Bukan Budak Nafsu Majikan
”
”Ada masalah di Bandung katanya, Bi,” jawab Alana sambil mengambil alih Arsen agar memudahkan Hamiz mengecup pipi gembulnya.
”Kayak ada yang salah di sini, tapi aku masih nggak tau apa,” ucap Alana dalam hati.
Hamiz memanggil istrinya untuk mendekat. Ia menjulurkan tangannya untuk dicium Alana. Entah mengapa, dalam hatinya ia merasa ada yang janggal.
”Kamu nggak bakal macem-macem, kan, Mas?”
Hamiz tertawa. ”Belum apa-apa kamu udah macem-macem, Yang. Apa mau ikut aja ke Bandung?”
Bab Populer