10965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Sementara Limo dan Asgar meneteskan liur memandang para kerbau yang nampak seperti daging panggang. “Apa di setiap dunia selalu ada daratan seperti ini kanda?” pipi putri Shalya memerah, teringat moment mesra saat dirinya berada di dalam dunia dimensi kekal. “Setiap alam memiliki keindahannya masing-masing dinda, begitu pun dengan alam ini. Dan kita beruntung bisa menemukannya,” tutur Lintang menjelaskan. “Apa dinda ingin bermain?” tanya Lintang kemudian.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Si kecil bingung, "Oh, ternyata ada selingkuhan baik dan jahat?" Susan memelototi Federik, "Tidak, semua selingkuhan itu jahat!" Dia tidak tahu ternyata Federik pernah berpikir untuk menjadi selingkuhannya! Federik tersenyum, "Ya, ibumu benar. Ayo, Nak. Mainan transformers dua meter yang kubelikan untukmu sudah sampai, coba lihat apa kamu menyukainya?" "Aku menyukai semua pemberian Ayah."
17.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
PENDEKAR PENGUASA BUMI

PENDEKAR PENGUASA BUMI

“Alam Asal.” Kapal "Harapan Multiverse" melintasi Gerbang Asal, dan mereka masuk ke dalam. Sensasi yang menyambut mereka adalah keindahan yang tak terlukiskan. Itu adalah sebuah dimensi yang dipenuhi dengan cahaya murni, sebuah dimensi yang dipenuhi dengan kehidupan yang tak terbatas. Pohon-pohon raksasa menjulang tinggi, akarnya menembus inti realitas, dan cabang-cabangnya mencapai bintang-bintang. Sungai-sungai energi mengalir di seluruh dimensi, menciptakan melodi-melodi penciptaan yang lembut. Itu adalah gambaran surga, sebuah tempat di mana semua alam semesta berasal.
764 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

SEHARUSNYA KAU IKUT MATI

“SUKMA MANEHNA AYEUNA TEU KEUR DIDIEU, TAPI KEUR AYA DI ALAM ANU BEDA. (SUKMA MEREKA SEKARANG SEDANG TIDAK ADA DISINI, TAPI SEDANG ADA DI ALAM YANG BERBEDA.)” “ALAM ANU POEK, ANU DI JIEUN KU MAKHLUK ETA JANG TEMPAT MANEHNA ULIN. (ALAM YANG GELAP, YANG DIBUAT OLEH MAKHLUK ITU UNTUK DIRINYA BERMAIN.)”
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
Cinta Antara Dua Dunia

Cinta Antara Dua Dunia

“Alam ini… bagaimana sebenarnya? Aku sering merasa seperti sedang bermimpi. Langit yang bergerak, bunga yang bercahaya, air sungai yang memantulkan bintang… semua terlalu indah. Tapi sekaligus… terasa asing.” Indrani menatap langit sebentar, lalu berkata pelan, “Alam siluman berbeda dari dunia manusia. Di sini, semua kehidupan terhubung oleh energi abadi. Setiap pohon, air, bahkan udara menyimpan jiwa. Itulah mengapa mereka bergerak dan bernyanyi. Bagi kami, dunia manusia justru terasa… sunyi.” Amara terdiam, matanya berbinar. “Aku tidak pernah membayangkan… ternyata dunia ini begitu hidup.”
10939 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
Rest Area

Rest Area

Kurangkul malaikat yang patah sayapnya Yang menangis seraya menabur bunga di pusara Bisikku, ciumku, doaku, tetap bersama kita Pada Oktober yang menyeret jejaknya Pada Oktober yang membuat patah kita Sabarku, ikhlasku, kulepas kepergiannya Malaikat di sampingku, tetap kujaga Sepenggal puisi berhasil aku publikasikan di facebook. Sebenarnya aku nggak niat sama sekali bikin puisi sore ini. Namun, entah kenapa berbagai diksi bermunculan di otak dan meminta untuk dituliskan segera. Keparat memang otak ini. Suka saja meracuni segala tingkah laku untuk tunduk pada perintahnya. Satu pesan masuk dari Alfa. Tumben sekali dia menyapa di sore hari. Biasanya dia muncul selepas magrib atau pagi-pagi seka
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

CEO Idaman Menikahi Sekretaris Rendahan

“Bukan. Ini bukan buatan. Ini… alami. Seperti dunia sedang mengembalikan sesuatu.” Malam menjelma perlahan. Hujan berubah menjadi tirai halus yang menari di bawah cahaya api. Di kejauhan, lembah Aelora tampak seperti samudra perak. Suara hujan menenangkan, tapi di sela gemericik itu, terdengar sesuatu — nada rendah, berulang, sangat halus. Sera memejamkan mata, mencoba menangkapnya. “Kau dengar?”
981 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Ada jalan lain. Jalan yang tidak semua mata bisa lihat.” Ia berdiri tegak, membuka lipatan kain Kawali Hening dari Ki Raksa, lalu menutupkan ke bahunya. Dalam diam, ia menggumamkan kutipan dari Siksa Kandang Karesian: “Saha nu wani ngalakonan rasa, kudu nyirikeun dirina jeung alam. Nya dina rasa eta, jalan bakal kabuka.” (Barang siapa berani menapaki rasa, ia harus menyatu dengan alam. Dalam rasa itu, jalan akan terbuka.)
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai alamku puisi tentang alam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status