Aku Menjadi Istri yang Tidak Pernah Dipilih Hatinya
Dan untuk pertama kalinya sepanjang tiga tahun mereka saling mengenal, Alby melihat seulas senyum terukir di bibir pucat istrinya, bukan senyum penyesalan yang pahit, bukan pula senyuman dingin yang asing, melainkan sebuah senyuman yang begitu murni, hangat, dan teduh, seolah-olah seluruh beban dunia telah terangkat dari pundaknya.
"Kopi ini dibuat dengan peralatan seadanya," ucap wanita itu lembut, menatap Alby dengan sepasang mata cokelat terangnya yang jernih. "Mungkin rasanya tidak akan seenak hasil mesin kopi otomatis di dapur Laurent Manor, Monsieur Laurent."