Ifat
Ia beserta dua rekannya baru saja mendarat di kota Makassar, untuk kemudian besok, dia akan terbang lagi ke Jakarta dan lantas ke Surabaya.
Anggun dengan kedua rekan pramugarinya itu, ibarat bidadari yang baru saja melepaskan sayapnya, untuk mandi di sebuah telaga, lalu akan terbang kembali meniti pelangi melintasi mega.
Siapa yang tidak terpana? Bohonglah mereka yang punya mata jika tak memafhumi kecantikan ketiga pramugari itu, dengan profesionalismenya, dengan kekuatan tangannya yang sanggup menutup-buka pintu pesawat, dengan ketabahannya menghadapi ribuan orang berbeda tampang beraneka kelakuan.
Hot Chapters